Masyarakat Diminta Lebih Berhati-hati Menggunakan Media Sosial di Tengah Derasnya Arus Informasi

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

**MAKASSAR** — Di tengah derasnya arus informasi digital dan semakin masifnya penggunaan media sosial, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam menerima, mengolah, dan menyebarkan informasi. Setiap pengguna media sosial harus memiliki kemampuan literasi yang baik agar tidak mudah terjebak dalam hoaks, penipuan digital, manipulasi informasi, maupun kejahatan siber.

Pesan tersebut mengemuka dalam Digital Trust Forum ; bertajuk “Data, Cyber, and the Future of Society: Menjawab Mitos, Merumuskan Agenda Kedaulatan Digital Indonesia”  yang diselenggarakan oleh Bidang Informasi dan Komunikasi BADKO HMI Sulawesi Selatan.

Forum lintas sektoral ini mempertemukan unsur pemerintah, aparat penegak hukum, regulator, media, organisasi profesi, serta mahasiswa untuk membahas perkembangan ruang digital yang semakin kompleks dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan menekankan pentingnya meningkatkan literasi digital masyarakat. Kemampuan memahami pola kejahatan digital menjadi bagian penting dalam melindungi diri di tengah berkembangnya berbagai modus penipuan melalui media sosial dan platform digital.

Masyarakat diingatkan untuk tidak mudah percaya terhadap informasi, tautan, maupun akun yang tidak jelas sumbernya. Kehati-hatian dalam berinteraksi di ruang digital menjadi langkah awal untuk mencegah kebocoran data pribadi, peretasan, penipuan, serta berbagai bentuk kejahatan siber lainnya.

Sementara itu, dari perspektif keuangan digital, pentingnya literasi keuangan juga menjadi perhatian. Perkembangan layanan keuangan berbasis teknologi memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi sekaligus membuka ruang munculnya berbagai modus penipuan, investasi ilegal, dan penyalahgunaan data pribadi.

Masyarakat diminta untuk memahami layanan digital yang digunakan serta tidak sembarangan memberikan informasi pribadi, kode keamanan, PIN, maupun akses terhadap akun kepada pihak yang tidak dapat dipercaya.

Media Harus Menjadi Ruang Informasi Berbasis Fakta

Di tengah derasnya arus informasi, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Selatan dan  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar turut menyoroti pentingnya masyarakat memiliki kemampuan membaca dan memahami berita secara kritis.

Baca Juga :  Ribuan Warga Jeneponto Semarakkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Stadion Mini Belokallong

Masyarakat tidak boleh hanya membaca judul, potongan informasi, maupun unggahan media sosial tanpa memahami isi dan sumber informasi secara menyeluruh.

Sebuah informasi yang baik harus memiliki unsur dasar jurnalistik, mulai dari narasumber yang jelas, fakta yang dapat diverifikasi, hingga data yang dapat dipertanggungjawabkan .

Dengan demikian, masyarakat harus membiasakan diri bertanya: siapa narasumbernya, apa faktanya, dan di mana datanya?

Kehadiran media profesional menjadi penting untuk menjaga kualitas informasi di tengah meningkatnya penyebaran konten yang tidak terverifikasi. Media dituntut tetap menjunjung prinsip verifikasi, akurasi, keberimbangan, dan kepentingan publik.

Forum tersebut juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau  Artificial Intelligence (AI), membawa tantangan baru. Konten digital dapat dibuat dan disebarkan dalam waktu yang sangat cepat sehingga masyarakat harus semakin kritis dalam membedakan fakta, opini, manipulasi, maupun informasi palsu.

Data Pribadi Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Turut hadir dalam forum tersebut Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Sulawesi Selatan, Kehadiran Dukcapil memperkuat pembahasan mengenai pentingnya perlindungan data dan identitas masyarakat.

Di era digital, data kependudukan dan data pribadi menjadi aset yang sangat penting. Karena itu, keamanan data tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga atau pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga informasi pribadinya.

Masyarakat diminta untuk tidak sembarangan mengunggah dokumen identitas atau membagikan data pribadi melalui media sosial dan platform yang tidak memiliki tingkat keamanan yang jelas.

