Wali Kota Munafri Dorong Sinergi PPNI dan Pemkot Perkuat Mitigasi Bencana Kesehatan

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (tengah, berbaju putih), berfoto bersama jajaran pengurus DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar usai audiensi di Balai Kota Makassar, Rabu (18/6/2025). Pertemuan membahas penguatan sinergi dalam penanganan dan mitigasi bencana kesehatan di Kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (tengah, berbaju putih), berfoto bersama jajaran pengurus DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar usai audiensi di Balai Kota Makassar, Rabu (18/6/2025). Pertemuan membahas penguatan sinergi dalam penanganan dan mitigasi bencana kesehatan di Kota Makassar.

Makassar, allnatsar.id — Pemerintah Kota Makassar terus membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk dalam penanganan bencana.

Salah satu mitra strategis yang turut ambil bagian adalah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar.

Dalam pertemuan dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Ketua DPD PPNI Kota Makassar, Dr. Hamzah Tasa, S.Kep.Ns., M.Kes, menyampaikan komitmen penuh organisasi profesi ini untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan Kota Sehat, khususnya dalam aspek mitigasi dan penanganan bencana kesehatan.

“Kami dari PPNI selalu bersinergi dengan pemerintah. Kami hadir memberikan komitmen bahwa perawat siap berkontribusi dalam menciptakan masyarakat sehat dan tangguh bencana,” tegas Dr. Hamzah, di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (18/6/2025).

Sinergi antara PPNI dan Pemkot Makassar menjadi langkah strategis membangun sistem kesehatan tangguh dan responsif terhadap ancaman bencana, serta memastikan masyarakat mendapat perlindungan yang optimal.

Ia menjelaskan bahwa PPNI telah memiliki struktur khusus, yakni Badan Penanggulangan Bencana, yang bergerak cepat saat terjadi bencana.

Tenaga keperawatan PPNI tersebar di titik strategis dan telah berpengalaman terlibat dalam berbagai penanganan darurat bersama Dinas Kesehatan.

Baca Juga :  Jaga Citra Kota, Wali Kota Makassar Terapkan Sertifikat Standar Higienitas di Rumah Makan

“Kami selalu berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan saat terjadi bencana. Ini adalah kerja kolektif berbasis masyarakat. Kami juga memiliki komunitas tenaga kesehatan yang fokus menangani mitigasi dan kebencanaan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Hamzah juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga perawat, terutama dalam menghadapi situasi bencana yang berkaitan erat dengan nyawa manusia.

Ia berharap kolaborasi dengan Pemkot dan Pemprov Sulsel dapat menciptakan program pelatihan berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas SDM keperawatan.

“Kami berharap ke depan, PPNI bisa terus dilibatkan dalam berbagai event pemerintah, baik dalam aspek promotif maupun preventif, termasuk mitigasi bencana kesehatan,” harapnya.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat sistem layanan kesehatan di kota ini, termasuk dalam menghadapi potensi bencana.

Hal itu disampaikan saat menerima audiensi dari jajaran DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar.

Menurut Munafri, dukungan terhadap penyelenggaraan layanan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk dari organisasi profesi seperti PPNI yang menaungi para perawat.

Baca Juga :  Hari Kesiapsiagaan Bencana 2025, Munafri Minta BPBD Siap Siaga Dimulai dari Lingkungan Masyarakat

“Supporting terhadap penyelenggaraan kesehatan menjadi tanggung jawab kolektif. Profesi perawat adalah garda terdepan, maka kita butuh peningkatan kompetensi dan standarisasi, baik di puskesmas maupun rumah sakit,” ujar Munafri.

Ia menyampaikan bahwa selain penanganan bencana, aspek pencegahan (preventif) juga harus menjadi fokus. Pelayanan kesehatan, kata dia, tidak hanya hadir saat masyarakat sakit, tetapi harus mampu membangun sistem yang kuat sejak awal.

“Kita ingin pelayanan kesehatan semakin baik, karena perhatian kita kepada masyarakat juga harus meningkat. Maka kita harap kolaborasi dengan profesi perawat bisa lebih konkret, terutama dalam mendukung upaya mitigasi bencana,” tuturnya.

Munafri menilai peran perawat sangat strategis dalam penanganan dan edukasi kesehatan di masyarakat, apalagi di tengah dinamika bencana alam dan non-alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Dengan sinergi antara Pemkot Makassar dan PPNI, diharapkan terbentuk sistem layanan kesehatan yang tangguh, responsif, dan siap menghadapi segala situasi darurat,” imbuh Appi.

Berita Terkait

Gelar Ngopi Bareng, Pemkab Jeneponto Salurkan 200 Unit Pompa Air untuk Petani
Semarak HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Bedah 419 Rumah hingga Nikah Massal Gratis
Wali Kota Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun
Bupati Jeneponto Lantik Tiga Pejabat, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Publik
Milad ke-60 KAHMI, Wali Kota Appi Buka Ruang Kritik dan Gagasan untuk Pembangunan Makassar
Bupati Paris Yasir Buka Kompetisi Inovasi Daerah 2026, Dorong OPD Hadirkan Terobosan Berdampak Nyata
Berdayakan dan Lindungi Pekerja Rentan, Makassar Raih Terbaik I Jamsostek Award 2026
Di Hadapan Praja Muda IPDN, Appi Paparkan Sapta MULIA: Makassar Harus Jadi Ruang Tamu Indonesia
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Gelar Ngopi Bareng, Pemkab Jeneponto Salurkan 200 Unit Pompa Air untuk Petani

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Wali Kota Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Bupati Jeneponto Lantik Tiga Pejabat, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Publik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Milad ke-60 KAHMI, Wali Kota Appi Buka Ruang Kritik dan Gagasan untuk Pembangunan Makassar

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Bupati Paris Yasir Buka Kompetisi Inovasi Daerah 2026, Dorong OPD Hadirkan Terobosan Berdampak Nyata

Berita Terbaru