Menuju 100 Hari, Appi-Aliyah Berikan Tukin Hingga Rp2,5 Juta Bagi Nakes dan Guru di Pulau

- Jurnalis

Kamis, 29 Mei 2025 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, usai memaparkan capaian 100 hari kerja MULIA, Kamis (29/5/2025).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, usai memaparkan capaian 100 hari kerja MULIA, Kamis (29/5/2025).

Makassar, allnatsar.id – Pemerintah Kota Makassar, dipimpin Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (Appi-Aliyah), berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Terutama para tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan yang mengabdikan diri tanpa lelah di wilayah kepulauan Makassar. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan mencerdaskan generasi. Meski harus menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan sarana.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para tenaga kesehatan dan guru yang bertugas di wilayah kepulauan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan yang mengabdikan diri tanpa lelah di wilayah kepulauan Makassar,” ujar Appi, usai update menuju 100 hari program MULIA, Kamis (29/5/2025).

Munafri menegaskan, dirinya sudah mengunjungi tujuh pulau. Diantaranya, tiga pulau terdekat dan empat pulau terluar dan terjauh. Ia melihat langsung berbagai kondisi yang ada di Pulau tersebut.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan. Tidak hanya melalui peningkatan tunjangan bagi guru dan tenaga kesehatan, tetapi juga dengan membenahi infrastruktur seperti dermaga, pengadaan kapal transportasi, serta memberikan bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa.

“Kami percaya, akses yang merata terhadap layanan dasar dan pendidikan yang layak adalah kunci untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh warga, termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau,” terang politisi Golkar itu.

Selain itu, Pemkot juga akan menaikkan tunjangan bagi pegawai di sektor pendidikan dan kesehatan yang bertugas di pulau-pulau terluar dan menengah di wilayah kota.

“Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan dan mencerdaskan generasi, meski harus menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan sarana,” tutur Munafri.

Ia menegaskan, sudah saatnya pegawai yang bertugas di pulau mendapatkan perhatian yang layak, penghargaan yang setimpal, dan dukungan yang nyata untuk terus berkarya demi masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  Lewat Gerakan "MGG", Appi Tekankan ASN Jadi Motor Penggerak Pengurangan Sampah Plastik

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka, Pemkot Makassar akan memberikan tunjangan tambahan sebesar Rp2,5 juta per bulan bagi guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di Pulau Langkai, Pulau Lanjukkang, Pulau Lumu-Lumu, dan Pulau Bone Tambu. Dan pulau-pulau yang tergolong terluar dari wilayah Kota Makassar.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Makassar - LKP Teachers Grow Bahas Pengembangan Kapasitas Guru

Sementara itu, untuk guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di pulau-pulau yang lebih dekat, seperti Pulau Kodingareng, Pulau Barrang Caddi, dan Pulau Barrang Lompo, akan diberikan tunjangan sebesar Rp1,5 juta per bulan.

Munafri menjelaskan bahwa kebijakan ini dilatarbelakangi oleh tantangan geografis yang harus dihadapi oleh para tenaga pengajar dan medis setiap hari.

“Kita melihat paling pertama adalah, lokasinya harus menyeberang laut dan sebagainya. Karena itu, kita juga akan menyediakan transportasi khusus untuk mereka, agar dalam proses bolak-balik tidak mengeluarkan biaya sendiri,” jelasnya.

Dengan kebijakan ini, Pemkot berharap para guru dan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan bisa menjalankan tugas dengan lebih nyaman, aman, dan termotivasi, sekaligus memastikan akses layanan dasar tetap terjaga bagi warga pulau.

“Kami berharap para guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah kepulauan bisa menjalankan tugas dengan lebih nyaman, aman, dan termotivasi,” tukas Appi.

Berita Terkait

Kemdiktisaintek Umumkan Penerima Pendanaan Riset 2026, Anggaran Capai Rp1,7 Triliun
Bupati Jeneponto Resmikan Reading Corner SDN 20 Bangkala, Dorong Penguatan Literasi Siswa Sejak Dini
Laksanakan Ujian Akhir, Kepsek SMK Negeri 3 Jeneponto Targetkan Siswa Lulus Berkualitas
Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Jeneponto Jalani Ujian Akhir, Sekolah Pastikan Berjalan Tertib dan Lancar
SMK Negeri 8 Jeneponto Gelar Ujian Kompetensi Kejuruan, Libatkan Penguji Eksternal dari Perguruan Tinggi dan Lembaga Profesional
Munafri: TP PKK Harus Jadi “Kawah Candradimuka” Pembentuk Keluarga Berkualitas
DLH Jeneponto Beri Ultimatum Yayasan Terkait Pengelolaan IPAL di Lokasi MBG
Armadi Resmi Terpilih Aklamasi Nakhodai Karang Taruna Kecamatan Batang
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 10:33 WIB

Kemdiktisaintek Umumkan Penerima Pendanaan Riset 2026, Anggaran Capai Rp1,7 Triliun

Kamis, 9 April 2026 - 17:38 WIB

Bupati Jeneponto Resmikan Reading Corner SDN 20 Bangkala, Dorong Penguatan Literasi Siswa Sejak Dini

Rabu, 8 April 2026 - 19:46 WIB

Laksanakan Ujian Akhir, Kepsek SMK Negeri 3 Jeneponto Targetkan Siswa Lulus Berkualitas

Rabu, 8 April 2026 - 19:35 WIB

Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Jeneponto Jalani Ujian Akhir, Sekolah Pastikan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 8 April 2026 - 15:07 WIB

SMK Negeri 8 Jeneponto Gelar Ujian Kompetensi Kejuruan, Libatkan Penguji Eksternal dari Perguruan Tinggi dan Lembaga Profesional

Berita Terbaru