Wali Kota Makassar Serukan Camat dan Lurah Perkuat Koordinasi Hingga Tingkat RT/RW

- Jurnalis

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat membuka Workshop Peningkatan Kapasitas Organisasi yang digelar di Hotel Novotel Grand Shayla Makassar

Foto: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat membuka Workshop Peningkatan Kapasitas Organisasi yang digelar di Hotel Novotel Grand Shayla Makassar

Makassar, allnatsar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya peran seluruh organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Hal itu disampaikan saat membuka Workshop Peningkatan Kapasitas Organisasi yang digelar di Hotel Novotel Grand Shayla Makassar, Jumat (17/10/2025).

Dalam sambutannya, Munafri mengapresiasi inisiatif kegiatan tersebut sebagai ruang strategis memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan elemen masyarakat sipil.

Ia menilai, kegiatan sosialisasi bagi ormas untuk menjaga stabilitas sosial sangat penting dan perlu diperluas dengan melibatkan lebih banyak organisasi.

“Menurut saya kegiatan ini harus dilanjutkan dengan jumlah dan organisasi yang lebih besar lagi untuk menyatukan persepsi kita melihat kondisi Kota Makassar hari ini yang sangat fluktuatif,” ujar Munafri.

Menurutnya, kolaborasi bersama TNI, Polri dan Ormas menjadi kunci agar Makassar tetap aman dan nyaman bagi seluruh warganya.

Pria yang akrab disapa Appi itu menilai, stabilitas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi pemuda dan keagamaan.

Dalam kesempatan itu, Munafri juga menyoroti fenomena meningkatnya aksi kriminalitas yang dilakukan anak-anak di bawah umur.

Dia mengaku prihatin melihat banyak kasus kekerasan dan tindakan anarkis yang melibatkan remaja, bahkan anak usia sekolah.

“Sangat miris rasanya hampir setiap hari melihat berita-berita kriminal yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur,” tuturnya.

Mantan Bos PSM itu menyebut, salah satu faktor penyebabnya adalah paparan negatif dari arus informasi global melalui gadget yang tidak terkontrol.

Anak-anak, katanya, kini hidup tanpa batas dengan dunia digital, yang mempengaruhi cara berpikir dan perilaku mereka.

Baca Juga :  Makassar Miliki Payung Hukum Baru Sektor Transportasi, Ranperda Perhubungan Resmi Disetujui

Munafri mengimbau agar orang tua lebih aktif membangun komunikasi dengan anak-anak dan memahami aktivitas mereka sehari-hari.

“Pengawasan keluarga adalah benteng pertama dalam pencegahan kenakalan remaja,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Makassar mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai bentuk kewaspadaan kolektif.

Menurutnya, siskamling bukan hanya aktivitas ronda malam, tetapi wadah membangun kebersamaan dan tanggung jawab sosial.

“Siskamling ini bukan alasan untuk bapak-bapak keluar rumah malam-malam, tapi supaya kita tahu apa yang terjadi di lingkungan sekitar,” tuturnya.

Dia bahkan mengusulkan agar aturan lama seperti kewajiban tamu melapor 1×24 jam bisa diterapkan kembali untuk mempermudah pengawasan lingkungan.

Namun kali ini, bukan hanya tamu luar yang perlu diwaspadai, melainkan juga perilaku warga sendiri yang bisa menjadi sumber masalah.

Munafri menekankan pentingnya sistem komunikasi yang cepat antara aparat pemerintah di tingkat bawah dan aparat keamanan.

Lanjut dia, meminta agar setiap RT di Makassar memiliki jalur komunikasi langsung dengan pihak Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Kapolsek setempat.

“Tidak bisa lagi ditolerir kalau ada RT/RW yang tidak punya kontak dengan Kapolsek atau Babinsa. Semua harus konek supaya ketika ada masalah, penanganannya cepat,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong agar razia atau sweeping terhadap anak-anak yang melanggar aturan lalu lintas kembali digiatkan. Menurutnya, hal itu bukan untuk menghukum, tetapi sebagai langkah pencegahan dini.