SDM Harus Mampu Mengikuti Perkembangan Digital

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BBLSDM Komdigi) Makassar menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan platform digital.

Baca Juga :  Perwakilan FCIP Kedutaan Besar Inggris Paparkan Dukungan Pengembangan Sampah di Makassar

Transformasi digital tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu menggunakan teknologi secara bijak, aman, produktif, dan bertanggung jawab.

Pengembangan kemampuan masyarakat dalam menggunakan berbagai platform digital menjadi kebutuhan penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memahami risiko, memanfaatkan peluang, serta menjaga keamanan dirinya di ruang digital.

Literasi digital, keterampilan teknologi, etika bermedia, dan kesadaran keamanan siber harus berjalan secara bersamaan.

Forum Lintas Sektoral

Digital Trust Forum menjadi ruang dialog lintas sektoral yang mempertemukan berbagai perspektif mengenai **data, keamanan siber, keuangan digital, perlindungan data, media, kebebasan informasi, dan pengembangan sumber daya manusia**.

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi BADKO HMI Sulawesi Selatan, **Muhammad Arijal**, selaku host forum, menegaskan bahwa ruang digital tidak dapat dilihat hanya dari satu perspektif.

“Persoalan digital hari ini tidak hanya menyangkut teknologi. Ada persoalan keamanan, data, informasi, keuangan, media, dan kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, forum ini penting untuk mempertemukan berbagai sektor dalam membangun pemahaman bersama,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, BADKO HMI Sulawesi Selatan mendorong terbangunnya kesadaran kolektif bahwa masyarakat harus menjadi **pengguna digital yang kritis, cerdas, aman, dan bertanggung jawab**.

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat tidak cukup hanya mampu menggunakan media sosial. Yang lebih penting adalah kemampuan untuk **memverifikasi informasi, melindungi data pribadi, memahami risiko kejahatan digital, serta memastikan setiap informasi yang dipercaya memiliki dasar fakta dan data yang jelas**.

Forum ini diharapkan menjadi langkah awal membangun kolaborasi lintas sektoral menuju ekosistem digital yang lebih aman, terpercaya, dan berdaulat.

Berita Terkait

Milad KAHMI ke-60, Fadriarty Ungkap Rencana Launching Graha Hijau Hitam di Talasalapang Makassar
Iuran Sampah Gratis Diperluas, 12.501 KK di Tamalanrea Berpotensi Nikmati Pembebasan di 2026
Kemarau dan Krisis Air, Munafri Bersama Warga Makassar Salat Istisqa Memohon Hujan
Appi Bawa Kepala OPD Menyeberang ke Pulau Sangkarrang, Janji Percepat Pembangunan di Pulau
Jalan Balaikota-Thamrin Jadi Proyek Percontohan Pedestrian Ramah Disabilitas di Makassar
Pemkot Makassar Cari Identitas Visual HUT ke-419, Sayembara Dibuka hingga 5 September
Ribuan Warga Jeneponto Semarakkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Stadion Mini Belokallong
Mulai Akhir 2026, Iuran Sampah Rumah 450-1.300 Watt di Makassar Digratiskan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:29 WIB

Milad KAHMI ke-60, Fadriarty Ungkap Rencana Launching Graha Hijau Hitam di Talasalapang Makassar

Minggu, 6 September 2026 - 13:14 WIB

Iuran Sampah Gratis Diperluas, 12.501 KK di Tamalanrea Berpotensi Nikmati Pembebasan di 2026

Sabtu, 5 September 2026 - 14:17 WIB

Kemarau dan Krisis Air, Munafri Bersama Warga Makassar Salat Istisqa Memohon Hujan

Sabtu, 5 September 2026 - 14:14 WIB

Appi Bawa Kepala OPD Menyeberang ke Pulau Sangkarrang, Janji Percepat Pembangunan di Pulau

Jumat, 4 September 2026 - 09:16 WIB

Pemkot Makassar Cari Identitas Visual HUT ke-419, Sayembara Dibuka hingga 5 September

Berita Terbaru