Fokus Green Economi: Tim Peneliti MoRA The AIR Funds UIN Alauddin Makassar Gelar FGD Wakaf Hutan di Kabupaten Wajo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wajo, allnatsar.id – Tim peneliti penerima hibah MoRA The AIR Funds dari UIN Alauddin Makassar melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema “Wakaf Hijau sebagai Arsitektur Ekoteologi dalam Membangun Ekonomi Berkelanjutan di Kabupaten Wajo”.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari proses pengumpulan data penelitian yang di laksananakan di Kabupaten Wajo Sulewesi Selatan.

FGD dikaksanakan dengan tujuan mendapatkan inside dari stakeholader yang memiliki keterkaitan dengan data penelitian.

Tim Peneliti mengundang narasumber Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Wajo Anwar K., S.Sos, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Wajo H.M. Amin Hasan, dan narasumber dari akademisi Prof. Dr. Muslimin Kara, M,Ag. yang juga ketua tim peneliti.

Sementara peserta yang diundang adalah seluruh KUA se-Kabupaten Wajo, Dinas Kehutanan dan kepala bagian kesejahteraan rakyat (kabagkesra) Kabupaten Wajo.

Kami juga mengundang tokoh masyarakat, akademisi, tokoh agama, serta pemerhati lingkungan untuk mendiskusikan konsep wakaf hijau sebagai salah satu solusi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman.

Baca Juga :  Status Nonaktif Prof Karta Jadi Sorotan dalam Pengajuan Kasasi Sengketa WR II UNM

Semua masukan dan informasi yang berkembang dalam FGD ini kami rekam dan catata untuk kemudian dilakukan analisis terhadapa masalah yang di hadapi dalam pengelolaan wakaf hijau di kabupaten Wajo.

Ketua tim peneliti menyampaikan bahwa wakaf hijau merupakan pendekatan baru yang mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi dalam pengelolaan aset wakaf.

Melalui konsep tersebut, wakaf tidak hanya dipahami sebagai instrumen ibadah semata, tetapi juga sebagai upaya nyata dalam menjaga keseimbangan alam dan menciptakan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“FGD ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat gagasan ekoteologi Islam melalui pengembangan wakaf hijau yang mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat,”

Baca Juga :  FGD Kominfo Makassar Dorong Kolaborasi OPD Wujudkan Standar Layanan Lontara+

Dalam diskusi tersebut, peserta juga membahas potensi pengembangan hutan wakaf, pertanian berkelanjutan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis wakaf produktif di Kabupaten Wajo.

Para peserta berharap konsep wakaf hijau dapat menjadi model pembangunan yang relevan dengan tantangan perubahan iklim dan kebutuhan ekonomi masyarakat saat ini.

Kegiatan FGD berlangsung dengan antusias dan diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis bagi pengembangan kebijakan wakaf hijau di Kabupaten Wajo maupun daerah lainnya di Indonesia.

Tim peneliti yang terdiri dari ketua Tim: Prof.Dr. Muslimin Kara, M.Ag., Dr. Khalifah Muhammad Ali, S.Hut., M.Si., Sirajuddin, SE.I.,ME., A.Syathir Sofyan, SE.I.,ME., Dr. Syamsul Bahri, S.Pd.I., Syamsul Alam, S.K.M., M.Kes. Muhammad Nasri Katman, SE.M.Ak.

Mereka menegaskan komitmennya untuk terus mendorong riset dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan berbasis nilai keislaman dan pelestarian lingkungan.

Berita Terkait

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar Laksanakan Penanaman Bibit di Hutan Wakaf Kabupaten Wajo
MTs Muhammadiyah Tallo Gelar Tasyakuran dan Pelepasan Siswa 2025–2026, Penuh Haru dan Kebanggaan
Panitia Tasyakuran dan Pelepasan Siswa MTs Muhammadiyah Tallo Tampilkan Persiapan Maksimal dan Penuh Kekompakan
Disdik Makassar Hadirkan SPMB Lebih Transparan, Monitoring Real Time Diperkuat
Jelang SPMB 2026, Disdik Makassar Minta Sekolah Sinkronisasi Data Siswa dan Pastikan NISN Valid
Perkuat Implementasi Smart Forest Management, Fakultas Pertanian UIT Ikuti ToF Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0
Mengintegrasikan Teori di Balik Tongkonan: Field Trip Ekowisata Mahasiswa Pertanian UIT ke Toraja
Universitas Indonesia Timur (UIT) Kukuhkan Posisi di Peringkat 5 Besar Pemenang Hibah Penelitian dan PKM Klaster Pratama LLDIKTI IX
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:20 WIB

Fokus Green Economi: Tim Peneliti MoRA The AIR Funds UIN Alauddin Makassar Gelar FGD Wakaf Hutan di Kabupaten Wajo

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:20 WIB

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar Laksanakan Penanaman Bibit di Hutan Wakaf Kabupaten Wajo

Senin, 18 Mei 2026 - 15:17 WIB

MTs Muhammadiyah Tallo Gelar Tasyakuran dan Pelepasan Siswa 2025–2026, Penuh Haru dan Kebanggaan

Senin, 18 Mei 2026 - 14:55 WIB

Panitia Tasyakuran dan Pelepasan Siswa MTs Muhammadiyah Tallo Tampilkan Persiapan Maksimal dan Penuh Kekompakan

Senin, 18 Mei 2026 - 13:36 WIB

Disdik Makassar Hadirkan SPMB Lebih Transparan, Monitoring Real Time Diperkuat

Berita Terbaru