Makassar, allnatsar.id — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (Unhas).
Kemitraan ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) yang mengusung tema besar: “Peningkatan Literasi Demokrasi dan Digital Melalui Edukasi Pemilu Berbasis Konten Kreatif di Kabupaten Kepulauan Selayar”.
Prosesi penandatanganan berlangsung khidmat di Gedung Fakultas Vokasi Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, pada Senin (18/5/2026). Langkah ini diproyeksikan menjadi angin segar dalam menyajikan informasi kepemiluan yang lebih segar, edukatif, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.
Kolaborasi ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, di antaranya Andi Dewantara (Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Selayar), Muhamad Arsat (Kepala Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM), Ahmad Basri (Sekretaris KPU Kabupaten Kepulauan Selayar), Andi Ruslam Idrus (Kasubag Partisipasi Hubungan Masyarakat dan SDM)
Sementara itu, dari pihak Unhas di hadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Vokasi Unhas, Prof. Dr. Ida Leida Maria, SKM., MKM., M.Sc.PH., hadir mewakili Dekan Fakultas Vokasi Unhas, Muh. Restu.
Momentum krusial ini juga disaksikan langsung oleh Kepala Divisi Partisipasi Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Hasruddin Husain, bersama jajaran sekretariat KPU Provinsi Sulawesi Selatan.
Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Dewantara, menegaskan bahwa penandatanganan MoA ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah respons nyata terhadap dinamika penyebaran informasi saat ini.
“Kerja sama ini merupakan langkah progresif dalam menjawab tantangan demokrasi di era digital, terutama menghadapi penyebaran hoaks dan rendahnya literasi informasi kepemiluan. Kita butuh pendekatan yang tidak kaku, dan konten kreatif adalah kuncinya,” ujar Andi Dewantara.
Melalui kerja sama ini, mahasiswa dan civitas akademika Fakultas Vokasi Unhas akan turut andil dalam merancang strategi komunikasi publik yang kreatif. Produk edukasi seperti video pendek, infografis menarik, hingga kampanye digital interaktif diharapkan mampu menyaring arus misinformasi yang kerap mengaburkan substansi pemilu.
Di era di mana informasi bergerak dalam hitungan detik, pola sosialisasi konvensional dinilai sudah kurang efektif untuk menyasar pemilih pemula dan masyarakat urban.
Keahlian praktis yang dimiliki oleh Fakultas Vokasi Unhas—khususnya dalam bidang desain media, komunikasi digital, dan penyiaran—menjadi kepingan puzzle yang tepat untuk memperkuat lini humas KPU.
Pihak Fakultas Vokasi Unhas menyambut baik kolaborasi ini sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu mereka secara langsung di tengah masyarakat.
Dengan hadirnya edukasi berbasis konten kreatif yang berbasis data valid dari KPU, masyarakat Kepulauan Selayar diharapkan dapat lebih cerdas memilah informasi, tidak mudah terprovokasi hoaks, dan menggunakan hak pilihnya secara bijak demi masa depan daerah yang lebih baik.









