Kemenkes: Kasus Hantavirus Tipe HPS Belum Ditemukan di Indonesia, Masyarakat Diimbau Waspada Namun Tetap Tenang

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, allnatsar.id Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) meminta masyarakat untuk tidak panik menanggapi laporan global mengenai peningkatan kasus Hantavirus tipe Hanta Pulmonary Syndrome (HPS).

Hingga saat ini, Kemenkes memastikan bahwa varian virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut belum terdeteksi di wilayah Indonesia.

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa munculnya laporan-laporan terkait virus ini merupakan indikasi bahwa sistem surveilans kesehatan nasional bekerja dengan baik.

“Peningkatan kasus yang terlaporkan menunjukkan sistem kewaspadaan dan deteksi dini kita semakin baik. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap faktor risiko penularan,” ujar Andi dalam konferensi pers daring dari laman resmi Kemenkes, Senin (11/5/2026).

Masyarakat perlu memahami bahwa terdapat dua manifestasi klinis utama dari infeksi Hantavirus:

  1. Hanta Pulmonary Syndrome (HPS): Tipe ini menyerang paru-paru dan memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa HPS memiliki potensi penularan antar-manusia melalui kontak erat dan berkepanjangan. Varian ini belum ditemukan di Indonesia.

  2. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS): Tipe ini lebih umum ditemukan di wilayah Asia, termasuk Indonesia. HFRS cenderung menyerang fungsi ginjal. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa tipe HFRS dapat menular antar-manusia.

Baca Juga :  DPPKB Kota Makassar Gelar Koordinasi Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi di Faskes

Secara umum, Hantavirus ditularkan melalui tikus (rodent). Virus terdapat pada urine, kotoran, dan air liur tikus yang kemudian menguap ke udara (aerisolisasi) atau melalui kontak langsung.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala awal Hantavirus sering kali menyerupai flu biasa, namun dapat memburuk dengan cepat.

Kemenkes menekankan pentingnya intervensi dini sebelum gejala berkembang menjadi sesak napas akut.

Baca Juga :  Dari Ruang Terapi ke Ruang Kolaborasi, Sinergi Pemkot Makassar dan TNI AL di Bidang Kesehatan

Sebagai bentuk kewaspadaan, Kemenkes menginstruksikan masyarakat untuk melakukan langkah-langkah berikut:

  • Menjaga Kebersihan Lingkungan: Memastikan rumah dan tempat kerja bebas dari sarang tikus.

  • Keamanan Pangan: Menyimpan bahan makanan dalam wadah tertutup rapat agar tidak terkontaminasi kotoran atau air liur tikus.

  • Perlindungan Diri: Menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan area yang kotor atau jarang terjamah yang berpotensi menjadi sarang tikus.

  • Deteksi Dini: Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) jika mengalami gejala demam tinggi, nyeri otot hebat, batuk, atau sesak napas setelah melakukan kontak dengan area yang terpapar tikus.

Pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan pintu-pintu masuk negara dan laboratorium kesehatan di seluruh provinsi untuk memastikan setiap potensi kasus dapat dimitigasi secara cepat dan akurat.

Berita Terkait

Pj Sekda Jeneponto Pimpin Rapat Optimalisasi Kepesertaan JKN dan Iuran Program KP Desa Bersama BPJS Kesehatan
Tingkatkan Kualitas Hidup, OLY Life Hadirkan Terapi Kesehatan Gratis bagi Warga Pangkep
Dirut BPJS Sanjung Makassar, Akui Jadi Daerah Pertama Beri Perlindungan bagi Pekerja Rentan
Libatkan 1.005 Agen Perisai, Appi-Aliyah Percepat Universal Coverage Jaminan Sosial di Makassar
Bupati Jeneponto Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia Tahun 2026
Sinergi Disdukcapil dan P2KB Jeneponto Sukses Padankan 13.823 Data Keluarga Risiko Stunting
Bupati Jeneponto Buka Pelatihan dan Pembinaan TPK dan Kader Posyandu, Tekankan Akurasi dan Validasi Data Stunting
Lindungi Generasi Muda dari Nikotin, Pemkot Makassar Perkuat Regulasi Pengendalian Tembakau
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Pj Sekda Jeneponto Pimpin Rapat Optimalisasi Kepesertaan JKN dan Iuran Program KP Desa Bersama BPJS Kesehatan

Minggu, 5 Juli 2026 - 06:44 WIB

Tingkatkan Kualitas Hidup, OLY Life Hadirkan Terapi Kesehatan Gratis bagi Warga Pangkep

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:50 WIB

Dirut BPJS Sanjung Makassar, Akui Jadi Daerah Pertama Beri Perlindungan bagi Pekerja Rentan

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:50 WIB

Libatkan 1.005 Agen Perisai, Appi-Aliyah Percepat Universal Coverage Jaminan Sosial di Makassar

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:43 WIB

Bupati Jeneponto Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia Tahun 2026

Berita Terbaru