BKPSDM Makassar Hadirkan AKSI ASN, Kompetensi Digital untuk Tingkatkan Kinerja Pegawai

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MAKASSAR — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, terus memperkuat transformasi birokrasi melalui inovasi unggulan bertajuk “AKSI ASN.

Kepala BKPSDM Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, menjelaskan dengan inovasi ini, menyusun satu proyek perubahan yang dapat memberikan dampak langsung terhadap organisasi di Pemerintahan.

“AKSI ASN bertujuan memetakan pegawai sesuai kompetensinya, kemudian memberikan pelatihan yang memang mereka butuhkan,” ujar Memi, Minggu (26/72026).

“Program inovasi ini, dapat memperbaiki kinerja ASN sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih maksimal,” sambung Memi.

Program yang digagas Kepala BKPSDM Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu atau akrab disapa Memi ini menjadi langkah strategis untuk membangun sistem pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) yang lebih terarah, adaptif, dan berbasis teknologi.

Inovasi tersebut lahir sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan (PKA), namun tidak berhenti sebagai tugas akademik semata.

BKPSDM memastikan program itu diimplementasikan sebagai solusi nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur sekaligus mendorong pelayanan publik yang semakin profesional.

“Program ini, melalui proses diskusi dengan mentor, pembimbing, hingga penguji. Jadi bukan sekadar konsep di atas kertas, tetapi harus benar-benar dijalankan oleh Pemerintah Kota,” jelasnya.

Menurutnya, Aksi ASN dirancang untuk menjawab tantangan pengembangan kompetensi lebih dari 23 ribu ASN Pemerintah Kota Makassar yang selama ini masih mengandalkan pola pelatihan konvensional.

Melalui inovasi tersebut, BKPSDM membangun sistem pemetaan kompetensi pegawai sehingga kebutuhan pelatihan dapat disusun secara lebih tepat sasaran sesuai karakteristik masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Harapan kami seluruh ASN dapat mengikuti pelatihan dengan mudah sehingga peningkatan kompetensi bisa berjalan lebih cepat dan merata,” harapnya.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Penutupan Munas VI JSIT Indonesia di Hotel Claro

Sebagai bagian dari inovasi itu, BKPSDM mengembangkan platform pembelajaran berbasis e-learning yang memungkinkan ASN mengikuti pelatihan secara fleksibel tanpa harus selalu mengikuti kelas tatap muka.

Memi menilai metode tersebut jauh lebih efektif dibanding pelatihan konvensional, mengingat jumlah ASN di Kota Makassar yang sangat besar.

Ia menyebutkan, jika seluruh ASN harus mengikuti pelatihan secara in-class tentu membutuhkan biaya yang jauh lebih besar.

“Melalui e-learning, mereka bisa mengakses materi kapan saja sesuai kebutuhan kompetensinya sehingga proses peningkatan kualitas SDM menjadi lebih efisien,” katanya.

Dia menegaskan, AKSI ASN bukan sekadar sebuah aplikasi, melainkan sistem yang mengintegrasikan berbagai tahapan pengembangan kompetensi ASN.

Program ini akan terhubung dengan sistem manajemen talenta yang telah dimiliki Pemerintah Kota Makassar sehingga proses identifikasi kebutuhan pelatihan dapat dilakukan secara lebih akurat.

“Dari manajemen talenta itu kita bisa melihat dinas mana yang membutuhkan penguatan kompetensi manajerial, dinas mana yang membutuhkan kompetensi teknis,” terangnya.

“Jadi, pelatihannya tidak disamaratakan, tetapi benar-benar sesuai kebutuhan masing-masing OPD,” sambung Memi.

Dijelaskan, melalui sistem tersebut, BKPSDM dapat menyusun peta kompetensi ASN berdasarkan jabatan, unit kerja, hingga kebutuhan organisasi sehingga investasi pengembangan SDM menjadi lebih efektif.

Dalam implementasinya, AKSI ASN akan diuji coba secara bertahap di sejumlah OPD sebelum diterapkan secara lebih luas di seluruh lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Menurut Memi, pendekatan bertahap diperlukan agar evaluasi terhadap efektivitas sistem dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga inovasi tersebut terus berkembang mengikuti kebutuhan organisasi.

