Atasi Banjir Lebih Cepat, Nihon Suido Perkenalkan Sistem Real-Time BLITZ GIS ke Pemkot Makassar

- Jurnalis

Kamis, 17 Juli 2025 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat mendengarkan pemaparan teknologi BLITZ GIS dari Nihon Suido Consultants untuk sistem pemantauan banjir real-time, di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (16/7/2025).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat mendengarkan pemaparan teknologi BLITZ GIS dari Nihon Suido Consultants untuk sistem pemantauan banjir real-time, di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (16/7/2025).

MAKASSAR, allnatsar.id — Pemerintah Kota Makassar terus mendorong penerapan teknologi mutakhir untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah.

Salah satu langkah proaktif tersebut ditunjukkan dengan pertemuan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Nihon Suido Consultants, perusahaan asal Jepang yang menawarkan sistem REAL TIME Flood Management BLITZ GIS.

Teknologi berbasis Geographic Information System (GIS) ini mampu memantau kondisi banjir secara langsung dan menyediakan data akurat untuk mendukung langkah pencegahan serta penanggulangan lebih cepat.

Sistem serupa telah sukses diterapkan di beberapa kota di Jepang dan Filipina, dan kini ditawarkan sebagai solusi strategis bagi Makassar agar lebih tangguh menghadapi risiko banjir.

Dalam audiensi tersebut, Perwakilan Nihon Suido Consultants, Mr. Voukushi MA, memaparkan secara detail teknologi BLITZ GIS, yang dirancang khusus untuk mendeteksi dan memantau kondisi banjir secara real time menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS).

“Sistem ini BLITZ GIS adalah proyek komprehensif untuk membantu agar bebas dari banjir di masa mendatang,” jelas Voukushi MA, dalam paparan dihadapan Wali Kota Munafri, di Kantor Balai Kota, Rabu (16/7/2025).

“Kami sudah menerapkannya di beberapa kota di Jepang dan Asia Tenggara, salah satunya di Kota Davao, Filipina, yang memiliki karakteristik banjir mirip dengan Makassar,” tambah Mr. Voukushi.

Menurutnya, BLITZ GIS mampu memadukan data pemetaan, sensor curah hujan, dan peringatan dini secara otomatis.

Baca Juga :  Aliyah Mustika Ilham: Paskibraka Adalah Generasi Emas, Pemimpin Masa Depan Bangsa

Hal ini memungkinkan pemerintah daerah merencanakan langkah-langkah mitigasi dan penanggulangan banjir lebih cepat dan tepat sasaran.

Mr. Voukushi juga menjelaskan bahwa penerapan BLITZ GIS dapat terintegrasi dengan program-program pencegahan banjir dari Kementerian Jepang yang secara khusus memberikan dukungan teknis dan hibah bagi kota-kota yang berkomitmen memperkuat ketahanan bencana.

“Jika Makassar ingin mengikuti program kerja sama dengan pemerintah Jepang, ada beberapa prosedur administrasi dan persyaratan teknis yang harus dipenuhi lebih dulu,” tuturnya.

“Namun kami siap membantu mulai dari penyusunan rencana teknis, studi kelayakan, hingga pelatihan SDM,” lanjutanya.

Selain pemantauan banjir secara langsung, sistem ini juga dilengkapi fitur pelaporan kondisi lapangan berbasis peta interaktif yang bisa diakses oleh instansi terkait maupun masyarakat.

Dengan demikian, proses pengambilan keputusan dalam keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti pembahasan melalui studi teknis lebih rinci dan penyusunan rencana aksi bersama.

“Pemerintah Kota Makassar menargetkan dalam waktu dekat akan melakukan telaah mendalam mengenai potensi adopsi sistem BLITZ GIS sebagai bagian dari strategi penanggulangan banjir jangka panjang,” tukasnya, usai pertemuan.

Dalam pertemuan tersebut, Munafri Arifuddin menyambut baik tawaran teknologi ini. Ia menilai upaya modernisasi sistem pemantauan banjir menjadi salah satu kebutuhan mendesak.

