Dari Jalanan Menuju Jaminan: Wali Kota Makassar Siapkan Perlindungan untuk Penyanyi Jalanan

- Jurnalis

Selasa, 22 Juli 2025 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama jajaran dan perwakilan KPJ Makassar berfoto usai audiensi membahas skema perlindungan jaminan hari tua (JHT) bagi pekerja seni jalanan, di Balai Kota Makassar, Selasa (22/7/2025).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama jajaran dan perwakilan KPJ Makassar berfoto usai audiensi membahas skema perlindungan jaminan hari tua (JHT) bagi pekerja seni jalanan, di Balai Kota Makassar, Selasa (22/7/2025).

MAKASSAR, allnatsar.id – Kepedulian terhadap kelompok pekerja rentan kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Makassar. Kali ini, perhatian khusus diberikan kepada para pelaku seni jalanan yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari wajah budaya kota.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan keseriusannya dalam menghadirkan skema perlindungan jaminan hari tua (JHT) bagi Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Makassar melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Munafri mengatakan, Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot dalam memperluas cakupan perlindungan sosial bagi pekerja informal, termasuk mereka yang berkontribusi lewat seni dan musik di ruang publik.

“Tak sekadar bentuk penghargaan, tetapi juga upaya menjamin masa depan yang lebih aman bagi para pelaku seni,” ujar Munafri, saat menerima KPJ di kantor Balai Kota, Selasa (22/7/2025).

Lebih lanjut Appi menegaskan, keseriusannya Pemkot Makassar untuk menyiapkan skema bantuan atau kuota jaminan hari tua (JHT) melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota KPJ Makassar.

“Pekerja seni adalah profesi yang patut dihargai. Mereka punya kontribusi dalam menjaga ruang seni dan hiburan masyarakat. Pemerintah harus hadir memberi dukungan, termasuk melalui jaminan sosial,” jelas Munafri.

Wali Kota menekankan, bahwa profesi penyanyi jalanan bukan sekadar hiburan di ruang publik, melainkan bagian dari ekosistem seni yang perlu dikembangkan dan dilindungi.

Dengan adanya skema perlindungan JHT, anggota KPJ akan memiliki jaminan sosial di masa tua, sebagaimana halnya pekerja formal lainnya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari program besar Pemkot Makassar dalam mendorong perlindungan menyeluruh bagi pekerja rentan, termasuk. Pekerja sektor informal, Non-ASN, RT/RW, Pengemudi ojek, dan Pedagang kecil.

Baca Juga :  Wujudkan Lansia Mandiri dan Bahagia, Kadis PPKB Makassar Launching Sekolah Lansia Mutiara Senja di Kecamatan Ujung Tanah

Tahun 2025 ini, target ditingkatkan menjadi 62 persen, yang berarti masih ada sekitar 45 ribu penerima manfaat tambahan yang harus didorong masuk ke dalam program ini.

Program ini mencerminkan pendekatan humanis Pemerintah Kota Makassar, yang tidak hanya fokus pada infrastruktur dan layanan publik, tetapi juga pada perlindungan martabat dan masa depan warga, tanpa memandang jenis profesi.

“Kita tidak boleh membiarkan ada pekerja yang tidak terlindungi. Kita ingin Makassar menjadi kota yang inklusif dan menjamin kesejahteraan semua warganya, termasuk para pekerja seni,” tegasnya.

Dalam kesempatan audiensi bersama Wali Kota Makassar, Ketua KPJ Makassar, Bahar Karca, menyampaikan aspirasi penting mengenai perlindungan sosial, terutama jaminan hari tua (JHT).

Selama ini, mayoritas anggota KPJ belum memiliki akses terhadap BPJS Ketenagakerjaan, padahal mereka adalah pekerja aktif yang menggantungkan hidup dari performa harian di ruang publik.

“Kami apresiasi kepedulian pak Wali Kota, Pak Wali bisa mengakomodir kebutuhan ini. Bagi kami, jaminan hari tua bukan hanya soal masa depan, tetapi juga bentuk penghargaan atas profesi kami sebagai musisi,” jelas Bahar.

KPJ Makassar terus menunjukkan eksistensinya sebagai komunitas seni jalanan yang aktif, kreatif, dan berdampak sosial.

Sebagai komunitas yang berbasis di jalanan, KPJ Makassar tak hanya berkarya secara lokal, tetapi juga berjejaring lintas Provinsi.

