Peringatan Hari Buruh, Sorotan Kondisi Pekerja di Morowali Mengemuka

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Morowali, allnatsar.id — Momentum peringatan Hari Buruh Internasional kembali menjadi ruang bagi para pekerja untuk menyuarakan aspirasi mereka. Di tengah semangat solidaritas buruh di berbagai daerah, isu ketenagakerjaan di kawasan industri Morowali turut menjadi perhatian, khususnya terkait sistem kerja dan perlindungan tenaga kerja.

Syahrul Amir, yang akrab disapa Calu, aktivis kemanusiaan dan pemuda di Kota Makassar. Dia menyoroti dinamika yang terjadi di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park.

Calu menyampaikan bahwa terdapat persoalan yang dirasakan oleh sebagian pekerja, khususnya terkait sistem kerja outsourcing yang dinilai belum sepenuhnya memberikan kepastian dan perlindungan maksimal bagi buruh. Ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap pola hubungan kerja di kawasan industri tersebut.

“Kami berharap ke depan ada perbaikan sistem, termasuk penataan ulang mekanisme outsourcing agar lebih berpihak pada kesejahteraan pekerja,” ujar Calu.

Ia juga menyoroti perlunya kejelasan dalam aturan ketenagakerjaan, termasuk perlindungan bagi pekerja yang mengalami kondisi sakit serta kepastian pengupahan. Menurutnya, kebijakan yang diterapkan harus menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kemanusiaan.

Baca Juga :  Ramadhan dan Dignity: Saat Kehormatan Umat Islam Diuji oleh Kekuatan Politik dan Dominasi Militer

Lebih lanjut, Calu mengajak seluruh pekerja untuk tetap menjaga solidaritas dan memperkuat persatuan dalam memperjuangkan hak-hak mereka secara konstitusional.

“Hari Buruh bukan sekadar tanggal merah, tetapi momentum untuk mengingatkan bahwa hak-hak pekerja harus terus diperjuangkan dengan cara yang bijak dan bermartabat,” tambahnya.

Diketahui, Calu telah lama aktif dalam berbagai kegiatan advokasi sosial dan kemanusiaan, khususnya sejak masa mahasiswa. Ia konsisten menyuarakan isu-isu ketenagakerjaan dan keadilan sosial, terutama bagi kelompok pekerja yang dinilai masih rentan.

Baca Juga :  Diplomasi Strategis: Makna Kedatangan Macron dan Pertemuan dengan Prabowo

Peringatan Hari Buruh tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga menjadi titik refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperbaiki sistem ketenagakerjaan di Indonesia, demi terciptanya hubungan industrial yang harmonis, adil, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Groundbreaking 13 Proyek Strategis Nasional: Jalan Panjang Menuju Kemandirian Bangsa
Madilog dan Demokrasi Tanpa Nalar: Kegagalan Pendidikan Politik Partai di Indonesia
Ketua Fortanas Makassar: Jangan Terjebak Isu Liar, Percayakan Kepemimpinan Prabowo-Gibran
Silaturahim atau Sinyal Politik? Membaca Kehadiran Anies di Cikeas
Soal Perbedaan Idulfitri, Pemuda Makassar Deng Joe Serukan Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan
10 Hari Terakhir Ramadan, Lebih Penting Baju Baru atau Pribadi yang Baru?
Ramadhan dan Dignity: Saat Kehormatan Umat Islam Diuji oleh Kekuatan Politik dan Dominasi Militer
Dukungan Pemuda: PK KNPI Tamalate Puji Arah Pembangunan Kota di Bawah Kepemimpinan Walikota Munafri Arifuddin
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:12 WIB

Peringatan Hari Buruh, Sorotan Kondisi Pekerja di Morowali Mengemuka

Rabu, 29 April 2026 - 12:17 WIB

Groundbreaking 13 Proyek Strategis Nasional: Jalan Panjang Menuju Kemandirian Bangsa

Jumat, 17 April 2026 - 08:19 WIB

Madilog dan Demokrasi Tanpa Nalar: Kegagalan Pendidikan Politik Partai di Indonesia

Selasa, 14 April 2026 - 16:47 WIB

Ketua Fortanas Makassar: Jangan Terjebak Isu Liar, Percayakan Kepemimpinan Prabowo-Gibran

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:13 WIB

Silaturahim atau Sinyal Politik? Membaca Kehadiran Anies di Cikeas

Berita Terbaru