MAKASSAR — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar terus mendorong keterlibatan kader dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui kampanye pemilahan sampah rumah tangga serta pengembangan daur ulang sampah organik dan nonorganik.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Auditorium TP PKK Kota Makassar, Selasa (15/9/2026), sebagai bagian dari program kerja Pokja III TP PKK Kota Makassar.
Kampanye ini menjadi salah satu upaya TP PKK Kota Makassar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya keluarga, agar mampu mengelola sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Faridah Kadir. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam memperlakukan sampah yang dihasilkan setiap hari.
“Sampah rumah tangga tidak seharusnya seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir. Pemilahan sejak dari rumah menjadi langkah awal untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir,” ujarnya.
Faridah menjelaskan, mulai 1 Oktober 2026, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Antang akan menerapkan kebijakan bahwa sampah yang diterima hanya berupa sampah residu.
Kebijakan tersebut, menurutnya, membutuhkan dukungan masyarakat melalui kebiasaan memilah sampah dari rumah sebelum dibuang.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Makassar sekaligus Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa, terus mendorong agar gerakan pengelolaan sampah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari.
Melinda menilai, TP PKK memiliki posisi strategis dalam mengedukasi masyarakat karena kader PKK bersentuhan langsung dengan keluarga dan lingkungan, mulai dari tingkat kelurahan hingga rumah tangga.
“TP PKK sangat dekat dengan masyarakat. Karena itu, kita ingin gerakan ini dimulai dari rumah tangga. Kalau setiap keluarga sudah terbiasa memilah sampah, dampaknya akan besar bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan Kota Makassar,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh kader TP PKK untuk menjadi contoh di lingkungan masing-masing. Edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari kegiatan besar. Perubahan dapat dilakukan melalui langkah sederhana, salah satunya dengan membiasakan keluarga memilah sampah yang dihasilkan setiap hari.
Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, dr. Erieka Novianti, menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada kader dan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik dan nonorganik secara tepat.
Ia mengatakan, pemilahan sampah dapat memberikan manfaat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau produk lain yang bermanfaat, sementara sampah nonorganik tertentu dapat dipilah untuk digunakan kembali atau didaur ulang.
“Kami ingin memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat agar sampah tidak langsung dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang. Ada sampah yang masih bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Kota Makassar menghadirkan anggota Dewan Lingkungan Kota Makassar serta penyuluh dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar untuk memberikan materi mengenai pengelolaan sampah.
Para peserta mendapatkan edukasi mengenai tata cara memilah sampah, pengelolaan limbah organik dan nonorganik, hingga pemanfaatan sampah melalui proses daur ulang.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Makassar berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat. Gerakan tersebut diharapkan dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan berkembang menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan Kota Makassar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
News allnatsar.id