“Kami ingin membuktikan bahwa musisi jalanan bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang ekspresi, perlawanan, dan penyampaian pesan sosial yang tulus dari rakyat,” tambah Bahar.

Baca Juga :  Safari Subuh Hari ke-11 Ramadan, Munafri Ajak Takmir Masjid Aktif Bina Generasi Muda

Pada kesempatan ini, ia menuturkan. Menjelang usia yang ke-19 tahun, KPJ Makassar tengah mempersiapkan dua agenda besar: Musyawarah Besar (Mubes) dan Milad ke-19 KPJ, yang direncanakan berlangsung di Taman Hasanuddin.

Bahar Karca, menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Kota Makassar, khususnya kepada Wali Kota Munafri Arifuddin, untuk dapat melantik langsung pengurus baru KPJ dalam agenda Mubes nanti.

“Alhamdulillah, Pak Wali merespons dengan sangat cepat dan terbuka. Kami sangat berharap beliau dapat hadir dan memberikan semangat langsung kepada para pengurus dan musisi jalanan yang selama ini bekerja keras menghidupkan budaya musik di ruang publik,” ujar Bahar.

Agenda Milad nanti akan diisi dengan berbagai penampilan karya musisi jalanan, pemutaran film dokumenter, diskusi seni, serta kolaborasi lintas komunitas.

Bahkan, KPJ juga akan mengundang tamu-tamu dari luar Sulawesi Selatan sebagai bentuk pertukaran kreativitas dan solidaritas antar wilayah.

“Menjelang usia yang ke-19 tahun, KPJ Makassar tengah mempersiapkan dua agenda besar: Musyawarah Besar (Mubes) dan Milad ke-19 KPJ, yang direncanakan berlangsung di Taman Hasanuddin,” tuturnya.

Melalui dua agenda besar ini, KPJ Makassar berharap agar hubungan antara komunitas seni dan pemerintah dapat semakin erat. Dukungan dari Pemkot dinilai bukan hanya dalam bentuk kehadiran.

Tetapi juga skema bantuan sosial dan fasilitasi kegiatan seni, agar para pelaku seni jalanan dapat terus berkarya tanpa kehilangan arah atau keamanan sosial.

“Kami percaya, Makassar adalah rumah yang ramah untuk para seniman. Semoga ke depan, KPJ dan pemerintah bisa berjalan beriringan,” tutup Bahar Karca.

Berita Terkait

Jelang Hajatan Makassar Tuan Rumah IGS, Munafri Harap Kolaborasi APINDO Gaet Investasi
SMA Negeri 1 Kaimana Papua Barat Kunjungi SMA Negeri 2 Makassar, Perkuat Silaturahmi dan Wawasan Pendidikan
Sinergi Konservasi Fakultas Pertanian UIT dan Balai TN Bantimurung Bulusaraung: Dari Ruang Kuliah untuk Kelestarian Alam
SPMB Makassar 2026 Dibuka 8 Juni, Disdik Minta Orang Tua Segera Buat Akun dan Siapkan Dokumen
Gandeng Sekolah Swasta Saat SPBM, Pemkot Makassar Biayai Siswa Tak Tertampung di Sekolah Negeri
Hadiri Sannipata Waisak, Wali Kota Makassar Tegaskan Makassar Rumah Bersama dan Kota Toleransi
Iduladha 2026: Pemkot Makassar Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat dan Cleaning Service
Maknai Idul Adha, Appi Ajak Warga Makassar Rawat Persatuan dan Semangat Berbagi kepada Sesama
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:53 WIB

Jelang Hajatan Makassar Tuan Rumah IGS, Munafri Harap Kolaborasi APINDO Gaet Investasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:22 WIB

SMA Negeri 1 Kaimana Papua Barat Kunjungi SMA Negeri 2 Makassar, Perkuat Silaturahmi dan Wawasan Pendidikan

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:09 WIB

Sinergi Konservasi Fakultas Pertanian UIT dan Balai TN Bantimurung Bulusaraung: Dari Ruang Kuliah untuk Kelestarian Alam

Senin, 8 Juni 2026 - 05:29 WIB

SPMB Makassar 2026 Dibuka 8 Juni, Disdik Minta Orang Tua Segera Buat Akun dan Siapkan Dokumen

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:17 WIB

Gandeng Sekolah Swasta Saat SPBM, Pemkot Makassar Biayai Siswa Tak Tertampung di Sekolah Negeri

Berita Terbaru