Walikota Munafri: Makassar Butuh Stadion, Ruang Olahraga Anak Muda

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam Seminar Internasional

Foto: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam Seminar Internasional "Competitive Generations" Universitas Bosowa

Makassar, allnatsar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan sejumlah program unggulan pembangunan Kota Makassar, dalam Seminar Internasional “Competitive Generations” yang digelar dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Bosowa, Selasa (30/9/2025).

Dalam paparannya, Munafri menekankan bahwa kondisi Makassar sebagai kota besar yang terus tumbuh pesat memerlukan strategi pembangunan yang berorientasi pada penyelesaian masalah perkotaan sekaligus menciptakan ruang bagi generasi muda agar tetap kompetitif.

“Makassar akan terus tumbuh, tetapi pertumbuhan ini juga akan membawa tantangan. Kemacetan, parkir liar, hingga persoalan sosial lainnya harus ditangani secara serius. Pemerintah kota berkomitmen untuk menghadirkan solusi konkret,” tegasnya.

Menurut Munafri, salah satu tantangan nyata yang dihadapi Makassar saat ini adalah persoalan sosial yang kerap muncul di ruang publik. Parkir liar yang marak, hingga gesekan sosial antarwarga menjadi perhatian khusus pemerintah kota.

“Persoalan-persoalan sosial inilah yang harus disentuh dengan baik. Parkir liar, misalnya, jangan dibiarkan berkembang liar, tapi ditata agar masyarakat merasa nyaman. Ini komitmen pemerintah kota,” ungkapnya.

Selain itu, Appi menekankan kebutuhan masyarakat, khususnya anak muda, terhadap “ruang ketiga” (third place), ruang alternatif di luar rumah dan kantor/sekolah yang dapat menjadi tempat berinteraksi, berekspresi, sekaligus mengembangkan kreativitas.

“Anak-anak muda sekarang butuh ruang ketiga. Makassar harus menyiapkan ruang yang bisa menjadi wadah berkumpul, berdiskusi, sekaligus mengembangkan diri. Ini bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua DPD II Golkar Kota Makassar itu, juga menuturkan, keterbatasan infrastruktur olahraga di Makassar. Menurutnya, sulitnya menemukan fasilitas olahraga representatif membuat Makassar, kehilangan kesempatan menjadi tuan rumah berbagai event besar, termasuk olahraga internasional.

Baca Juga :  DPPKB Makassar Lakukan Monitoring dan Evaluasi Program LOPIS untuk Perkuat Pengendalian Stunting

“Kami pernah mencoba mendatangkan grup basket internasional, tapi terkendala karena tidak ada gedung olahraga yang memadai. Begitu juga dengan sepak bola,” tuturnya.

“PSM Makassar setiap tahun ikut turnamen internasional, tetapi tidak pernah bisa menjadikan Makassar sebagai tuan rumah karena stadion kita belum representatif,” tambah dia.

Ia menambahkan, pembangunan stadion modern tidak hanya soal olahraga, melainkan juga membawa dampak ekonomi dan memperkuat citra Makassar di mata dunia.

Di akhir sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi kepada Universitas Bosowa yang telah menghadirkan ruang akademik untuk membahas tema besar pembangunan generasi kompetitif.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kota.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Bosowa. Kami ingin terus membangun kolaborasi, karena pertumbuhan kota hanya bisa dicapai jika seluruh segmen bergerak bersama,” ajak Appi.

Pada kesempatan ini, Appi menegaskan pentingnya penataan ruang kota yang lebih terarah demi menjawab tantangan pertumbuhan Makassar sebagai kota terbesar di Indonesia Timur.

Ia menyebut, dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa dan posisi strategis sebagai pintu gerbang Kawasan Timur Indonesia, Makassar harus segera memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

“Makassar ini salah satu kota besar yang belum punya pedoman detail tata ruang. Insya Allah tahun depan RDTR sudah bisa selesai, sehingga pembangunan berjalan dengan kaidah yang jelas,” ujar Munafri.

Menurutnya, keberadaan RDTR akan menjadi panduan penting bagi investor maupun masyarakat. Pembangunan hotel, pabrik, hingga gudang tidak lagi bisa dilakukan sembarangan.