Pihaknya sudah mulai memetakan kebutuhan pelatihan di setiap OPD. Misalnya setiap kecamatan membutuhkan pelatihan apa, di setiap OPD atau Dinas juga membutuhkan penguatan kompetensi.

Baca Juga :  Wali Kota Makassar Sambut Pengurus API Sulsel, Jalis Kolaborasi untuk Kota Rukun

“Semua akan menjadi target pelatihan kami ke depan dan akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” terangnya.

Selain menghadirkan sistem pengembangan kompetensi yang lebih modern, BKPSDM juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai media promosi dan sosialisasi proyek perubahan.

Delapan peserta Pelatihan Kepemimpinan dari Kota Makassar sepakat menggunakan AI untuk menyampaikan gagasan proyek perubahan secara lebih menarik agar mudah dipahami oleh masyarakat maupun ASN.

Menurut Memi, penggunaan AI merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus sejalan dengan arah kebijakan digitalisasi yang terus didorong Pemerintah Kota Makassar.

“AI kami gunakan agar penyampaian materi proyek perubahan lebih menarik. Ini bagian dari promosi supaya pesan yang ingin kami sampaikan bisa lebih mudah dipahami,” terangnya.

“Apalagi saat ini era digitalisasi dan Bapak Wali Kota juga menegaskan bahwa digitalisasi sudah menjadi kebutuhan di Pemerintah Kota Makassar,” tambah dia.

Melalui inovasi AKSi ASN, BKPSDM berharap lahir sistem pengembangan kompetensi yang lebih adaptif, terukur, dan berkelanjutan sehingga mampu mencetak ASN yang profesional, berdaya saing, serta siap menjawab tantangan pelayanan publik di era digital.

Tak hanya itu, BKPSDM juga menargetkan inovasi tersebut dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah lain dalam mengembangkan kompetensi aparatur secara lebih efektif melalui pemanfaatan teknologi informasi.

“Harapan kami proyek perubahan ini bukan hanya bermanfaat bagi Pemerintah Kota Makassar, tetapi juga bisa menjadi model yang dapat diterapkan oleh daerah lain dalam membangun sistem pengembangan kompetensi ASN yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis teknologi,” tutup Memi. (*)

Berita Terkait

Pelantikan MWC NU se-Jeneponto, Bupati Dorong Sinergi Organisasi Keagamaan dan Pemerintah Daerah
Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Jamuan Resmi The 9th ASCN Annual Meeting dan BEC Awards 2026 di Banyuwangi
Kecamatan Ujung Pandang Edukasi Warga Pulau Lae-Lae Pilah Sampah, 353,1 Kg Berhasil Dikumpulkan
Pelayanan Makin Humanis, RSUD Daya Makassar Luncurkan Inovasi GELIAT Solusi Penahanan Pasien
Wujudkan Jeneponto Bahagia, Ribuan Warga Butta Turatea Padati Stadion Mini Belokallong Demi Nobar Piala Dunia
Pastikan Keluhan Warga Teratasi, Munafri Cek Langsung Aliran Air hingga ke Dapur Rumah
Pj Sekda Jeneponto Dorong Sinergi BKPRMI Perkuat Dakwah dan Pembinaan Generasi Muda
LONTARA+ Sabet Penghargaan Nasional, Bukti Transformasi Digital Pemkot Makassar Kian Diakui
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:43 WIB

BKPSDM Makassar Hadirkan AKSI ASN, Kompetensi Digital untuk Tingkatkan Kinerja Pegawai

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:24 WIB

Pelantikan MWC NU se-Jeneponto, Bupati Dorong Sinergi Organisasi Keagamaan dan Pemerintah Daerah

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:16 WIB

Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Jamuan Resmi The 9th ASCN Annual Meeting dan BEC Awards 2026 di Banyuwangi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:27 WIB

Kecamatan Ujung Pandang Edukasi Warga Pulau Lae-Lae Pilah Sampah, 353,1 Kg Berhasil Dikumpulkan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:52 WIB

Pelayanan Makin Humanis, RSUD Daya Makassar Luncurkan Inovasi GELIAT Solusi Penahanan Pasien

Berita Terbaru