Rupiah Melemah ke Level 17.405 per Dolar AS, Sentimen Global Masih Menekan

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, allnatsar.id — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan pelemahan pada perdagangan Selasa pagi, (5/5/2026). Berdasarkan data pasar, rupiah terkoreksi sebesar 11 poin atau 0,07 persen menjadi berada di level Rp17.405 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.394 per dolar AS.

Pelemahan ini terutama dipicu oleh faktor eksternal yang hingga kini masih membayangi pasar keuangan global. Salah satu sentimen utama datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Eropa Timur, khususnya konflik antara Ukraina dan Rusia.

Dalam beberapa waktu terakhir, Ukraina dilaporkan terus melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis Rusia, termasuk wilayah-wilayah penghasil dan pengolahan minyak.

Baca Juga :  Menghadapi Tekanan Geopolitik Global, Pemerintah dan Bank Indonesia Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Rupiah

Serangan menggunakan drone yang menargetkan kilang-kilang minyak Rusia dinilai telah mengganggu stabilitas pasokan energi global. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan harga minyak dunia serta dampaknya terhadap inflasi global.

Ketidakpastian tersebut mendorong investor untuk cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih aman (safe haven), seperti dolar AS.

Selain faktor geopolitik, penguatan dolar AS juga turut dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih cenderung ketat.

Sikap bank sentral AS yang berhati-hati dalam menurunkan suku bunga membuat arus modal global lebih banyak mengalir ke negeri Paman Sam, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Juga :  Realisasi Belanja Negara Tumbuh Signifikan hingga Akhir Januari 2026, Tembus Rp227 Triliun

Di sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia sejatinya masih cukup solid. Namun, derasnya tekanan dari eksternal membuat rupiah belum mampu keluar dari tren pelemahan jangka pendek.

Pelaku pasar pun kini menanti langkah lanjutan dari otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar, termasuk intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan.

Pengamat menilai, selama ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global masih berlangsung, pergerakan rupiah akan cenderung fluktuatif.

Oleh karena itu, kewaspadaan pelaku pasar tetap menjadi kunci dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berkembang.

Berita Terkait

Usai Bertamu Appi, Pertamina Janji Tingkatkan Pelayanan SPBU dan Urai Antrean Lewat Buffer Zone 24 Jam
Kunjungi KBRI Tokyo, Aliyah Mustika Ilham Bahas Penguatan Kerja Sama Makassar–Jepang
Gelar Sweeping Rutin, UPTP Samsat Jeneponto Catat Peningkatan Signifikan Pajak Kendaraan
Munafri Buka Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Bertransformasi dan Modern
Distribusi BBM di SPBU Labuaja Disorot, Warga Keluhkan Harga Eceran 
Pemkot Makassar Perkuat Sarana Persampahan, Armada Ditambah dan Mesin Pengolah Sampah
Panin Expo 2026 Hadirkan Layanan Pemkot, Appi: Momentum Dekatkan Pemerintah dengan Masyarakat
Pemkot Makassar Kejar Serapan APBD Makassar 95 Persen, Kepala OPD Diminta Tinggalkan Kebiasaan Lama
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 22:01 WIB

Usai Bertamu Appi, Pertamina Janji Tingkatkan Pelayanan SPBU dan Urai Antrean Lewat Buffer Zone 24 Jam

Kamis, 3 September 2026 - 09:34 WIB

Kunjungi KBRI Tokyo, Aliyah Mustika Ilham Bahas Penguatan Kerja Sama Makassar–Jepang

Rabu, 2 September 2026 - 10:00 WIB

Gelar Sweeping Rutin, UPTP Samsat Jeneponto Catat Peningkatan Signifikan Pajak Kendaraan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Munafri Buka Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Bertransformasi dan Modern

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:12 WIB

Distribusi BBM di SPBU Labuaja Disorot, Warga Keluhkan Harga Eceran 

Berita Terbaru