Bangun Makassar Religius, Wali Kota Munafri Dorong Kolaborasi Ulama dan Pemerintah

- Jurnalis

Minggu, 5 Oktober 2025 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dalam acara pelantikan pengurus Lembaga Dakwah IMMIM yang dirangkaikan dengan penandatanganan MoU kerjasama

Foto: Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dalam acara pelantikan pengurus Lembaga Dakwah IMMIM yang dirangkaikan dengan penandatanganan MoU kerjasama

Makassar, allnatsar.id– Membangun kota Makassar, bukan hanya soal menghadirkan infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga membutuhkan kekuatan nilai religius dan harmoni sosial di Kota Makassar.

Itulah yang ditekankan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bahwa sinergi ulama, umara, dan umat merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, berkarakter, dan memberi manfaat bagi kota ini.

Pesan tersebut ia sampaikan saat tampil, sebagai pembicara inti pada Diskusi Bulanan IMMIM yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Lembaga Dakwah IMMIM serta penandatanganan MoU kerjasama, di Gedung IMMIM, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (4/10/2025).

Menurutnya, ulama berperan sebagai penuntun moral dan penjaga nilai, umara (pemerintah) sebagai menjalankan kebijakan program, sementara umat menjadi pelaku dan penerima manfaat pembangunan.

“Kolaborasi erat ketiga elemen ini, kami yakini akan menghadirkan kekuatan besar untuk menjadikan Makassar sebagai kota maju sekaligus religius, yang tetap berpegang pada nilai-nilai luhur di tengah dinamika zaman,” jelas Munafri.

Acara ini turut dihadiri oleh Kadis Kominfo Kota Makassar Moh Roem, Kadis Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, dan Kabag Kesra.

Pada kesempatan ini, pria yang akrab disapa Appi itu menegaskan, pentingnya hubungan yang erat antara ulama dan umara.

Menurut politisi Golkar itu, kekuatan kolaborasi harus berjalan seimbang agar pesan dakwah dan kebijakan pembangunan dapat sampai secara maksimal kepada masyarakat.

“Kalau ulama berjalan sendiri tanpa dukungan umara, maka pesan dakwah tidak akan maksimal. Demikian pula sebaliknya,” tuturnya.

Baca Juga :  Geger: Surat HMI Minta Pinjam Hotel Gratis, "HMI Lain Ancam Demo"

“Pemerintah tanpa dukungan ulama akan pincang. Karena itu, pertemuan seperti ini sangat penting untuk membangun keseimbangan sosial,” lanjutnya.

Munafri mengibaratkan, umara adalah lautan dan ulama adalah sungai, sementara umat menjadi muara yang memberi kehidupan subur bagi masyarakat.

Pada kesempatan ini, Wali Kota juga menekankan, transformasi digital yang kini merambah dunia dakwah. Ia berharap, mubalig harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pesan-pesan agama dapat menjangkau generasi baru secara efektif.

“Syiar hari ini bisa langsung dilakukan di berbagai platform digital. Bahkan sebagian mubalig sudah memperoleh income dari dakwah digital. Ini positif, asal konten yang dibawakan dapat dipertanggungjawabkan dan tidak saling menjatuhkan,” tegas Munafri.

Mantan bos PSM itu, pun mendorong IMMIM agar memberi rambu-rambu dan evaluasi, sehingga mubalig tetap berada di jalur dakwah yang benar serta mampu menjaga marwah ulama di ruang publik, khususnya media sosial.

Ia juga mengingatkan agar masjid tidak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat.

Selanjutnya, di bidang pendidikan, Munafri menilai pentingnya memperkuat porsi pelajaran agama dan pendidikan karakter di sekolah dasar. Munafri menekankan, percuma anak-anak cerdas secara akademik jika tidak memiliki akhlak yang baik.

Karena itu, Pemkot Makassar akan melibatkan ahli pendidikan, ulama, hingga tokoh masyarakat dalam penyusunan kurikulum yang menguatkan nilai agama dan budaya lokal.

“Hari ini, pelajaran agama hanya dua jam seminggu, itu tidak cukup. Kita tidak bisa menganggap semua anak berada di rumah tangga yang ideal,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pokja PAUD Gelar Sunnat Massal Gratis, Melinda Aksa: Wujud Nyata Kepedulian terhadap Tumbuh Kembang Anak

“Karena itu, kami akan meramu kurikulum baru dengan pendidikan akhlak, agama, serta kearifan lokal (local wisdom) Bugis-Makassar seperti sipakatau, siri’ na pacce, dan tabe,” tambah dia menjelaskan.

Appi kembali menegaskan pentingnya memasukkan pendidikan karakter, etika, dan nilai-nilai agama sejak jenjang sekolah dasar

Hal ini dinilainya sebagai fondasi utama bagi anak-anak agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.

Dimana, harus melibatkan pendidikan karakter, pendidikan agama, dan pendidikan etika dalam kurikulum dasar.

“Karakter inilah yang nantinya menjadi backbone dari ilmu pengetahuan. Anak-anak yang lahir cerdas tetap harus punya karakter yang baik agar proses pendidikan berjalan seimbang,” jelas Munafri.

Ia menyampaikan persoalan sosial masyarakat dan peran pemerintah dalam mencari solusi. Munafri berharap forum-forum seperti ini dapat melahirkan poin-poin penting sebagai masukan untuk kebijakan Pemkot Makassar ke depan.

“Diskusi bulanan seperti ini sangat penting karena bisa menghasilkan gagasan yang menjadi masukan dalam penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat,” harap Appi.

Usai penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara IMMIM dan Pemerintah Kota Makassar.

Kesepakatan ini menjadi tonggak awal penguatan kolaborasi dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pembinaan sosial keagamaan di Makassar.

“Kami dari Pemerintah Kota Makassar, akan terus memberikan dukungan kepada ulama dan mubalig, karena menyelesaikan persoalan sosial masyarakat membutuhkan pendekatan dakwah yang berkesinambungan,” tutup Munafri.

Berita Terkait

Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya
Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor
Tancap Gas Menuju Pelantikan, DPP Kepmi Bone di Bawah Kepemimpinan Khaidir Siap Bersinergi dan Kawal Kemajuan Bone
Wali Kota Makassar Arahkan Perayaan HUT Kota ke-419 Dikemas Berdampak Bagi Warga
Bertemu Imam Masjid se-Makassar, Munafri Dorong Peran Masjid Jadi Ruang Pemberdayaan Warga
Aliyah Mustika Ilham Buka Pembekalan Pra-CPMI, Tekankan Migrasi Aman dan Kompetensi Kerja
Kuasa Hukum Korban Investasi MBG, Ajukan Gugatan Minta Hak dan Keadilan Kliennya Ditegakkan
Safari Jumat di Masjid Lailatur Qadar, Bupati Jeneponto Perkuat Silaturahmi dan Sampaikan Komitmen Pembangunan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Tancap Gas Menuju Pelantikan, DPP Kepmi Bone di Bawah Kepemimpinan Khaidir Siap Bersinergi dan Kawal Kemajuan Bone

Rabu, 30 September 2026 - 23:04 WIB

Wali Kota Makassar Arahkan Perayaan HUT Kota ke-419 Dikemas Berdampak Bagi Warga

Rabu, 30 September 2026 - 19:34 WIB

Bertemu Imam Masjid se-Makassar, Munafri Dorong Peran Masjid Jadi Ruang Pemberdayaan Warga

Rabu, 30 September 2026 - 17:31 WIB

Aliyah Mustika Ilham Buka Pembekalan Pra-CPMI, Tekankan Migrasi Aman dan Kompetensi Kerja

Berita Terbaru