Baca Juga :  DPPKB Makassar Hadiri Diseminasi Analisis Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Kecamatan

“Kota ini harus tertata. Tidak boleh lagi ada pabrik di tengah kota. Semua harus sesuai zonasi,” tegasnya.

Politisi Golkar itu menjelaskan, Makassar sejak lama dikenal sebagai kota perdagangan dan kini bertransformasi menjadi kota jasa. Hal itu menjadikan masyarakatnya heterogen dan kompleks.

Karena itu, tata kota yang baik dibutuhkan untuk mengurai persoalan sosial, mengantisipasi urbanisasi, sekaligus memaksimalkan pelayanan publik.

Lebih jauh, ia memaparkan strategi pemerintah kota untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi.

Mengingat Makassar tidak memiliki lahan pertanian atau tambang, maka sektor perdagangan, jasa, dan investasi menjadi kunci.

“Kalau investasi tumbuh, pendapatan per kapita naik, daya beli masyarakat meningkat, kesejahteraan juga tercapai,” katanya.

Selain tata ruang, Munafri menegaskan Makassar juga disiapkan sebagai kota transit sekaligus tujuan pendidikan, kesehatan, dan event berskala besar di Indonesia Timur.

Pemerintah kota menargetkan setiap bulan terselenggara satu event besar dengan minimal 10 ribu peserta. Untuk itu, disiapkan insentif Rp5 miliar per bulan guna mendukung penyelenggaraan kegiatan.

“Kita ingin hotel-hotel penuh, UMKM laku, pariwisata bergerak, dan ekonomi warga ikut terdongkrak. Inilah efek domino yang kita harapkan,” jelas Munafri.

Tak hanya mengandalkan pantai dan sunset, Pemkot Makassar juga mulai menggarap potensi wisata sungai dan event internasional.

Munafri bahkan sempat memaparkan gagasan tersebut dalam pertemuan wali kota dunia di Vienna, Austria.

Visi yang dibawa, kata dia, adalah menjadikan Makassar sebagai kota unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan, yang mampu berkolaborasi dengan daerah lain di Kawasan Timur Indonesia.

Berita Terkait

Ketua Umum IKA SMP Negeri 23 Makassar Salurkan Beasiswa untuk Siswa-Siswi Berprestasi
Atlet Cricket Kota Makassar Jalani Tes dan Pengukuran Kondisi Fisik Menuju PORPROV XVII Sulawesi Selatan 2026
Semarak Wisuda ke-XXXI STAI DDI Jeneponto: Ratusan Sarjana Resmi Dilantik, Diwarnai Tradisi Unik Arak-arakan Keluarga
Pengurus KONI Jeneponto 2026–2030 Dilantik, Bupati Ajak Satukan Semangat Raih Prestasi
Pemkab Jeneponto dan Dewan Profesor Unhas Bahas Solusi Ilmiah untuk Percepatan Pembangunan Daerah
Roadshow Pembagian Seragam Gratis Berlanjut, Bupati Jeneponto Tinjau Langsung Kondisi Sekolah dan Serap Aspirasi Siswa
Spanyol Rajai Dunia: Gol Drama Ferran Torres Tumbangkan Argentina di Final Piala Dunia 2026
Pemkot Makassar Hadirkan Sao Raja Tana Daeng Festival 2026, Aliyah Mustika Ilham: Budaya Adalah Amanah yang Harus Dijaga
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:50 WIB

Ketua Umum IKA SMP Negeri 23 Makassar Salurkan Beasiswa untuk Siswa-Siswi Berprestasi

Senin, 27 Juli 2026 - 06:03 WIB

Atlet Cricket Kota Makassar Jalani Tes dan Pengukuran Kondisi Fisik Menuju PORPROV XVII Sulawesi Selatan 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:53 WIB

Semarak Wisuda ke-XXXI STAI DDI Jeneponto: Ratusan Sarjana Resmi Dilantik, Diwarnai Tradisi Unik Arak-arakan Keluarga

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:55 WIB

Pengurus KONI Jeneponto 2026–2030 Dilantik, Bupati Ajak Satukan Semangat Raih Prestasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:38 WIB

Pemkab Jeneponto dan Dewan Profesor Unhas Bahas Solusi Ilmiah untuk Percepatan Pembangunan Daerah

Berita Terbaru