Melinda Aksa Apresiasi Warga Sulap Rumah Jadi Pusat Pengolahan Sampah Organik

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR – Ketua TP PKK Kota Makassar sekaligus Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mengapresiasi inisiatif masyarakat yang memanfaatkan ruang di lingkungan permukiman sebagai pusat edukasi sekaligus pengolahan sampah organik.

Apresiasi tersebut disampaikan Melinda saat mengunjungi lokasi binaan Yayasan Peduli Negeri yang mengembangkan Bank Sampah Unit dan pengolahan sampah organik di kediaman warga yang dikenal sebagai Pak Udin, Jumat (31/7/2026).

Dalam kunjungannya, Melinda meninjau langsung berbagai fasilitas pengolahan sampah yang dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Beragam metode diterapkan di lokasi tersebut, mulai dari budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), biodigester, hingga pembuatan eco-enzyme sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah organik.

“Hari ini saya berada di rumah Pak Udin yang telah mendedikasikan sebagian rumahnya untuk pengolahan sampah. Saya melihat langsung ada biodigester, budidaya maggot, hingga pembuatan eco-enzyme,” ujar Melinda.

Menurutnya, langkah yang dilakukan warga membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Dengan kepedulian, pengetahuan, dan kemauan untuk bergerak, ruang di sekitar rumah dapat dimanfaatkan menjadi solusi bagi persoalan sampah sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat.

“Ini menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah bisa dimulai dari rumah. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah kembali dan memberikan manfaat yang besar,” katanya.

Baca Juga :  Aliyah Mustika Ilham Sambut Audiensi Imigrasi Sulsel, Dorong Sinergi dan Sosialisasi Publik

Melinda menegaskan, keberhasilan penanganan sampah di Kota Makassar membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Gerakan yang tumbuh dari rumah tangga, lorong, RT, hingga RW dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Saya senang sekali melihat ada warga yang mau mengambil bagian membantu pemerintah menangani persoalan sampah. Pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendiri. Kita membutuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat karena menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah kelurahan yang terus mendampingi masyarakat dalam mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah.

“Terima kasih kepada Pak Lurah yang terus mendukung program-program pemerintah dan mendampingi masyarakat. Dukungan seperti ini membuat gerakan lingkungan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Manager Program Yayasan Peduli Negeri sekaligus Pengurus Bank Sampah Jipang 04, Syamsudin, menjelaskan pihaknya tidak hanya mengelola Bank Sampah Unit, tetapi juga mengembangkan berbagai metode pengolahan sampah organik di kawasan permukiman.

Salah satu program yang dijalankan adalah pengembangan TEBA di lorong-lorong warga. Melalui fasilitas tersebut, masyarakat bersama pengurus RT dan RW mengumpulkan sampah organik dari rumah untuk diolah sehingga tidak langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Baca Juga :  Buka Puasa Bersama dan Safari Ramadhan, Munafri: Tidak Ada Sekat dalam Membangun Kota Tercinta

Selain itu, biodigester dimanfaatkan untuk mengolah sisa makanan, buah, dan sayuran melalui proses tanpa oksigen yang menghasilkan biogas sebagai sumber energi, serta pupuk organik cair dan padat untuk kebutuhan penghijauan.

Di lokasi yang sama, budidaya maggot BSF juga dikembangkan sebagai metode pengurai sampah organik. Maggot yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif, sedangkan residunya menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomis.

Syamsudin mengatakan, berbagai inovasi tersebut bertujuan mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Sampah yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat diolah menjadi energi, pakan, pupuk, hingga produk ramah lingkungan lainnya.

Menutup kunjungannya, Melinda berharap praktik baik yang dilakukan Yayasan Peduli Negeri bersama masyarakat dapat direplikasi di lebih banyak lingkungan di Kota Makassar.

“Kalau setiap lingkungan memiliki kepedulian seperti ini, saya yakin persoalan sampah di Kota Makassar dapat kita tangani bersama. Semakin banyak warga yang bergerak, semakin ringan beban kota dan semakin besar dampak positif yang bisa kita hadirkan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Dinas PU Makassar Bangun 65 Lokasi Sumur Bor Hingga 2027
Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang
TP PKK Makassar Kampanyekan Pemilahan Sampah Rumah Tangga dan Pengembangan Daur Ulang
Disdik Makassar Cabut PJJ, Siswa TK-SMP Kembali Sekolah Tatap Muka Mulai Tanggal 16 Besok
Appi Fokuskan Penanganan Kekeringan, Kerahkan 25 Armada Layani Kekeringan di 58 Kelurahan
TP PKK Makassar Edukasi Kader tentang Bahaya dan Modus Perdagangan Orang
BAZNAS Makassar Bergerak Atasi Krisis Air, Siapkan Tandon dan Sumur Bor untuk Warga di Utara Kota
Bupati Jeneponto Hadiri Coffee Morning, Perkuat Koordinasi Perangkat Daerah
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:30 WIB

Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Dinas PU Makassar Bangun 65 Lokasi Sumur Bor Hingga 2027

Rabu, 16 September 2026 - 16:07 WIB

Kuliah Umum UCM: Appi Bongkar Rahasia Bangun Karier, Leadership, Networking dan Berani Ambil Peluang

Selasa, 15 September 2026 - 16:29 WIB

Disdik Makassar Cabut PJJ, Siswa TK-SMP Kembali Sekolah Tatap Muka Mulai Tanggal 16 Besok

Selasa, 15 September 2026 - 16:26 WIB

Appi Fokuskan Penanganan Kekeringan, Kerahkan 25 Armada Layani Kekeringan di 58 Kelurahan

Senin, 14 September 2026 - 18:36 WIB

TP PKK Makassar Edukasi Kader tentang Bahaya dan Modus Perdagangan Orang

Berita Terbaru