Jalan Balaikota-Thamrin Jadi Proyek Percontohan Pedestrian Ramah Disabilitas di Makassar

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin

Makassar, allnatsar.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai mendesain dan membangun kawasan pedestrian sebagai proyek percontohan integrasi kawasan bagi pejalan kaki di pusat kota.

Proyek tersebut dirancang untuk mengintegrasikan moda transportasi publik sekaligus mengoptimalkan hak pejalan kaki, termasuk menyediakan akses yang aman dan nyaman bagi kelompok disabilitas.

Salah satu titik yang menjadi proyek percontohan berada di sepanjang Jalan Balaikota menuju Jalan MH Thamrin, Makassar. Sejumlah titik lainnya juga akan dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan tingkat aktivitas pejalan kaki.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, usai mengikuti rapat koordinasi terkait expose desain pedestrian Kota Makassar di Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (3/9/2026).

Munafri mengatakan, pembangunan jalur pedestrian tidak sekadar memperbaiki trotoar, tetapi menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kota yang aman, nyaman, inklusif, dan terintegrasi.

“Tujuan utamanya tentu menyediakan fasilitas jalan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi pejalan kaki,” ujarnya.

“Terlebih lagi bagi disabilitas. Sehingga pembangunan ini mengubah wajah kota menjadi lebih ramah lingkungan,” tambah Munafri.

Menurutnya, kondisi sejumlah pedestrian di Kota Makassar saat ini masih membutuhkan pembenahan. Banyak trotoar yang mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Baca Juga :  Safari Ramadan Malam ke-14, Wali Kota Makassar Tekankan Kolaborasi dan Kebersihan Jelang Idul fitri

“Karena banyak sekali pedestrian di Makassar ini yang rusak. Artinya, pedestrian tersebut hanya terpajang saja dan tidak diutilisasi dengan baik,” katanya.

Pemkot Makassar, lanjut Appi, ingin memastikan keberadaan pedestrian benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang berjalan kaki yang aman dan nyaman.

“Kita menginginkan pedestrian di Makassar ini benar-benar nantinya dapat dipergunakan oleh para pejalan kaki dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

“Selain itu, tentu juga untuk saudara-saudara kita yang disabilitas. Ini penting sekali untuk memastikan bahwa kota ini adalah kota yang inklusif,” sambung dia.

Untuk tahap awal, kawasan Jalan Balaikota hingga Jalan MH Thamrin dipilih sebagai proyek percontohan. Saat ini, sejumlah bagian pedestrian di kawasan tersebut telah memasuki proses pembongkaran.

“Nah, itu nanti akan menjadi proyek percontohan terlebih dahulu. Nanti kita lihat untuk disambungkan ke jalur-jalur yang memang beban (load) pejalan kakinya tinggi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua IKA FH Unhas itu menjelaskan, desain pedestrian nantinya akan mengutamakan fungsi utama sebagai ruang berjalan kaki.

Selain pejalan kaki, jalur tersebut juga akan mengakomodasi pengguna stroller serta kebutuhan aksesibilitas lainnya.

Baca Juga :  Munafri: TP PKK Harus Jadi "Kawah Candradimuka" Pembentuk Keluarga Berkualitas

“Pedestrian tersebut memang dipergunakan agar orang bisa berjalan kaki, lalu ada stroller di atasnya. Kemudian di bagian luarnya ada pembatas berupa tanaman,” tuturnya.

Terkait lebar pedestrian, Munafri mengatakan tidak akan diseragamkan pada seluruh ruas jalan. Lebar trotoar akan disesuaikan dengan kondisi dan luas masing-masing jalan.

“Ada beberapa, kita sesuaikan dengan jalan, tergantung pada luasan jalannya. Jadi, tidak semua jalan memiliki lebar pedestrian yang sama,” jelasnya.

Dalam proses pembangunan, Pemkot Makassar juga masih perlu melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, khususnya terkait keberadaan utilitas di sepanjang jalur pedestrian.

Salah satunya menyangkut tiang dan gardu listrik yang berada di lokasi pembangunan. Pemkot akan berkoordinasi dengan PT PLN untuk membahas aspek akses, penataan utilitas, hingga estetika kawasan.

“Sedang proses pembongkaran. Namun, ada beberapa hal yang harus kita komunikasikan juga dengan pihak-pihak terkait. Contohnya tiang listrik dan gardu-gardu listrik yang harus kita bicarakan dengan pihak PLN,” kata Munafri.

“Makanya kami akan berbicara dengan pihak PLN karena ini menyangkut masalah akses dan estetika secara keseluruhan,” tambahnya.

Berita Terkait

Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya
Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor
Tancap Gas Menuju Pelantikan, DPP Kepmi Bone di Bawah Kepemimpinan Khaidir Siap Bersinergi dan Kawal Kemajuan Bone
Wali Kota Makassar Arahkan Perayaan HUT Kota ke-419 Dikemas Berdampak Bagi Warga
Bertemu Imam Masjid se-Makassar, Munafri Dorong Peran Masjid Jadi Ruang Pemberdayaan Warga
Aliyah Mustika Ilham Buka Pembekalan Pra-CPMI, Tekankan Migrasi Aman dan Kompetensi Kerja
Kuasa Hukum Korban Investasi MBG, Ajukan Gugatan Minta Hak dan Keadilan Kliennya Ditegakkan
Safari Jumat di Masjid Lailatur Qadar, Bupati Jeneponto Perkuat Silaturahmi dan Sampaikan Komitmen Pembangunan
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Tancap Gas Menuju Pelantikan, DPP Kepmi Bone di Bawah Kepemimpinan Khaidir Siap Bersinergi dan Kawal Kemajuan Bone

Rabu, 30 September 2026 - 23:04 WIB

Wali Kota Makassar Arahkan Perayaan HUT Kota ke-419 Dikemas Berdampak Bagi Warga

Rabu, 30 September 2026 - 19:34 WIB

Bertemu Imam Masjid se-Makassar, Munafri Dorong Peran Masjid Jadi Ruang Pemberdayaan Warga

Rabu, 30 September 2026 - 17:31 WIB

Aliyah Mustika Ilham Buka Pembekalan Pra-CPMI, Tekankan Migrasi Aman dan Kompetensi Kerja

Berita Terbaru