Mengusung tema “Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan, Perkuat Apa yang Sudah Berjalan”, kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar, kader TP PKK, serta ibu hamil dari Kecamatan Panakkukang, Tamalanrea, Biringkanaya, Tallo, Mamajang, hingga Kepulauan Sangkarrang.
Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, mengatakan edukasi mengenai ASI eksklusif merupakan langkah strategis untuk membangun generasi yang sehat sejak dalam kandungan. Menurutnya, masa kehamilan menjadi waktu yang tepat bagi calon ibu untuk mempersiapkan diri, tidak hanya menghadapi proses persalinan, tetapi juga memahami pentingnya memberikan ASI sebagai hak terbaik bagi bayi.
“Persiapan menjadi seorang ibu tidak hanya sebatas menunggu proses persalinan, tetapi juga mempersiapkan diri untuk memberikan hak terbaik bagi buah hati, yakni Air Susu Ibu (ASI). Karena itu, edukasi mengenai menyusui perlu diberikan sejak masa kehamilan agar para ibu lebih siap menghadapi proses tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Selain mengandung nutrisi yang lengkap, ASI juga memiliki antibodi alami yang berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal.
Indira berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai manfaat ASI eksklusif sekaligus memberikan bekal praktis dalam mempersiapkan proses menyusui sejak masa kehamilan.
“Dengan bekal informasi yang tepat, para ibu diharapkan semakin percaya diri dan siap memberikan ASI secara optimal kepada buah hati mereka,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ASI eksklusif membutuhkan dukungan berbagai pihak. Menurutnya, peran suami, keluarga, tenaga kesehatan, hingga lingkungan yang ramah terhadap ibu menyusui menjadi faktor penting dalam menciptakan keberhasilan pemberian ASI.
Karena itu, Indira mengajak para Ketua TP PKK Kecamatan dan kader yang mengikuti kegiatan tersebut untuk meneruskan edukasi yang diperoleh kepada masyarakat di wilayah masing-masing agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Dalam kegiatan ini, TP PKK Kota Makassar menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Sulawesi Selatan.
Penyuluh Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nuraeni, memaparkan pentingnya pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai panduan bagi ibu hamil dalam memantau kondisi kesehatan selama kehamilan, persalinan, hingga masa tumbuh kembang anak.
Sementara itu, anggota AIMI Sulawesi Selatan, dr. Astati Made Amin, menjelaskan manfaat ASI eksklusif sekaligus berbagai langkah yang dapat dilakukan calon ibu sejak masa kehamilan agar proses menyusui berjalan lancar setelah melahirkan.
Melalui kegiatan edukasi ini, TP PKK Kota Makassar berharap semakin banyak ibu yang memahami pentingnya ASI eksklusif dan mampu menerapkannya secara optimal. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan generasi Makassar yang sehat, cerdas, dan berkualitas sejak awal kehidupan.