Baca Juga :  Wali Kota Munafri Kunjungi Empat Pulau Terluar Milik Kota Makassar, Berdialog dengan Warga

Apalagi, seiring tantangan perubahan iklim yang berdampak pada peningkatan intensitas hujan ekstrem di wilayah Makassar.

“Kami terbuka terhadap inovasi yang terbukti berhasil di negara lain, apalagi jika bisa memperkuat kapasitas pemerintah kota dalam mengantisipasi banjir secara terpadu,” katanya.

“Sistem ini akan kita pelajari lebih detail, termasuk kemungkinan dukungan kesiapan infrastrukturnya,” tambah Munafri.

Ia berharap pertemuan ini menjadi langkah maju dalam transformasi pengelolaan risiko banjir di Kota Makassar, demi mewujudkan kota yang lebih tangguh, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Munafri menegaskan, komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi di beberapa titik rawan genangan.

Menurutnya, persoalan banjir di Makassar umumnya bersifat musiman, namun tetap menjadi perhatian serius pemerintah.

“Masalah banjir ini memang berkaitan dengan faktor musiman, terutama saat curah hujan tinggi. Tapi kami tidak tinggal diam,” ungkapnya.

“Sedikit demi sedikit kami terus benahi kondisi drainase di berbagai wilayah dan sudut kota,” tambah Appi.

Ia menyebutkan bahwa Pemkot Makassar telah melakukan berbagai upaya perbaikan infrastruktur drainase, saluran air, serta sistem pembersihan lingkungan secara berkala.

“Tidak hanya perbaikan fisik, sistem pembersihan drainase juga kami tingkatkan. Pembersihan dilakukan secara rutin untuk memastikan aliran air tetap lancar dan tidak tersumbat sampah,” tuturnya.

Berita Terkait

Pesan Appi ke JCH Makassar: Luruskan Niat, Jaga Kesehatan, Haji adalah Perjalanan Spiritual, Bukan Rekreasi
Sambut Hari Buruh 2026, Pemkot Makassar Libatkan Forkopimda Pusatkan Perayaan May Day di Lapangan Karebosi
Benchmark ke Blok M, Munafri Siapkan Transformasi Pasar Sentral Makassar Jadi Pusat Ekonomi Modern
Munafri: TP PKK Harus Jadi “Kawah Candradimuka” Pembentuk Keluarga Berkualitas
Proyek PLTSa Siap Dibangun di TPA Manggala, Appi: Penting untuk Jawab Lonjakan Sampah Perkotaan
Armadi Resmi Terpilih Aklamasi Nakhodai Karang Taruna Kecamatan Batang
Rai Rafif Pengusaha Muda Yang Sumbangkan Mobilnya Seharga 1,2 Miliar Untuk Dijadikan Mobil Ambulance Gratis
AMPLI Kritik Keras Bupati Irwan Bachri Syam atas Penundaan Pembangunan Islamic Center Malili, Soroti Anggaran Rp26 Miliar
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 15:25 WIB

Pesan Appi ke JCH Makassar: Luruskan Niat, Jaga Kesehatan, Haji adalah Perjalanan Spiritual, Bukan Rekreasi

Sabtu, 25 April 2026 - 06:45 WIB

Sambut Hari Buruh 2026, Pemkot Makassar Libatkan Forkopimda Pusatkan Perayaan May Day di Lapangan Karebosi

Selasa, 21 April 2026 - 15:39 WIB

Benchmark ke Blok M, Munafri Siapkan Transformasi Pasar Sentral Makassar Jadi Pusat Ekonomi Modern

Rabu, 8 April 2026 - 10:48 WIB

Munafri: TP PKK Harus Jadi “Kawah Candradimuka” Pembentuk Keluarga Berkualitas

Sabtu, 4 April 2026 - 18:06 WIB

Proyek PLTSa Siap Dibangun di TPA Manggala, Appi: Penting untuk Jawab Lonjakan Sampah Perkotaan

Berita Terbaru