Sukseskan Program MBG, Pemerintah Kota Makassar Dorong Keamanan Pangan

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Walikota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Kepala BPOM-RI Prof. Taruna Ikrar, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam kegiatan penyuluhan keamanan pangan di rujab gubernur sulsel

Foto: Walikota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Kepala BPOM-RI Prof. Taruna Ikrar, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam kegiatan penyuluhan keamanan pangan di rujab gubernur sulsel

Makassar, allnatsar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menghadiri kegiatan penyuluhan keamanan pangan dalam rangka mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo.

Sekaligus pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan kinerja baik tahun 2023–2024. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan Jl. Jendral Sudirman, Kamis (28/8/2025).

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Taruna Ikrar bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menandatangani hibah lahan seluas lebih dari 10 hektare yang berlokasi di Kabupaten Maros.

Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan (PoltekPOM), yang digadang menjadi pusat pendidikan tenaga ahli pengawas pangan pertama di Indonesia.

Secara terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Nirman Nisman Mungkasa, yang turut hadir mendampingi Wali Kota Makassar dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Makassar, mendukung penuh BPOM melalui penyuluhan dan bimbingan teknis akan memberikan tambahan wawasan kepada pemerintah daerah.

Baca Juga :  Pemkot Makassar Perkuat Strategi, Fokus Jaga Stabilitas Harga & Komitmen Kendalikan Inflasi

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan program jangka panjang. Untuk menjamin kualitasnya, maka perlu pengawasan yang ketat terhadap bahan pangan yang digunakan,” ujarnya.

“Peran BPOM sangat penting dalam memberikan arahan dan penyuluhan, agar pemerintah daerah dapat memastikan pangan yang sehat dan aman yang sampai ke masyarakat,” tambah Nirman.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar siap mendukung langkah-langkah strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan program makan bergizi gratis yang aman dan berkualitas.

Penyuluhan keamanan pangan ini menjadi penting agar program makan bergizi tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan gizi, tapi juga menjamin keamanan konsumsi masyarakat.

“Dengan adanya PoltekPOM ini, kita optimistis akan lahir tenaga-tenaga pengawas pangan yang lebih profesional di masa depan,” tuturnya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum apresiasi, di mana sejumlah pemerintah daerah yang berhasil mengelola DAK non-fisik tahun 2023 dan 2024 dengan baik menerima penghargaan langsung dari BPOM.

Dengan dukungan kolaboratif antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, Sulawesi Selatan diharapkan menjadi salah satu daerah terdepan dalam penguatan sistem keamanan pangan nasional, sekaligus menjadi pilar penting dalam menyukseskan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga :  DLH Jeneponto Beri Ultimatum Yayasan Terkait Pengelolaan IPAL di Lokasi MBG

Nirman mengungkapkan bahwa program Pemerintah Pusat berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program jangka panjang yang membutuhkan pengawasan ketat, khususnya terhadap kualitas pangan yang akan diolah.

Karena itu, BPOM berperan penting sebagai pengawas bahan pangan dari sisi kesehatan. Maka peran BPOM sangat dibutuhkan, terutama melalui arahan dan penyuluhan kepada pemerintah daerah, khususnya dinas kesehatan dan dinas ketahanan pangan.

“Dengan adanya bimbingan teknis, wawasan dan pengetahuan para pemangku kepentingan akan semakin kuat dalam menjaga keamanan pangan,” jelas Nirman.

Ia menambahkan, pembangunan sekolah dinas ahli pengawas makanan yang pertama di Indonesia tersebut akan menjadi tonggak penting dalam menghasilkan tenaga ahli keamanan pangan yang lebih berkualitas di masa depan.

“Ini akan mencetak SDM unggul di bidang pengawasan pangan, sehingga penguatan sistem keamanan pangan di Indonesia, khususnya di kawasan timur, dapat lebih maksimal,” tambahnya.

Berita Terkait

Resmikan Museum Marsinah, Presiden Prabowo Tegaskan Fondasi Pangan dan Energi RI Kebal Guncangan Global
Bupati Jeneponto Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Nasional, Perkuat Komitmen Ketahanan Pangan Daerah
Pemkot Makassar Perkuat Dukungan MIWF 2026, Wujudkan Kolaborasi Global dan Ekosistem Sastra Inklusif
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% di Triwulan I 2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
Negara Selamatkan Rp10,2 Triliun dan 2,3 Juta Hektare Lahan, Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH
Pemkab Jeneponto Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Bahas Stabilitas Harga dan Persiapan Idul Adha 1447 H
Pandu Negeri Public Lecture Series #003: Bahas Situasi Global dan Arah Politik Indonesia
Menkeu Purbaya Putuskan PSEL Makassar Tak Ditender Ulang, Proyek PSN Tetap Dibangun di Tamalanrea
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:55 WIB

Resmikan Museum Marsinah, Presiden Prabowo Tegaskan Fondasi Pangan dan Energi RI Kebal Guncangan Global

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:28 WIB

Bupati Jeneponto Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Nasional, Perkuat Komitmen Ketahanan Pangan Daerah

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:20 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% di Triwulan I 2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:53 WIB

Negara Selamatkan Rp10,2 Triliun dan 2,3 Juta Hektare Lahan, Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH

Senin, 11 Mei 2026 - 11:40 WIB

Pemkab Jeneponto Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Bahas Stabilitas Harga dan Persiapan Idul Adha 1447 H

Berita Terbaru