Makassar, allnatsar.id – Tim nasional Portugal sukses memetik kemenangan tipis yang mendebarkan saat menjamu Kroasia dalam laga lanjutan kompetisi internasional. Sempat tertinggal lebih dulu, skuad asuhan Roberto Martinez berhasil bangkit dan menyudahi pertandingan dengan skor 2-1 berkat gol penentu di masa injury time.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Kroasia lebih dulu membungkam publik tuan rumah pada menit ke-53 lewat aksi Ivan Perisic. Gol tersebut sempat membuat Portugal tersengat dan meningkatkan intensitas serangan mereka.
Momen kebangkitan Seleccao das Quinas dimulai pada menit ke-68. Berawal dari situasi sepak pojok, gelandang Kroasia, Nikola Vlasic, dinilai menjatuhkan bek muda Portugal, Renato Veiga, di dalam kotak terlarang.
Skuad asuhan Zlatko Dalic sebenarnya tampil disiplin dengan motor serangan Luka Modric di lini tengah. Namun, tekanan bertubi-tubi Portugal di menit-menit akhir memaksa lini belakang Kroasia melakukan kesalahan fatal di penghujung laga.
Setelah melakukan peninjauan Video Assistant Referee (VAR), wasit akhirnya menunjuk titik putih. Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor dengan tenang mengecoh penjaga gawang Kroasia. Gol penalti ini sekaligus mengukuhkan torehan luar biasa sang kapten di panggung dunia.
Di usianya yang tidak lagi muda, Cristiano Ronaldo terbukti tetap menjadi tumpuan utama dalam situasi tekanan tinggi. Ketenangannya di titik putih menjadi bukti mengapa ia tetap menyandang ban kapten Portugal.
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, mentalitas juara Portugal berbicara. Tepat pada menit ke-90+4, penyerang pengganti Goncalo Ramos muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol dramatis yang memastikan kemenangan 2-1 untuk Portugal.
“Kami menunjukkan karakter yang luar biasa malam ini. Tertinggal dari tim sekelas Kroasia tidak pernah mudah, tetapi para pemain menolak untuk menyerah hingga detik terakhir,” ujar pelatih Portugal, Roberto Martinez, dalam sesi konferensi pers usai laga.
Sejak mengambil alih kursi kepelatihan Portugal, Roberto Martinez dikenal fleksibel dalam taktik. Media-media olahraga Eropa kerap memuji bagaimana Martinez mampu memaksimalkan kedalaman skuadnya, termasuk keputusan memasukkan Ramos di babak kedua yang terbukti krusial.
Dengan hasil ini, Portugal sukses mengamankan tiga poin penting dan menjaga tren positif mereka, sementara Kroasia harus pulang dengan kepala tegak meski gagal mempertahankan keunggulan.









