Makassar, allnatsar.id — Dalam sebuah malam yang akan terus dikenang dalam buku sejarah sepak bola, Norwegia sukses menciptakan kejutan besar dengan menumbangkan Brasil 2-1 di babak 16 besar turnamen ini.
Pertandingan dramatis yang digelar di Stadion New York New Jersey tersebut menjadi panggung bagi Erling Haaland untuk menunjukkan statusnya sebagai predator paling mematikan di dunia saat ini, Senin (6/7/2026) dini hari WIB.
Stadion sempat terjebak dalam kebuntuan taktikal hingga menit ke-79. Namun, Erling Haaland membuktikan mengapa ia menjadi pusat perhatian dunia. Melalui penyelesaian klinis di menit ke-79 dan penggandaan keunggulan di menit ke-90, Haaland secara praktis meruntuhkan pertahanan Selecao.
Dua gol tersebut tidak hanya mengamankan tiket Norwegia ke babak delapan besar untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, tetapi juga memperpanas persaingan Sepatu Emas adidas. Kini, Haaland telah mengoleksi tujuh gol, menyamai torehan dua megabintang dunia, Kylian Mbappe dan Lionel Messi. Tekanan kini beralih kepada para pesaingnya saat turnamen memasuki fase krusial.
Bagi Brasil, kekalahan ini adalah sebuah tragedi olahraga. Gol penalti Neymar di menit ke-10 masa injury time (90+10′) hanya menjadi pelipur lara bagi jutaan pendukung Brasil yang harus menelan pil pahit.
Hasil ini memastikan Brasil tersingkir lebih awal, mencatatkan capaian terburuk mereka di Piala Dunia sejak tahun 1990. Kegagalan untuk menembus delapan besar memicu pertanyaan besar bagi masa depan timnas Brasil, yang harus pulang dengan kepala tertunduk setelah performa yang jauh dari ekspektasi publik.
Stadion New York New Jersey kini akan “beristirahat” sejenak dari hiruk-pikuk pertandingan. Pertarungan antara Norwegia dan Brasil menjadi laga terakhir yang diselenggarakan di stadion ini sebelum nantinya kembali menjadi pusat perhatian dunia pada 19 Juli mendatang untuk pertandingan final.
Norwegia kini hanya terpaut dua langkah lagi dari partai puncak tersebut. Dengan momentum yang dibawa oleh Haaland dan disiplin kolektif yang mereka tunjukkan, tim asuhan pelatih Norwegia kini menjadi kuda hitam yang paling ditakuti oleh kontestan lain di perempat final.









