Home / Law / News

Ketua KPK Pastikan Tetap Memiliki Mandat Tangani Korupsi BUMN

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gedung Merah Putih KPK, di Jalan Kuningan Persada Kav. 4, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950.

Foto: Gedung Merah Putih KPK, di Jalan Kuningan Persada Kav. 4, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950.

Jakarta, allnatsar. id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa pihaknya tetap memiliki wewenang untuk menangani kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan jajaran direksi, komisaris, serta pengawas di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penegasan ini disampaikan menyusul adanya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang BUMN yang dinilai berpotensi membatasi ruang gerak KPK dalam mengusut praktik korupsi di lingkungan BUMN.

“KPK memiliki mandat untuk melakukan penyelidikan, penyidikan, hingga penuntutan terhadap tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh direksi, komisaris, dan pengawas BUMN. Dalam perspektif hukum pidana, status mereka tetaplah sebagai penyelenggara negara,” ujar Setyo dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (7/5/2025). Ia menambahkan, kerugian yang timbul di BUMN dikategorikan sebagai kerugian negara apabila terbukti adanya perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan wewenang, atau penyimpangan dari prinsip Business Judgment Rule (BJR).

Baca Juga :  Munafri-Aliyah Berkomitmen Wujudkan Pemerintahan Bebas Korupsi

Setyo menjelaskan lebih lanjut bahwa Pasal 9G dalam UU BUMN yang baru bertentangan dengan definisi penyelenggara negara yang tertuang dalam Pasal 1 angka (1) dan Pasal 2 angka (7) beserta penjelasannya pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Pasal 9G UU BUMN menyatakan bahwa anggota direksi, dewan komisaris, serta dewan pengawas BUMN tidak termasuk dalam kategori penyelenggara negara.

Sebaliknya, UU Nomor 28/1999 pada Pasal 1 angka (1) mendefinisikan penyelenggara negara sebagai pejabat yang menjalankan fungsi di ranah eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, termasuk pejabat lain yang memiliki peran dan tanggung jawab terkait administrasi negara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Lebih lanjut, Pasal 2 angka (7) dalam undang-undang yang sama memperluas definisi penyelenggara negara dengan mencakup pejabat lain yang menduduki posisi strategis dalam penyelenggaraan negara, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Penjelasan pasal ini secara eksplisit menyebutkan bahwa direksi, komisaris, serta pejabat struktural di BUMN dan BUMD termasuk dalam kategori pejabat strategis.

Baca Juga :  Walikota Munafri Arifuddin Pimpin Rakor Matangkan Rangkaian Kegiatan HUT ke-418 Kota Makassar

“KPK akan tetap berpegang pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999, yang merupakan landasan hukum administrasi khusus dalam upaya pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tegas Setyo. Ia juga menekankan bahwa status seseorang sebagai penyelenggara negara tidak serta-merta gugur ketika yang bersangkutan menjabat sebagai pengurus di BUMN.

“Oleh karena itu, KPK menegaskan bahwa direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas di BUMN tetap dikategorikan sebagai penyelenggara negara berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999,” pungkas Setyo. (sie/all).

Berita Terkait

Wakil Pemkab Jeneponto Bersinar di PKN Tingkat II, Dr. St. Meriam Raih Predikat Peserta Terbaik
BPBD Makassar Daftarkan SIGAP PESISIR ke IGA 2026, Respons Bencana Makin Cepat
Sinergi Eksekutif dan Legislatif Menguat, DPRD Jeneponto Gelar Paripurna Penyerahan Lima Ranperda Inisiatif dan Persetujuan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Tingkatkan Kepatuhan Masyarakat, Samsat Jeneponto Bersama Tim Gabungan Gelar Penertiban
Dukung Inovasi Daerah, Bupati Jeneponto Hadiri Seminar Evaluasi Proyek Perubahan PKN Tingkat II di Makassar
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung Rakernas Gerakan Wanita Sejahtera di Makassar
Pemkot Makassar Tuntaskan BAST Renovasi, DPRD Segera Tempati Gedung Sementara di Pettarani
Komdigi Apresiasi Munafri, MCH Nabuka Nusantara Jadi Ruang Kreatif Anak Muda Makassar
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:26 WIB

Wakil Pemkab Jeneponto Bersinar di PKN Tingkat II, Dr. St. Meriam Raih Predikat Peserta Terbaik

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:53 WIB

BPBD Makassar Daftarkan SIGAP PESISIR ke IGA 2026, Respons Bencana Makin Cepat

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Eksekutif dan Legislatif Menguat, DPRD Jeneponto Gelar Paripurna Penyerahan Lima Ranperda Inisiatif dan Persetujuan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:45 WIB

Tingkatkan Kepatuhan Masyarakat, Samsat Jeneponto Bersama Tim Gabungan Gelar Penertiban

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:13 WIB

Dukung Inovasi Daerah, Bupati Jeneponto Hadiri Seminar Evaluasi Proyek Perubahan PKN Tingkat II di Makassar

Berita Terbaru