Integritas Birokrasi Jadi Komitmen Munafri dalam Pelantikan 9 Pejabat Definitif

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberikan keterangan pers usai melantik sembilan pejabat definitif Pemkot Makassar.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberikan keterangan pers usai melantik sembilan pejabat definitif Pemkot Makassar.

MAKASSAR, allnatsar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, melantik dan mengambil sumpah/janji sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Pemkot Makassar di Kantor Balai Kota, Selasa (9/9/2025).

Pelantikan ini terbilang istimewa. Selain mengukuhkan sembilan pejabat yang sebelumnya berstatus Pelaksana Tugas (Plt), momen tersebut juga berlangsung pada tanggal cantik, 9 September, sehingga menambah kesan bersejarah.

Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa Mahmud, Wakil Ketua DPRD Makassar Andi Suharmika, Dandim 1408 Makassar Kolonel Inf Franki Susant, serta jajaran Forkopimda.

Usai melantik 9 pejabat baru, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melakukan pertemuan tertutup atau briefing bersama bawahannya yang baru dilantik, di ruangan kerja Wali Kota.

Munafri menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada pejabat baru agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Alhamdulillah, seluruh pejabat eselon II di Kota Makassar kini sudah terisi secara definitif. Saya berharap mereka semua mampu menjalankan amanah dengan baik dan fokus pada pelayanan masyarakat,” tutur Appi, usai pelantikan.

Baca Juga :  Harga Minyak Terjun Bebas Usai Iran Serang Pangkalan AS di Qatar, Pasar Takut Tapi Tetap Berharap Damai

Dalam momentum pelantikan sembilan pejabat definitif lingkup Pemerintah Kota Makassar, Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan komitmennya menjaga integritas birokrasi. Ia memastikan setiap proses pengisian jabatan dilakukan secara transparan, objektif, dan bebas dari praktik jual-beli jabatan.

Munafri menekankan, jabatan di pemerintahan adalah amanah sekaligus tanggung jawab besar kepada masyarakat, bukan ruang untuk kepentingan pribadi.

Karena itu, ia berkomitmen menghadirkan sistem yang bersih agar pejabat yang benar-benar berkompeten mendapat tempat sesuai kapasitasnya.

Munafri memastikan, pengisian jabatan di lingkup Pemkot Makassar akan berjalan secara transparan dan bebas dari praktik jual-beli jabatan.

“Selama saya ada di sini, tidak boleh ada yang namanya transaksional dalam jabatan. Kita ingin orang-orang yang berkemampuan mendapat tempat yang tepat, bukan karena transaksi. Itu janji saya,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, Appi juga menepis anggapan bahwa proses pelantikan berlangsung terburu-buru, mengingat pengumuman baru dilakukan sehari sebelumnya.

“Kalau bisa cepat, kenapa harus ditunda? Justru dengan cepat, para pejabat bisa segera berkonsolidasi di tempat barunya masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga :  Investor China Lirik Proyek Stadion Makassar di Untia, Siap Kirim Tim Khusus untuk Desain dan Persiapan

“Logikanya sederhana, tidak mungkin kita lakukan ini kalau aturan-aturan dari BKN tidak terpenuhi,” tambah dia.

Ia menambahkan, proses pelantikan pejabat eselon II akan berdampak pada pergeseran di level bawah, termasuk jabatan sekretaris OPD maupun lurah yang otomatis kosong setelah pejabatnya naik.

Ini bagian dari dinamika organisasi. Memang tidak mudah mencari orang yang tepat, karena semua harus saling mensupport.

“Kami akan segera melakukan seleksi internal untuk mengisi jabatan yang kosong agar putaran birokrasi tetap berjalan maksimal,” ungkapnya.

Dengan pelantikan ini, struktur birokrasi Pemkot Makassar semakin lengkap. Selanjutnya, proses pengisian jabatan sekretaris hingga lurah akan segera dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Terkait adanya dua pejabat yang bergeser posisi, yakni di Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarmat) serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Munafri menegaskan bahwa keputusan diambil berdasarkan scoring tim penilai.

“Kita melihat hasil dari scoring yang disampaikan tim, lalu kita mengambil keputusan. Itu semua dilakukan agar mereka bisa lebih maksimal melaksanakan tugasnya,” jelasnya.

Berita Terkait

Gerak Cepat Munafri, THR ASN hingga PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Waktu Mulai Dicairkan
Pemkot Makassar Tetapkan Zakat Fitrah 2026: Mulai Rp40 Ribu – Rp56 Ribu, Setara 4 Liter Beras per Jiwa
Pemkot Makassar Percepat Penanganan Banjir Manggala, Drainase Blok 8 dan 10 Dibehani
Tegaskan Makassar Lakomotif Pembangunan Indonesia Timur, Munafri Fokuskan RKPD 2027 pada Empat Pilar
Wali Kota Makassar Tekankan Standarisasi Layanan dan Keselamatan Transportasi
Perkuat Soliditas: KNPI Sulsel Gelar Silaturahmi Pengurus di Bawah Kepemimpinan Fadel Muhammad Taufan
DJP Sulselbartra Apresiasi Pemkot Makassar, Munafri Jadi Panutan Lapor SPT Lebih Awal
Pemkot Makassar-Kemenhub Rakor Bahas Percepatan Revitalisasi Terminal Daya
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 03:28 WIB

Gerak Cepat Munafri, THR ASN hingga PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Waktu Mulai Dicairkan

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:00 WIB

Pemkot Makassar Tetapkan Zakat Fitrah 2026: Mulai Rp40 Ribu – Rp56 Ribu, Setara 4 Liter Beras per Jiwa

Senin, 9 Maret 2026 - 13:28 WIB

Pemkot Makassar Percepat Penanganan Banjir Manggala, Drainase Blok 8 dan 10 Dibehani

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:58 WIB

Tegaskan Makassar Lakomotif Pembangunan Indonesia Timur, Munafri Fokuskan RKPD 2027 pada Empat Pilar

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:37 WIB

Wali Kota Makassar Tekankan Standarisasi Layanan dan Keselamatan Transportasi

Berita Terbaru