BPBD Makassar Perkuat Inovasi SALAMA, Bangun Budaya Sadar Bencana Sejak Usia Dini

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, allnatsar.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, terus memperkuat inovasi SALAMA (Sahabat Anak Lewat Afirmasi tentang Aman Bencana) sebagai upaya membangun budaya sadar dan tangguh bencana sejak usia dini.

Inovasi ini juga dipersiapkan untuk mengikuti penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.

Upaya penguatan itu menjadi salah satu agenda utama dalam Forum Riset dan Inovasi Daerah Angkatan II yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar, Senin (6/7/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. Muhammad Fadli, mengatakan bahwa inovasi penanggulangan bencana harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat, bukan sekadar meraih penghargaan.

“Selama ini paradigma penanggulangan bencana lebih banyak berorientasi pada penanganan setelah kejadian,” ujarnya.

“Maka melalui inovasi SALAMA, kami ingin mengubah pendekatan itu dengan membangun kesiapsiagaan sejak usia dini,” sambung Fadli.

Dia menjelaskan, penguatan inovasi SALAMA tidak hanya difokuskan pada kelengkapan administrasi dan penyusunan evidence penilaian, tetapi juga pada peningkatan kualitas program serta perluasan implementasi di sekolah-sekolah.

“Hingga pertengahan 2026, program tersebut telah menjangkau 18.090 anak di Kota Makassar,” jelasnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan intensif bagi perangkat daerah dalam mempersiapkan dokumen dan bukti dukung inovasi untuk penilaian IGA 2026.

Dalam forum tersebut, BPBD Kota Makassar mendapatkan pendampingan untuk memastikan seluruh indikator penilaian inovasi terdokumentasi secara komprehensif, mulai dari aspek kebaruan, manfaat, efektivitas, dampak, keberlanjutan, hingga potensi replikasi program di daerah lain.

Dikatakan, SALAMA merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Makassar sebagai jawaban atas pentingnya edukasi kebencanaan yang lebih dekat dengan dunia anak-anak.

Program ini dirancang untuk mengubah pendekatan penanggulangan bencana yang selama ini lebih berfokus pada respons pascabencana menjadi pendekatan preventif melalui peningkatan kapasitas masyarakat sejak usia dini.

Baca Juga :  Munafri-Aliyah Antar Makassar Raih Penghargaan Creative Financing, Penurunan Kemiskinan, dan Perlindungan Pekerja Rentan

“Ketika anak-anak memahami risiko bencana, mengetahui cara menyelamatkan diri, dan mampu bertindak tepat saat keadaan darurat, maka kita sedang membangun budaya aman bencana yang akan bertahan hingga mereka dewasa,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui SALAMA, anak-anak diperkenalkan pada berbagai pengetahuan dasar mengenai kebencanaan dengan metode yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis dan risiko bencana, simulasi penyelamatan diri saat keadaan darurat, pengenalan alat keselamatan, permainan edukatif, hingga penguatan mental dan psikologis melalui metode Hypno-Shield.

Pendekatan tersebut membuat proses belajar tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga membentuk keterampilan praktis yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat.

“Dengan demikian, anak-anak tidak hanya memahami ancaman bencana, tetapi juga memiliki kemampuan untuk merespons secara tepat dan aman,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, keberhasilan implementasi SALAMA sebelumnya telah mendapat pengakuan melalui penghargaan Innovative Mayor Award (IMA) 2025 lalu.

Capaian tersebut menjadi motivasi bagi BPBD Kota Makassar untuk terus menyempurnakan inovasi agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurut Fadli, investasi terbesar dalam penanggulangan bencana adalah membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sejak dini. Karena itu, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai keselamatan dan mitigasi bencana kepada generasi muda.

Saat ini, SALAMA telah diterapkan di 30 sekolah yang tersebar pada tujuh kecamatan rawan bencana di Kota Makassar. Ke depan, BPBD menargetkan perluasan implementasi hingga menjangkau 100 sekolah sepanjang tahun 2026.

Perluasan tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan sekaligus memperluas manfaat program kepada lebih banyak anak dan keluarga di Kota Makassar.

“Target kami bukan sekadar menghadirkan lebih banyak sekolah peserta, tetapi memastikan setiap anak memperoleh pengalaman belajar yang membentuk karakter tangguh, peduli, dan siap menghadapi situasi darurat,” katanya.

