Langkah Nyata Pro Rakyat: Pemkot Makassar Bantu Siswa Baru SD-SMP Ringankan Biaya Sekolah

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi jajaran pejabat Pemkot menyerahkan simbolis bantuan seragam gratis bagi siswa baru SD dan SMP dalam program pro rakyat di SD Lariang Bangi, Senin (21/7/2025).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi jajaran pejabat Pemkot menyerahkan simbolis bantuan seragam gratis bagi siswa baru SD dan SMP dalam program pro rakyat di SD Lariang Bangi, Senin (21/7/2025).

MAKASSAR, allnatsar.id – Pemerintah Kota Makassar resmi memulai penyaluran seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Senin (21/7/2025).

Distribusikan seragam sekolah gratis kepada siswa baru tingkat SD dan SMP, sebagai bagian dari realisasi visi besar Makassar untuk Semua dalam program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (Munafri-Aliyah).

Tahap perdana, penyerahan ratusan seragam kepada siswa baru, dilakukan di SD Lariang Bangi dan SMP Negeri 46 Makassar, Senin (21/7/2025).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung menyerahkan secara simbolis dua stel seragam seragam utama pakaian merah putih (SD) dan biru-putih (SMP).

Turut mendampingi Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa Mahmud, Sekda Makassar A. Zulkifly Nanda, Kepala Dinas Pendidikan Makassar, serta jajaran pimpinan OPD terkait.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa program seragam gratis merupakan prioritas unggulan pemerintah kota dalam sektor pendidikan.

“Program ini bukan sekadar membagikan pakaian, tapi upaya nyata meringankan beban ekonomi orang tua siswa serta mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Kota Makassar,” tegas Munafri.

Baca Juga :  Dinas PPKB Makassar Gelar Advokasi dan Sosialisasi Pendidikan Kependudukan Jalur Formal

Program seragam gratis ini diharapkan menjadi tonggak awal peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh di Kota Makassar.

Pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan setiap tahunnya untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikannya tanpa beban biaya yang tidak perlu.

“Semoga program ini membawa keberkahan, dan menjadi pemicu semangat kita semua untuk menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama kemajuan Kota Makassar,” ungkap Munafri.

Pada tahun ini, setiap siswa baru menerima dua stel pakaian, seragam sekolah. Pemerintah Kota Makassar juga telah mengatur bahwa, Senin–Kamis wajib mengenakan seragam sekolah.

Sedangkan, hari Jumat siswa boleh mengenakan pakaian olahraga atau pakaian bebas yang sopan.

“Tidak perlu beli pakaian olahraga tambahan. Ini bentuk komitmen kami mengurangi pengeluaran orang tua murid,” tegas Wali Kota berlatar politisi itu.

Appi juga berjanji bahwa untuk tahun depan fasilitas bantuan seragam bisa diperluas sesuai kemampuan fiskal daerah, termasuk penambahan jenis seragam dan bantuan penunjang lainnya.

Ia menekankan, masih adanya ketimpangan daya tampung di sejumlah sekolah negeri, terutama pada momentum penerimaan siswa baru.

Baca Juga :  Perdana Disalurkan, Program Seragam Gratis Pemkot Makassar Sasar Delapan Sekolah

Ada sekolah yang kekurangan ruang kelas dan siswa, namun di sisi lain ada sekolah yang kelebihan pendaftar. Ia ingin proses distribusi murid lebih merata.

“Tidak boleh hanya menumpuk di 1–2 sekolah saja. Di SMP 46, misalnya, masih tersedia kuota sekitar 20 siswa. Ini harus kita atur ke depannya agar semua sekolah bisa optimal dan setara,” paparnya.

Sebagai langkah nyata, Pemkot Makassar akan menambah 6 ruang kelas baru di sekolah-sekolah yang membutuhkan.

Sekaligus mendorong peningkatan kompetensi guru agar kualitas pendidikan tidak hanya bertumpu pada nama besar sekolah, melainkan merata di semua satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.

Kepada guru-guru dan kepala sekolah, Munafri mengingatkan agar terus mengembangkan kompetensi, tidak gagap terhadap perkembangan zaman, serta menghindari perilaku viral yang tidak mendidik.

“Saya tidak akan bangga kalau guru-guru viral di Tiktok karena hal yang tidak mendidik. Saya bangga kalau guru mampu menciptakan inovasi belajar yang membentuk karakter dan kecerdasan murid,” tegasnya.

“Guru harus menjadi teladan, sekaligus pengganti orang tua selama siswa berada di sekolah,” tambah Appi.

Berita Terkait

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Pertanian UIT Kunjungi TPS 3R Rusunawa Mariso
Sambut Hari Buruh 2026, Pemkot Makassar Libatkan Forkopimda Pusatkan Perayaan May Day di Lapangan Karebosi
Benchmark ke Blok M, Munafri Siapkan Transformasi Pasar Sentral Makassar Jadi Pusat Ekonomi Modern
STAI DDI Jeneponto Gelar Seminar Proposal Penelitian Mahasiswa Tahun Ajaran 2025–2026
Fokus Perkuat UMKM Lokal, KKN Berdampak Angkatan IV INTI Turun ke Enam Kecamatan
Kadis Dikbud Jeneponto Ikuti Pendampingan Perencanaan SPM Pendidikan 2026 di Makassar
Kemdiktisaintek Umumkan Penerima Pendanaan Riset 2026, Anggaran Capai Rp1,7 Triliun
Bupati Jeneponto Resmikan Reading Corner SDN 20 Bangkala, Dorong Penguatan Literasi Siswa Sejak Dini
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 13:35 WIB

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Pertanian UIT Kunjungi TPS 3R Rusunawa Mariso

Sabtu, 25 April 2026 - 06:45 WIB

Sambut Hari Buruh 2026, Pemkot Makassar Libatkan Forkopimda Pusatkan Perayaan May Day di Lapangan Karebosi

Selasa, 21 April 2026 - 15:39 WIB

Benchmark ke Blok M, Munafri Siapkan Transformasi Pasar Sentral Makassar Jadi Pusat Ekonomi Modern

Sabtu, 18 April 2026 - 20:07 WIB

STAI DDI Jeneponto Gelar Seminar Proposal Penelitian Mahasiswa Tahun Ajaran 2025–2026

Kamis, 16 April 2026 - 15:30 WIB

Fokus Perkuat UMKM Lokal, KKN Berdampak Angkatan IV INTI Turun ke Enam Kecamatan

Berita Terbaru

Proses pelantikan pejabat oleh Presiden Prabowo Subianto

National

Reshuffle Kabinet, Presiden Prabowo Lantik Pejabat Baru

Senin, 27 Apr 2026 - 17:05 WIB