Keterwakilan Perempuan di Senayan, Pilar Penting Demokrasi Indonesia

- Jurnalis

Jumat, 12 September 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marwati Sumardi, Ketua Kohati HMI Cabang Makassar, menyerukan pentingnya keterlibatan perempuan dalam politik nasional dan memperjuangkan hak-hak perempuan di parlemen

Marwati Sumardi, Ketua Kohati HMI Cabang Makassar, menyerukan pentingnya keterlibatan perempuan dalam politik nasional dan memperjuangkan hak-hak perempuan di parlemen

Makassar, allnatsar.id – Mundurnya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari kursi DPR RI bukan sekadar peristiwa politik biasa. Bagi banyak kalangan, keputusan ini adalah alarm keras bagi perjuangan perempuan di Senayan.

Saraswati, yang dikenal sebagai salah satu legislator muda vokal membela isu kesetaraan gender, perlindungan perempuan korban kekerasan, hingga hak-hak penyandang disabilitas, kini memilih mengakhiri kiprahnya di parlemen. Dalam video singkat yang ia unggah di Instagram, Rabu (10/9/2025), Sara menyampaikan salam perpisahan disertai permintaan maaf kepada publik.

Keputusan itu langsung menuai reaksi. Salah satunya datang dari Marwati Sumardi, Ketua Kohati HMI Cabang Makassar. Ia menilai, mundurnya Sara adalah kehilangan besar, bukan hanya bagi Partai Gerindra, tetapi terutama bagi perjuangan perempuan Indonesia.

“Kehadiran perempuan di parlemen bukan sekadar angka. Itu adalah representasi suara, pengalaman, dan realitas hidup yang berbeda dari laki-laki. Mundurnya Mbak Sara bisa membuat ruang perempuan di DPR semakin menyempit. Kita tidak boleh membiarkan suara perempuan padam,” tegas Marwati.

Menurut Marwati, perempuan yang hadir di parlemen membawa perspektif unik yang sangat penting dalam menyusun kebijakan. Dari isu perlindungan ibu dan anak, pemberdayaan ekonomi perempuan, hingga penegakan hukum bagi korban kekerasan seksual—semua membutuhkan legislator yang paham betul pengalaman perempuan.

“Kalau jumlah perempuan di DPR terus berkurang, maka kepentingan perempuan rawan diabaikan. Padahal, Indonesia sangat membutuhkan kebijakan yang benar-benar responsif gender,” lanjutnya.

Fraksi Gerindra sendiri menyatakan menghormati keputusan Saraswati. Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Hariyadi, menyebut pernyataan Sara yang sempat menuai polemik hanyalah bentuk motivasi, bukan masalah serius. Namun, proses internal partai tetap berjalan dengan keputusan menonaktifkan Saraswati sementara.

Baca Juga :  DPPKB Kota Makassar Gelar Koordinasi Data Stunting Bersama Puskesmas dan Pemerintah Kecamatan Makassar

Meski begitu, Marwati menilai momentum ini seharusnya menjadi titik balik bagi partai politik untuk memberi ruang lebih besar kepada kader perempuan. Menurutnya, keberadaan perempuan di parlemen bukan pelengkap, melainkan kebutuhan mutlak.

“Kita harus melihat ini sebagai panggilan. Perempuan harus berani masuk politik, berani bersuara, dan partai harus membuka jalan. Karena tanpa perempuan, parlemen hanya akan berjalan setengah hati,” pungkas Marwati.

Kini, pertanyaan penting menggantung: apakah mundurnya Saraswati akan membuat suara perempuan di Senayan kian melemah? Ataukah justru memantik semangat baru bagi generasi perempuan lain untuk tampil dan melanjutkan perjuangan?

Berita Terkait

Kategori Tertinggi EPPD, Appi Beber Kunci Sukses Makassar Raih Kinerja Terbaik dari Kemendagri
Pemkab Jeneponto Gelar Rakor dan Pendalaman Risiko Korupsi Bersama KPK RI
Reshuffle Kabinet, Presiden Prabowo Lantik Pejabat Baru
Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 Berlangsung Khidmat
Hadiri HUT KPI Gereja Toraja, Appi: Kota Makassar Dibangun dengan Semangat Kebersamaan
Wali Kota Makassar Isi WFH Bersama SKPD Pantau Jumat Bersih di Wajo dan Ujung Tanah
Pemkab Jeneponto Perpanjang Kontrak Ratusan PPPK, Bupati Tekankan Disiplin dan Kinerja
Dari Desa untuk Negeri, TMMD ke-128 Jeneponto Fokus Bangun Infrastruktur dan Kesejahteraan
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 08:11 WIB

Kategori Tertinggi EPPD, Appi Beber Kunci Sukses Makassar Raih Kinerja Terbaik dari Kemendagri

Senin, 27 April 2026 - 17:05 WIB

Reshuffle Kabinet, Presiden Prabowo Lantik Pejabat Baru

Senin, 27 April 2026 - 13:48 WIB

Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 Berlangsung Khidmat

Senin, 27 April 2026 - 10:08 WIB

Hadiri HUT KPI Gereja Toraja, Appi: Kota Makassar Dibangun dengan Semangat Kebersamaan

Sabtu, 25 April 2026 - 06:43 WIB

Wali Kota Makassar Isi WFH Bersama SKPD Pantau Jumat Bersih di Wajo dan Ujung Tanah

Berita Terbaru