“Anak SMP sudah banyak yang naik motor tanpa helm, kadang juga ngebut di jalan. Razia perlu dilakukan lagi supaya ada efek jera dan jadi bagian dari pola pencegahan,” ucapnya.

Baca Juga :  Banyak Aset Tanpa Alas Hak, Wali Kota Makassar Minta OPD dan Camat serta Lurah Bergerak Cepat

Munafri juga mengajak seluruh organisasi keagamaan dan kemasyarakatan untuk berperan aktif menciptakan lingkungan sosial yang damai.

Appi mendorong agar majelis taklim tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan moral dan sosial bagi anak muda.

Kolaborasi bersama, bisa juga dibuatkan kegiatan pencegahan kenakalan remaja di rumah ibadah masing-masing. Pemerintah akan dukung sepenuhnya,” ujarnya.

Ia juga menyinggung perlunya pelibatan masyarakat di sektor informal seperti para bunggawa atau pekerja di pelabuhan dan pasar agar mereka memiliki aktivitas produktif yang bisa menghindarkan dari perilaku negatif.

Menutup sambutannya, Munafri menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama.

Pemerintah, ormas, dan seluruh lapisan masyarakat harus bergandengan tangan menciptakan suasana Makassar yang aman, damai, dan tertib.

“Ini bukan hal sepele. Kita harus berpikir bagaimana membangun pola pencegahan, bukan hanya penindakan. Anak-anak ini harus kita arahkan agar tidak terjerumus ke jalan kriminal,” tandasnya.

Munafri berharap hasil workshop ini dapat menjadi langkah awal membangun kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat keamanan sosial, mempererat komunikasi antarwarga, dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong di setiap lingkungan.

Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menyinggung situasi sosial Makassar yang sempat memanas pasca insiden di Gedung DPRD. Ia menilai, kondisi saat ini belum sepenuhnya pulih sehingga semua pihak perlu bergerak cepat untuk menjaga stabilitas.

“Kita semua, baik pemerintah, TNI, Polri, maupun organisasi kemasyarakatan, harus punya satu visi yang sama agar kota ini kembali kondusif,” tutupnya.

Berita Terkait

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung Rakernas Gerakan Wanita Sejahtera di Makassar
Wali Kota Appi: Digitalisasi Bansos Bukan Hanya Tugas Dinsos, Semua SKPD Harus Bergerak
Wali Kota Munafri Resmikan MCH Kedua di Jalan Nusantara, Jadi Ruang Tumbuh Anak Muda Kreatif
Lumpuhnya Penegakan Hukum Polresta Gowa: SPMP Desak Kapolda Sulsel Copot Kanit Tipidter dan Bentuk Tim Khusus Brantas Tambang Ilegal
Wakil Wali Kota Makassar Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026, Terima Audiensi BPS Kota Makassar
Gandeng 23 Kampus, BPBD Makassar Siapkan 23.000 Mahasiswa Tangguh Bencana
Dugaan Penganiayaan Terduga Pelaku di Kantor Polisi, Calu: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Dua Tahun Mangkrak, Laskar Pemuda Jeneponto Tuntut Transparansi Kasus Korupsi Dinkes
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:25 WIB

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung Rakernas Gerakan Wanita Sejahtera di Makassar

Senin, 27 Juli 2026 - 16:51 WIB

Wali Kota Munafri Resmikan MCH Kedua di Jalan Nusantara, Jadi Ruang Tumbuh Anak Muda Kreatif

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:02 WIB

Lumpuhnya Penegakan Hukum Polresta Gowa: SPMP Desak Kapolda Sulsel Copot Kanit Tipidter dan Bentuk Tim Khusus Brantas Tambang Ilegal

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:34 WIB

Wakil Wali Kota Makassar Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026, Terima Audiensi BPS Kota Makassar

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:26 WIB

Gandeng 23 Kampus, BPBD Makassar Siapkan 23.000 Mahasiswa Tangguh Bencana

Berita Terbaru