Jeneponto, allnatsar.id – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Jeneponto resmi menggelar Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) pada 06–07 Juni 2026.
Kegiatan yang berpusat di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto ini menjadi ajang penggemblengan intensif bagi para calon peserta Jambore Nasional (Jamnas) tahun 2026 utusan daerah berjuluk Bumi Turatea tersebut.
Sebanyak 48 anggota Pramuka penggalang terbaik Jeneponto, yang terdiri dari 24 putra dan 24 putri, ikut serta dalam perkemahan ini.
Mereka dijadwalkan akan mengikuti serangkaian kegiatan pembekalan, mulai dari penguatan mental, fisik, teknik kepramukaan (pionering dan navigasi), hingga latihan pentas seni budaya yang akan ditampilkan di tingkat nasional.
Langkah taktis ini diambil sebagai persiapan matang sebelum mereka dilepas menuju perhelatan akbar Jambore Nasional yang akan berlangsung pada tanggal 13–20 Agustus 2026 mendatang.
Dukungan Penuh Unsur Pimpinan Kwarcab
Pembukaan Persami ini dihadiri langsung oleh jajaran inti pengurus Kwarcab Jeneponto, di antaranya Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Jeneponto, Alamsyah Jafar, SE., MM., Wakil Ketua Kwarcab, Muh. Rais, S.Pd., serta Sekretaris Kwarcab, Pattahinddi, SE., M.Si.

Dalam arahannya, Ketua Harian Kwarcab Jeneponto, Alamsyah Jafar, memberikan motivasi besar kepada seluruh calon peserta. Beliau menekankan bahwa menjadi utusan daerah di ajang nasional adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
“Kalian adalah putra-putri terbaik pilihan Kabupaten Jeneponto. Melalui Persami ini, kita tidak hanya mengasah keterampilan teknis kepramukaan, tetapi juga membentuk karakter, kekompakan tim, dan mentalitas juara. Tunjukkan bahwa Pramuka Jeneponto siap bersinar dan membawa nama baik daerah di kancah nasional pada Agustus mendatang,” ujar Alamsyah Jafar membakar semangat para peserta.
Di tempat yang sama, Sekretaris Kwarcab Jeneponto, Pattahinddi, menambahkan bahwa kuota 48 peserta ini merupakan komposisi seimbang yang diharapkan mampu berkolaborasi dengan baik selama di perkemahan maupun saat Jamnas nanti.
Narasi pendukung yang dibangun dalam pelatihan ini menitikberatkan pada kemandirian, kedisiplinan, dan pengenalan budaya lokal agar para peserta siap menjadi duta budaya Jeneponto di tingkat nasional.
Selama dua hari pelaksanaan Persami, suasana Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto tampak hidup dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Meskipun dihadapkan pada jadwal latihan yang padat, riuh yel-yel dan semangat gotong royong khas Pramuka terus bergaung, menandakan kesiapan penuh kontingen Jeneponto menuju Jambore Nasional 2026.
(Penulis: Maryullah Sahran, S.E / Biro Jeneponto)









