Melinda Aksa Tinjau TPS3R Kelurahan Untia, Dorong Sinergi Atasi Sampah dan Dukung Urban Farming

- Jurnalis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Kota Makassar, Ny. Melinda Aksa, berdiskusi dengan warga dan perangkat kelurahan saat kunjungan ke TPS3R Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya. Kunjungan ini bertujuan mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis komunitas dan mendukung pengembangan urban farming di kawasan pesisir.

Ketua TP PKK Kota Makassar, Ny. Melinda Aksa, berdiskusi dengan warga dan perangkat kelurahan saat kunjungan ke TPS3R Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya. Kunjungan ini bertujuan mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis komunitas dan mendukung pengembangan urban farming di kawasan pesisir.

Makassar, allnatsar.id – Ketua TP PKK Kota Makassar, Ny. Melinda Aksa, melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Jumat (27/6/25).

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen TP PKK Kota Makassar untuk mendukung upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang ramah lingkungan, sekaligus mendorong penguatan program urban farming dan ketahanan pangan di wilayah pesisir kota.

Dalam tinjauannya, Melinda didampingi oleh Camat Biringkanaya, Juliaman, Lurah Untia, Mulyadi Setiawan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, serta para PJS RT/RW. Mereka menyusuri berbagai titik pengelolaan sampah seperti bank sampah unit, TPS3R, hingga area pengolahan maggot dan lahan pertanian warga.

Melinda mengapresiasi sistem pengelolaan sampah yang sudah mulai berjalan, terutama pemilahan sampah dari rumah tangga, sistem penjemputan sampah organik oleh satgas kelurahan, serta proses distribusi ke bank sampah hingga TPS3R.

“Saya melihat Untia punya potensi besar menjadi wilayah percontohan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Sistemnya sudah mulai terbentuk, tinggal kita perkuat dan sinergikan dengan semua stakeholder,” ujar Melinda.

Baca Juga :  Dr. Natsar Desi Sosok Akademisi dan Konsultan Lingkungan Jadi Ketua Prodi MRIL Universitas Fajar

Ia menyoroti bahwa sampah dapur organik sebenarnya memiliki peluang tinggi untuk dimanfaatkan menjadi kompos dan pakan maggot. Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa 40-50 kg sampah dapur per hari sudah berhasil dikelola menjadi pupuk kandang dan pakan budidaya maggot.

“Kalau ini dilakukan rutin dan konsisten, Untia bisa mendekati zero waste. Tapi ini butuh dukungan semua pihak masyarakat, kelurahan, kecamatan, dan dinas. Kita harus duduk bersama menyusun strategi,” tegasnya.

Menurutnya, pengelolaan maggot juga bisa ditingkatkan dengan menambahkan bahan campuran tinggi protein, sementara lalat mati dari budidaya tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media tanam. Hal ini sejalan dengan konsep “circular economy” yang ramah lingkungan dan berdaya guna.

Selain itu, Melinda juga mengusulkan agar sistem penjemputan sampah anorganik dan organik dipisahkan waktunya agar tidak tercampur kembali, serta menambah unit bank sampah untuk memperluas jangkauan partisipasi warga.

Baca Juga :  Aliyah Mustika Ilham Dorong sinergi dengan Komunitas untuk Wujudkan Kota yang Inklusif dan Berkelanjutan

Ia menilai program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga bisa diintegrasikan dengan sektor perikanan, pertanian, dan ketahanan pangan rumah tangga. “Urban farming bisa dikembangkan di area ini, mendukung konsep mandiri pangan dan ekonomi berbasis komunitas,” tambahnya.

Di akhir kunjungannya, Melinda menekankan pentingnya peran edukasi dan pendampingan langsung ke masyarakat. “DLH dan semua perangkat harus hadir di tengah warga, memberikan penyuluhan yang konkret. Kita tidak bisa hanya instruksi, harus ada interaksi,” katanya.

Dengan jumlah warga sekitar 2.100 jiwa, Kelurahan Untia menjadi salah satu kawasan dengan kepadatan rendah di Kecamatan Biringkanaya, namun memiliki tantangan tersendiri seperti keterbatasan akses air bersih. Menurut Melinda, ini harus jadi perhatian lintas sektor agar pendekatan pembangunan bisa merata.

“Kita berharap Untia jadi contoh. Tidak hanya dalam pengelolaan sampah, tapi juga dalam membangun budaya hidup bersih dan berdaya. Mari kita sinergi, duduk bersama, cari solusi bersama,” tutup Melinda.

Berita Terkait

Hasil Perjuangan Munafri Ke Pusat, Pete-pete Laut Kini Dinikmati Warga Sangkarrang Secara Gratis
Appi Bawa Bantuan Pemkot ke Sangkarrang, Tegaskan Wilayah Kepulauan Jadi Prioritas Pemerintah Kota
Jelang Hajatan Makassar Tuan Rumah IGS, Munafri Harap Kolaborasi APINDO Gaet Investasi
Munafri Tinjau Kolam Lindi TPA Antang, Air Limbah Diperkuat Cegah Pencemaran Lingkungan
Tok! DPR RI Resmi Sahkan RUU Polri Menjadi Undang-Undang Baru
Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Cs Per 10 Juni 2026, Pertalite dan Biosolar Dipastikan Tetap
Progres Sudah 40 Persen, Appi Kebut Pembenahan TPA Antang Menuju Sanitary Landfill
Potret Wajah Baru TPA Antang, Dari Gunungan Sampah Menuju Kawasan Bernilai
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:26 WIB

Hasil Perjuangan Munafri Ke Pusat, Pete-pete Laut Kini Dinikmati Warga Sangkarrang Secara Gratis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:24 WIB

Appi Bawa Bantuan Pemkot ke Sangkarrang, Tegaskan Wilayah Kepulauan Jadi Prioritas Pemerintah Kota

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:53 WIB

Jelang Hajatan Makassar Tuan Rumah IGS, Munafri Harap Kolaborasi APINDO Gaet Investasi

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:15 WIB

Munafri Tinjau Kolam Lindi TPA Antang, Air Limbah Diperkuat Cegah Pencemaran Lingkungan

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:51 WIB

Tok! DPR RI Resmi Sahkan RUU Polri Menjadi Undang-Undang Baru

Berita Terbaru