Kerja Sama Makassar–Jepang, Perkuat Perkuat Sistem Air Bersih dengan Teknologi

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 22:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wali Kota Makassar, serta jajaran seperti Kepala Bappeda Makassar, Muhammad Dahyal, Kabag Kerja Sama Andi Zulfitra Dianta, dan Asisten Pemerintahan Firman Hamid Paggara.

Foto: Wali Kota Makassar, serta jajaran seperti Kepala Bappeda Makassar, Muhammad Dahyal, Kabag Kerja Sama Andi Zulfitra Dianta, dan Asisten Pemerintahan Firman Hamid Paggara.

Makassar, allnatsar. id — Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kota Kawasaki, Jepang, terus memperkuat kolaborasi teknis dalam upaya penanganan kebocoran air melalui program Non-Revenue Water (NRW), yang menjadi bagian dari proyek kerja sama teknis di bawah Japan International Cooperation Agency (JICA).

Pertemuan berlangsung di Kantor Balai Kota Makassar dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, serta jajaran terkait, seperti Kepala Bappeda Makassar, Muhammad Dahyal, Kabag Kerja Sama Andi Zulfitra Dianta, dan Asisten Pemerintahan Firman Hamid Paggara.

Sementara delegasi Pemerintah Kota Kawasaki dipimpin oleh Shiratori Shigeyuki, Chief Executive Officer Public Enterprise Kawasaki Waterworks and Sewerage.

Pertemuan ini membahas capaian serta tindak lanjut dari kerja sama teknis yang telah berjalan sejak 2022, yang berfokus pada peningkatan kapasitas Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar dalam mengatasi kebocoran air bawah tanah dan menekan angka kehilangan air (NRW).

Perwakilan Kawasaki Jepang, Shiratori Shigeyuki mengatalan, pihaknya hadir untuk menyampaikan salam hormat dan melaporkan capaian dari proyek kerja sama teknis antara Kawasaki dan Perumda Air Minum Makassar yang diberi nama “MAKAPLOS” (Makassar–Kawasaki Project Losses).

“Alhamdulillah, proyek ini berjalan baik berkat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Makassar,” ujar Shiratori Shigeyuki.

Dia menjelaskan, proyek ini mencakup pelatihan deteksi dan perbaikan kebocoran bawah tanah, pengadaan alat survei, serta pengembangan sistem perencanaan pengendalian kebocoran. Hingga saat ini, enam jenis peralatan telah diberikan kepada Perumda Air Minum Makassar dan telah digunakan dalam pilot area untuk mendeteksi serta menangani kebocoran secara langsung.

Shiratori menambahkan bahwa pihaknya juga telah mengundang staf-staf PDAM Makassar, untuk mengikuti pelatihan langsung di Kawasaki, guna melihat bagaimana sistem dan teknologi pendeteksian kebocoran diterapkan secara komprehensif di Jepang.

Baca Juga :  Perusahaan Nasional Usulkan AutoThermiX, Sampah Makassar Bisa Tuntas 3 Tahun

“Melalui proyek ini, kami tidak hanya membangun kapasitas teknis, tetapi juga menjalin hubungan yang erat antara masyarakat dan pemerintah kedua kota,” tuturnya.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, bahkan setelah proyek berakhir Oktober tahun ini,” harapnya, menambahkan.

Selain Makassar, hasil dan metode dari proyek ini direncanakan akan menjadi referensi pembelajaran bagi daerah sekitar seperti Gowa, Takalar, dan Maros. MaKaPro menggelar pelatihan pertama dengan melibatkan peserta dari Perumda Air Minum se-Maminasata (Makassar, Maros, Takalar, Gowa).

Bahkan, dokumentasi pelatihan telah dikemas dalam bentuk video pembelajaran yang dapat dijadikan rujukan jangka panjang.

Proyek NRW ini tidak hanya menguatkan aspek teknis, tetapi juga menjadi contoh model kerja sama internasional yang berdampak langsung terhadap pelayanan publik.

“Harapan kami, dengan berakhirnya fase proyek di Oktober 2025, kerja sama Makassar–Kawasaki dapat terus berlanjut dalam format yang lebih luas dan strategis,” harapnya.

Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kesinambungan kerja sama antara Kota Makassar dan Kota Kawasaki, Jepang, khususnya dalam penguatan sistem air bersih dan penanganan kebocoran air. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi dari delegasi Pemerintah Kota Kawasaki, yang dipimpin oleh Chief Executive Officer Public Enterprise Kawasaki Waterworks and Sewerage, Shiratori Shigeyuki, di Kantor Balai Kota Makassar.

Munafri menyambut baik keberlanjutan kerja sama ini dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kawasaki atas kontribusi nyata dalam mendukung penguatan pelayanan air bersih di Makassar.

“Kami mendukung penuh proyek ini. Kehilangan air adalah persoalan besar bagi PDAM dan masyarakat. Maka program yang berbasis teknologi dan penguatan SDM seperti ini sangat dibutuhkan. Kami juga terbuka untuk kolaborasi lanjutan di masa mendatang,” kata Appi.

Baca Juga :  BPBD Makassar Gelar Capacity Building di Malino, Perkuat Kapasitas dan Kekompakan Pegawai

Ia juga menyatakan pentingnya sinkronisasi antara program teknis dan penganggaran. Ia mengapresiasi langkah tim Jepang yang turut menyusun kolom anggaran dalam rencana pengendalian kebocoran, sehingga implementasinya lebih terukur dan bisa dilaksanakan dengan baik.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini. Tapi saya berharap, kerja sama antara Makassar dan Kawasaki tidak hanya berhenti pada proyek yang sudah berjalan,” tuturnya.

“Ke depan, kita harus melihat peluang kerja sama lainnya yang memberikan manfaat lebih luas bagi kedua kota,” tambah Munafri.

Ia juga meminta agar hasil dari proyek yang dikenal dengan nama MAKAPLOS (Makassar–Kawasaki Project Losses) dapat disampaikan secara ringkas dan jelas, terutama terkait capaian, tantangan, dan peluang lanjutan dari program ini.

“Kalau bisa, kami ingin tahu secara singkat dan konkret apa saja yang sudah menjadi bagian dari kerja sama ini. Karena di Makassar masih banyak hal yang bisa dikembangkan. Bisa saja, beberapa poin dari kerja sama ini dilanjutkan dengan pendekatan yang lebih spesifik,” lanjutnya.

Wali Kota juga membuka peluang untuk memperluas ruang kerja sama dengan Pemerintah Kota Kawasaki, tidak hanya terbatas pada air bersih, tetapi juga bidang lain seperti lingkungan, transportasi, hingga teknologi kota pintar (smart city).

‘Kami menyambut baik jika ada rencana lanjutan atau tindak lanjut teknis. Saya pastikan jajaran kami siap untuk mendampingi dan memperkuat komunikasi agar kerja sama ini tidak putus sampai di sini,” tutup Munafri.

Berita Terkait

Bupati Jeneponto Resmi Mengukuhan 70 Anggota Paskibraka Kabupaten Jeneponto Tahun 2026
Heboh dan Meriah! Kelurahan Monro-Monro Satukan Warga Binamu Lewat Lomba Kemerdekaan RI
Semarakkan HUT ke-81, Pemkab Jeneponto Gelar Lomba Gerak Jalan Indah Tingkat Sekolah
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT Berpotensi Tsunami, BMKG Resmi Cabut Peringatan Dini
SPMP Resmi Laporkan Tambang Galian C Ilegal ke Mapolres Takalar, Desak Penutupan dan Penyitaan Alat Berat
Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Karya Bakti di Taman Makam Pahlawan
Pemkot Makassar Targetkan Ducting Sharing Mulai Uji Coba Tahun Ini, Kabel Fiber Optik Ditata ke Bawah
PT Roda Mas Baja Inti , Dugaan Peredaran Besi Tak Sesuai SNI 2052:2024.
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Bupati Jeneponto Resmi Mengukuhan 70 Anggota Paskibraka Kabupaten Jeneponto Tahun 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Heboh dan Meriah! Kelurahan Monro-Monro Satukan Warga Binamu Lewat Lomba Kemerdekaan RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Semarakkan HUT ke-81, Pemkab Jeneponto Gelar Lomba Gerak Jalan Indah Tingkat Sekolah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT Berpotensi Tsunami, BMKG Resmi Cabut Peringatan Dini

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Karya Bakti di Taman Makam Pahlawan

Berita Terbaru