Asal-Usul Nama Kalolok: Jejak Pong Sampun, Sang Pembuka Kampung dari Tanamalia

- Jurnalis

Minggu, 1 November 2026 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tongkonan Kalolok Pong Sampun di Lembang Saluallo, Sangalla Utara. (Dok. keluarga)

Tongkonan Kalolok Pong Sampun di Lembang Saluallo, Sangalla Utara. (Dok. keluarga)

Penulis: Dr. Lince Bulutoding, SE., M.Si., Ak., CA., PCIF., SAS
Dosen Akuntansi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Tana Toraja, allnatsar.id — Mengapa sebuah tempat di Sangalla Utara bernama Kalolok? Jawabannya tersimpan dalam kisah seorang perantau dari Tanamalia bernama Pong Sampun. Ia membuka tanah baru, memberinya nama tempat asalnya, lalu mendirikan sebuah tongkonan yang hingga kini masih berdiri: Tongkonan Kalolok Pong Sampun.

Masa Membuka Kampung Baru

Menurut penuturan keluarga, kisah ini bermula setelah masa To Pada Tindo berakhir. Pada masa itu, setiap orang diberi keleluasaan dan kewenangan untuk membuka dan membangun kampung di wilayah yang belum berpenghuni.

Kesempatan inilah yang diambil Pong Sampun. Ia berangkat dari Tanamalia (Tanah Malia) menuju wilayah yang kini dikenal sebagai Kalolok, di Lembang Saluallo, Kecamatan Sangalla Utara, Kabupaten Tana Toraja.

Pangngala Tondok, Sang Pembuka Kampung

Pong Sampun menjadi orang pertama yang membuka tanah di Kalolok dan sekitarnya. Dalam adat Toraja, orang seperti ini disebut Pangngala Tondok, yaitu orang yang pertama kali membuka dan mengolah tanah di suatu daerah. Gelar ini menempatkan Pong Sampun sebagai leluhur pendiri bagi kampung tersebut dan bagi keturunannya.

Baca Juga :  80 Tahun Mengabdi: UU Baru dan Momentum POLRI Kembali ke Khittah Pengayom Masyarakat

Membawa Nama Kampung Halaman

Hal yang paling menarik dari kisah ini adalah nama Kalolok itu sendiri. Nama Kalolok di Lembang Saluallo ternyata sama dengan nama daerah asal Pong Sampun di Tanamalia.

Seperti banyak perantau yang membawa kenangan kampung halamannya, Pong Sampun memberi tanah barunya nama yang sama dengan tempat asalnya.

Bagi keluarga, kesamaan nama ini bukan kebetulan. Nama itu menjadi jejak perjalanan Pong Sampun dari Tanamalia ke Sangalla Utara, sekaligus penanda bahwa dialah pembuka kampung Kalolok dan pendiri tongkonan di sana.

Membangun Tongkonan dan Kehidupan

Bersama istrinya, Lai’ Bulaan, Pong Sampun mendirikan tongkonan yang kemudian dikenal sebagai Tongkonan Kalolok Pong Sampun. Letaknya di Jl. Goali Bassi, Rukun Pasang, Lembang Saluallo.

Tongkonan tidak berdiri sendiri. Di sekelilingnya, Pong Sampun dan Lai’ Bulaan membangun lingkungan yang menopang kehidupan keluarga, yaitu:

  1. Sawah dan tanah kering untuk bercocok tanam;
  2. Sumur sebagai sumber air;
  3. Kebun yang disebut kombong;
  4. Padang tempat kerbau digembalakan;
  5. Tanah yang disebut pantunuan; dan
  6. Liang (makam) tempat Pong Sampun kemudian dimakamkan.
Baca Juga :  Maknai Indonesia Berdaulat dan Makmur, Iptu Samoddin Tekankan Pentingnya Keselamatan Berkendara

Memenuhi Syarat Sebuah Tongkonan

Dalam adat Toraja, sebuah tongkonan dikenal memiliki Tallu Baka atau Tallu Silolok, yaitu tiga hal yang menopang kehidupan keluarga: bida (keturunan), manarang (kepandaian), dan sugi’ (kekayaan).

Selain itu, ada pula Tallu Lolona, yaitu tiga unsur kehidupan: Lolo Tau (manusia), Lolo Patuan (hewan), dan Lolo Tananan (tumbuhan). Ketiganya hadir di Tongkonan Kalolok Pong Sampun: keturunan yang terus bertambah, kerbau yang digembalakan, serta sawah dan kebun yang diolah turun-temurun.

Dari Satu Langkah Menjadi Sebelas Generasi

Perjalanan Pong Sampun dari Tanamalia ke Kalolok kini telah melahirkan sebelas generasi keturunan. Mereka tersebar di Toraja maupun di perantauan, tetapi tetap mengenal Kalolok sebagai asal-usul mereka.

Setiap kali nama Kalolok disebut, keturunannya diingatkan pada sosok leluhur yang berani meninggalkan kampung halaman, membuka tanah baru, dan membangun rumah bagi anak cucunya.

Berita Terkait

Ketika Asap dari Seberang Pulau Sampai ke Langit Makassar
Maknai Indonesia Berdaulat dan Makmur, Iptu Samoddin Tekankan Pentingnya Keselamatan Berkendara
Pemuda Makassar Sarankan Pemerintah Kota Makassar Siapkan Tempat Sampah Terpilah bagi Masyarakat
Menjelang Musda Golkar Sulawesi Selatan: Azimat Sakti Versus Diskresi Ketua Umum, Menakar Peluang IAS dan Appi dalam Perspektif Sosiologi Politik
80 Tahun Mengabdi: UU Baru dan Momentum POLRI Kembali ke Khittah Pengayom Masyarakat
Jeneponto Melesat, Angka Kemiskinan Ekstrem Turun Drastis di Bawah Kepemimpinan Paris Yasir
Menaklukkan Shadow Economy: Langkah Strategis RAPBN 2026 dan Urgensi Satgas Khusus di Bawah Presiden
Andi Gunaldi Ketua RW 5 Kel.Bangkala, Kec Manggala Jagokan Argentina di Piala Dunia 2026
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:32 WIB

Asal-Usul Nama Kalolok: Jejak Pong Sampun, Sang Pembuka Kampung dari Tanamalia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Ketika Asap dari Seberang Pulau Sampai ke Langit Makassar

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Maknai Indonesia Berdaulat dan Makmur, Iptu Samoddin Tekankan Pentingnya Keselamatan Berkendara

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pemuda Makassar Sarankan Pemerintah Kota Makassar Siapkan Tempat Sampah Terpilah bagi Masyarakat

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:16 WIB

Menjelang Musda Golkar Sulawesi Selatan: Azimat Sakti Versus Diskresi Ketua Umum, Menakar Peluang IAS dan Appi dalam Perspektif Sosiologi Politik

Berita Terbaru