Distribusi Air Bersih di Makassar Tembus 3.802 KK, Respons Cepat Pemkot Kian Diperluas

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

antrean air bersoh yang disediakan Pemerintah Kota Makassar

antrean air bersoh yang disediakan Pemerintah Kota Makassar

Makassar, allnatsar.id — Pemerintah Kota Makassar melalui BPBD, terus memperluas operasi penanganan Tanggap Darurat Bencana (TDB) kekeringan dengan meningkatkan cakupan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M. Fadli Tahar, mengatakan distribusi air bersih yang sebelumnya berada pada kisaran 50 hingga 70 titik per hari, kini meningkat signifikan hingga mencapai 157 titik dalam satu hari.

“Apa yang kami lakukan, sesuai arahan bapak Wali Kota (pak Munafri). Hari ini distribusi air bersih sudah mencapai 157 titik. Ini adalah bentuk nyata bahwa pemerintah Kota terus meningkatkan kapasitas respons sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).

Peningkatan tersebut menjadi bagian dari respons cepat Pemkot Makassar terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah.

“Kita tidak boleh berhenti bergerak selama masih ada warga yang membutuhkan air bersih,” jelas Fadli.

Menurutnya, pergerakan operasi distribusi air bersih menunjukkan pola peningkatan yang cukup signifikan, dari sekitar 50 titik, kemudian 70 titik, hingga kini mencapai 157 titik per hari.

Baca Juga :  Pemkot dan Polrestabes Makassar Mantapkan Sinergi Wujudkan Kota Aman dan Melayani

Dengan total penerima manfaat mencapai 3.802 kepala keluarga (KK) atau 12.939 jiwa.

Jumlah titik distribusi tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kami BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan, memetakan kebutuhan air bersih, serta mengarahkan armada distribusi ke wilayah yang membutuhkan,” tuturnya.

Ditambahkan, pendekatan tersebut dilakukan agar operasi TDB kekeringan tidak berjalan secara statis, tetapi mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi di lapangan.

Operasi distribusi air bersih juga dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), PMI, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), PDAM, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta para relawan.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam mempercepat penyaluran air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Fadli menegaskan, dalam kondisi tanggap darurat, kebutuhan masyarakat dapat berubah dari hari ke hari.

Baca Juga :  Munafri: TP PKK Harus Jadi "Kawah Candradimuka" Pembentuk Keluarga Berkualitas

Karena itu, pola distribusi terus dikembangkan agar lebih cepat, terukur, adaptif, dan berbasis kondisi aktual di lapangan.

“Ketika jumlah titik kebutuhan meningkat, kapasitas operasi juga akan ditingkatkan,” katanya.

“Jadi, 157 titik hari ini bukan sekadar angka, tetapi menggambarkan semakin luasnya jangkauan pelayanan pemerintah dalam menghadapi dampak kekeringan,” sambung Fadli.

Pemkot Makassar memastikan penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama kondisi darurat masih membutuhkan intervensi pemerintah.

Bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, air bukan sekadar bantuan, melainkan kebutuhan dasar untuk bertahan dan menjalani aktivitas sehari-hari.

“Karena itu, kami memastikan kebutuhan tersebut tetap menjadi prioritas selama masa tanggap darurat kekeringan berlangsung,” jelasnya.

Untuk mempercepat penyampaian informasi dari masyarakat, Pemkot Makassar juga membuka sejumlah kanal pengaduan.

Warga dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi Lontara+ sebagai layanan terpadu satu kota satu aplikasi.

Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi hotline darurat 112 atau nomor layanan 08155112112. Selain itu, ada link tersedia https://bit.ly/FormDistribusiAirBersih2026

Berita Terkait

Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor
Membaca Ulang Pangadereng di Tengah Perubahan Zaman
HIPMI Sulsel Gandeng Coach Armala, Perkuat Kaderisasi Kepemimpinan Pengusaha Muda
Kuasa Hukum Korban Investasi MBG, Ajukan Gugatan Minta Hak dan Keadilan Kliennya Ditegakkan
Kemarau Panjang, PDAM Makassar Kerahkan Tangki dan Pickup Salurkan Air Gratis ke Lorong-lorong Warga
Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Dinas PU Makassar Bangun 65 Lokasi Sumur Bor Hingga 2027
TP PKK Makassar Kampanyekan Pemilahan Sampah Rumah Tangga dan Pengembangan Daur Ulang
Appi Fokuskan Penanganan Kekeringan, Kerahkan 25 Armada Layani Kekeringan di 58 Kelurahan
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor

Selasa, 29 September 2026 - 22:58 WIB

Membaca Ulang Pangadereng di Tengah Perubahan Zaman

Senin, 28 September 2026 - 20:29 WIB

HIPMI Sulsel Gandeng Coach Armala, Perkuat Kaderisasi Kepemimpinan Pengusaha Muda

Minggu, 27 September 2026 - 21:26 WIB

Kuasa Hukum Korban Investasi MBG, Ajukan Gugatan Minta Hak dan Keadilan Kliennya Ditegakkan

Selasa, 22 September 2026 - 15:26 WIB

Kemarau Panjang, PDAM Makassar Kerahkan Tangki dan Pickup Salurkan Air Gratis ke Lorong-lorong Warga

Berita Terbaru