Baca Juga :  Refleksi Akhir Tahun DPRD: Munafri–Aliyah Tekankan Kolaborasi DPRD dan Pemkot untuk Kemajuan Kota

“Jika budaya ini tumbuh sejak dini, maka ketangguhan masyarakat akan terbentuk secara berkelanjutan,” tambahnya.

Fadli menambahkan, melalui penguatan substansi inovasi, pendampingan dari BRIDA Kota Makassar, serta perluasan implementasi di sekolah-sekolah, BPBD Kota Makassar optimistis SALAMA dapat menjadi salah satu inovasi unggulan dalam penilaian Innovative Government Award 2026.

Lebih dari itu, SALAMA diharapkan menjadi model pendidikan kebencanaan berbasis anak yang dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lain di Indonesia.

“Sehingga upaya pengurangan risiko bencana dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan tumbuh menjadi budaya masyarakat yang tangguh, siap, dan aman menghadapi berbagai potensi bencana,” tutup Fadli.

Sementara itu, Tim Inovasi sekaligus Fasilitator Lapangan SALAMA, Nurmadia Syam, mengatakan pendampingan yang dilakukan BRIDA Kota Makassar menjadi momentum penting untuk menyempurnakan kualitas inovasi.

“Serta memperkuat dokumentasi evidence sebagai salah satu aspek utama dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026,” katanya.

Menurutnya, penyusunan evidence tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga harus mampu menunjukkan dampak nyata yang dihasilkan program di lapangan.

Karena itu, setiap indikator disusun untuk menggambarkan perubahan perilaku, peningkatan pengetahuan, serta kesiapsiagaan anak-anak dalam menghadapi potensi bencana setelah mengikuti program SALAMA.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap bukti yang disajikan benar-benar merepresentasikan manfaat inovasi bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, penguatan evidence melalui pendampingan BRIDA juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas inovasi agar tidak hanya kompetitif pada ajang IGA 2026, tetapi juga dapat menjadi model edukasi kebencanaan berbasis anak yang mudah direplikasi oleh pemerintah daerah lain di Indonesia.

“Yang kami tonjolkan bukan hanya jumlah sekolah atau peserta, tetapi bagaimana SALAMA mampu meningkatkan pemahaman anak tentang mitigasi bencana, membentuk karakter yang lebih tangguh, serta menumbuhkan budaya sadar bencana sejak usia dini,” tutup Nurmadia.

Berita Terkait

Wali Kota Appi Susuri Lorong di Wilayah Utara, Pastikan Air PDAM Mengalir ke Rumah Warga
Roem: LONTARA+ Tuai Apresiasi Pada Forum Komdigi di APEKSI, Daerah Siap Belajar ke Makassar
Jalankan Arahan Wali Kota, Direksi PDAM Makassar Operasikan Intake Manggala untuk Layani Warga Air Bersih
Tak Hanya Tertibkan PKL, Pemkot Makassar Kini Benahi Trotoar dan Drainase Bulogading
Dari Peringkat 18 ke Posisi 4, Jeneponto Catat Lompatan Besar dalam Penurunan Kemiskinan Ekstrem
Respons Dugaan Pungli Pengisian Kepsek, Munafri Perintahkan Inspektorat Periksa Seluruh Pihak
Sambut Delegasi 28 Negara Pada IGS 2026, Wali Kota Appi Gaungkan Potensi Makassar sebagai Gerbang Indonesia Timur
Lontara Plus Bakal Dilengkapi Prakiraan Cuaca BMKG, Munafri: Sangat Bermanfaat untuk Masyarakat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:11 WIB

BPBD Makassar Perkuat Inovasi SALAMA, Bangun Budaya Sadar Bencana Sejak Usia Dini

Senin, 6 Juli 2026 - 12:03 WIB

Wali Kota Appi Susuri Lorong di Wilayah Utara, Pastikan Air PDAM Mengalir ke Rumah Warga

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:03 WIB

Roem: LONTARA+ Tuai Apresiasi Pada Forum Komdigi di APEKSI, Daerah Siap Belajar ke Makassar

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:24 WIB

Jalankan Arahan Wali Kota, Direksi PDAM Makassar Operasikan Intake Manggala untuk Layani Warga Air Bersih

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:23 WIB

Tak Hanya Tertibkan PKL, Pemkot Makassar Kini Benahi Trotoar dan Drainase Bulogading

Berita Terbaru