Mantan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Kembali Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Bibit Nanas

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin (Foto:tangkapan layar youtube sulselsatu)

Mantan (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin (Foto:tangkapan layar youtube sulselsatu)

Makassar, allnatsar.id – Mantan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, kembali menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas senilai Rp60 miliar. Dalam pemeriksaan tersebut, Bahtiar tampak mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda dengan kedua tangan diborgol saat digiring petugas, Kamis (7/5/2026).

Pemeriksaan lanjutan ini dilakukan setelah penyidik Kejati Sulsel menemukan sejumlah fakta hukum baru yang diduga mengarah pada keterlibatan Bahtiar dalam proyek pengadaan bibit nanas yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah tersebut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, menjelaskan bahwa penyidik masih terus mendalami aliran anggaran dan mekanisme pelaksanaan proyek yang kini menjadi sorotan publik.

“Soal keterlibatan mantan Pj Gubernur, saudara Bahtiar Baharuddin, penyidik telah menemukan sejumlah fakta hukum. Karena itu, BPKP diminta untuk mengonfirmasi temuan-temuan tersebut berdasarkan hasil audit dan versinya sendiri,” ujar Soetarmi kepada awak media.

Kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas ini sebelumnya telah menjerat enam orang sebagai tersangka. Dari total anggaran proyek sebesar Rp60 miliar, penyidik menemukan bahwa hanya sekitar Rp4,5 miliar yang benar-benar digunakan untuk pengadaan bibit nanas. Sementara sisa anggaran lainnya diduga mengalir ke pihak-pihak tertentu dan kini masih dalam proses penelusuran.

Baca Juga :  KADIN Makassar dan Pemkab Gowa Bersinergi Dorong UMKM Kerajinan Naik Kelas

Penyidik juga tengah mendalami kemungkinan adanya praktik mark up, pengadaan fiktif, hingga penyalahgunaan kewenangan dalam proyek tersebut. Kejati Sulsel menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan secara transparan dan profesional guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat.

Baca Juga :  BPBD Kota Makassar Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran di Rappocini

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena nilai anggaran yang cukup besar serta proyek tersebut sebelumnya digadang-gadang sebagai program pengembangan pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan.

Berita Terkait

Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil Hadiri KTT ASEAN ke-48 di Filipina, Bahas Ketahanan Energi Kawasan
PSG Tantang Arsenal di Final Liga Champions 2026, Duel Raksasa Eropa Siap Membara
Bukti Kerja Kolaboratif, Makassar Masuk Elite Kota Toleran Indonesia
Listyo Sigit Prabowo Tegaskan Komitmen Tindak Lanjut Rekomendasi Reformasi Polri, Penguatan Komisi Kepolisian Nasional Jadi Prioritas
Dr. Aspa Muji Dilantik sebagai Pj Sekda, Pemkab Jeneponto Perkuat Kinerja Birokrasi
Era Kepemimpinan Munafri Berbuah Hasil, Kota Makassar Masuk 10 Besar Sebagai Kota Toleran Nasional
Hadiri Hari Jadi Jeneponto ke-163, Gubernur Sulsel: Momentum Akselerasi Pembangunan dan Kolaborasi
Munafri-Aliyah Rangkul Buruh, Peringati May Day 2026 Bersama Lewat Fun Walk
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:31 WIB

Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil Hadiri KTT ASEAN ke-48 di Filipina, Bahas Ketahanan Energi Kawasan

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:17 WIB

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Kembali Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Bibit Nanas

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:37 WIB

Bukti Kerja Kolaboratif, Makassar Masuk Elite Kota Toleran Indonesia

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:00 WIB

Listyo Sigit Prabowo Tegaskan Komitmen Tindak Lanjut Rekomendasi Reformasi Polri, Penguatan Komisi Kepolisian Nasional Jadi Prioritas

Senin, 4 Mei 2026 - 17:00 WIB

Dr. Aspa Muji Dilantik sebagai Pj Sekda, Pemkab Jeneponto Perkuat Kinerja Birokrasi

Berita Terbaru