Jeneponto, allnatsar.id — Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jeneponto, Mashuri Lalang, ST, MM, memberikan klarifikasi terbuka di hadapan massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jeneponto, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung damai di depan Kantor Dinas PUPR Jeneponto tersebut sedianya menyoroti kondisi dan kerusakan jalan di Kampung Ruku-Ruku, Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Bangkala.
Menanggapi aspirasi yang dibawa oleh para kader HMI, Mashuri Lalang langsung menemui para demonstran untuk memberikan penjelasan secara langsung dan transparan. Dalam keterangannya, ia memaparkan bahwa proyek infrastruktur di wilayah tersebut merupakan bagian dari paket pekerjaan yang komprehensif.
Pekerjaan tersebut mencakup tiga ruas jalan sekaligus dengan total alokasi anggaran mencapai Rp11,44 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami tegaskan bahwa pekerjaan ini sudah melalui tahapan yang ketat dan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang ada. Mulai dari proses perencanaan, penganggaran, hingga manajemen waktu pengerjaan, seluruhnya berjalan di atas koridor mekanisme dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Mashuri di hadapan para peserta aksi.
Kehadiran pejabat Dinas PUPR di tengah-tengah massa aksi ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas kinerja. Pihak Dinas PUPR menjelaskan bahwa setiap proyek infrastruktur jalan terus diawasi secara berkala agar hasil akhirnya dapat dirasakan manfaatnya secara jangka panjang oleh masyarakat Kecamatan Bangkala dan sekitarnya.
Di akhir penjelasannya, Mashuri menyampaikan apresiasinya atas fungsi kontrol sosial yang dijalankan oleh rekan-rekan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa Dinas PUPR Jeneponto selalu menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam mengawal pembangunan daerah.
“Kami di Dinas PUPR Jeneponto sangat menghargai saran dan kritik dari masyarakat. Pintu dialog selalu terbuka luas bagi siapa saja yang ingin memberikan masukan demi kemajuan pembangunan di Kabupaten Jeneponto,” tutup Mashuri.
Setelah mendengarkan klarifikasi terstruktur dan komitmen dari Kabid Bina Marga tersebut, massa aksi dari HMI Jeneponto akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
(Penulis: Maryullah Sahran, S.E / Biro Jeneponto)









