Makassar, allnatsar.id — Program Makanan Bergizi ( MBG ) dihari pertama sekolah, berbagai macam postingan di sosial media tidak sesuai Gizi dikarenakan satu porsi menu MBG untuk siswa hanya mendapatkan beberapa item. Kemudian kalau dihitung-hitung tidak sesuai dengan anggaran yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) per porsinya.
Badan Gizi Nasional melalui Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik S. Deyang menyampaikan anggaran bahan makanan dalam Program Makanan Bergizi (MBG) ditetapkan untuk balita/PAUD/TK/RA serta SD/MI kelas 1–3 itu sebesar Rp8.000 per porsi. Sementara, untuk SD/MI kelas 4 ke atas hingga ibu menyusui, anggaran bahan makanan sebesar Rp10.000 per porsi.
Wacana terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah elemen masyarakat menilai bahwa program MBG sebaiknya diuangkan atau dialihkan dalam bentuk bantuan langsung agar lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan fleksibilitas bagi penerima manfaat.
Program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Namun dalam pelaksanaannya, muncul berbagai tantangan teknis seperti distribusi dan kualitas makanan.
Salah tokoh pemuda di kota Makassar yakni Jupriadi atau akrab disapa Deng Joe menyampaikan bahwa khusus dibulan ramadhan dapat dilakukan skema bantuan dalam bentuk uang tunai atau transfer langsung yang dinilai lebih efisien.
“Program ini menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu harus di pastikan betul mulai dari proses, penggunaan anggaran hingga pendistribusian makanan bergizi. Selain itu perlu audit untuk memastikan tidak ada penyimpangan, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh penerima,” tambahnya.
Karena anak anak bisa membelikan baju lebaran dan pasti mereka akan senang, dikarenakan tidak semua dari kalangan siswa itu bisa membeli pakaian atau baju lebaran. Oleh nya itu lebih baik di uangkan saja
Untuk mendukung keberhasilan dari program MBG yang di canangkan lewat asta cita Presiden, diharapkan pemerintah dapat membuka ruang dialog bersama masyarakat, akademisi, serta organisasi kepemudaan untuk merumuskan skema terbaik demi kesejahteraan generasi mendatang.







