Makassar, allnatsar.id – Dalam upaya mendukung transformasi pengelolaan hutan berbasis data dan teknologi digital, Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur (UIT) turut serta dalam kegiatan Training of Facilitator (ToF) Implementasi Program Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 4 hingga 8 Mei 2026, ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dengan sasaran peserta para akademisi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA).
Dalam agenda penting ini, Fakultas Pertanian UIT mengirimkan dua perwakilan utama, yakni Asikin Muchtar (Dekan Fakultas Pertanian UIT) dan Ummu Kultsum.
Kehadiran unsur pimpinan fakultas ini menegaskan komitmen UIT dalam menyelaraskan kurikulum akademik dengan perkembangan teknologi terkini di sektor kehutanan nasional.
Pelatihan yang berpusat di Novotel Makassar Grand Shayla ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pembaruan sistem IHN 2.0.
Beberapa poin krusial yang dibahas antara lain Penentuan Desain Sampling: Pemutakhiran metode pengambilan sampel hutan yang lebih akurat, Metodologi Mutakhir: Standarisasi prosedur inventarisasi hutan nasional, Teknologi Digital: Integrasi alat digital dalam pengumpulan data lapangan, Smart Forest Management: Pemanfaatan data untuk mendukung sistem pengelolaan hutan cerdas secara berkelanjutan.
Selain menerima materi intensif di dalam kelas, para peserta juga melakukan praktik lapangan untuk menguji langsung metodologi IHN 2.0. Praktik tersebut dilaksanakan di dua lokasi strategis yaitu di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tabo-Tabo, untuk simulasi inventarisasi hutan daratan, dan Hutan Mangrove UNTIA Makassar, untuk pengenalan metodologi khusus ekosistem pesisir.
Dekan Fakultas Pertanian UIT, Asikin Muchtar, menyatakan bahwa keterlibatan akademisi dalam program IHN 2.0 sangat vital.
“Pemahaman mengenai teknologi digital dan metodologi terbaru dalam inventarisasi hutan ini nantinya akan ditransformasikan kepada mahasiswa, sehingga lulusan kami siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan smart forest management di Indonesia,” ujarnya.
Dengan suksesnya pelaksanaan ToF ini, diharapkan para dosen yang telah dilatih dapat menjadi fasilitator andal dalam menyosialisasikan pentingnya data akurat bagi kelestarian hutan nasional, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan.









