Panglima TNI Batalkan Mutasi Letjen Kunto Arief Wibowo, DPR: Itu Otoritas Penuh Mabes TNI

- Jurnalis

Sabtu, 3 Mei 2025 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono, memberikan keterangan pers kepada awak media di kompleks parlemen usai menanggapi pembatalan mutasi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo oleh Panglima TNI, Jumat (3/5/2025).

Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono, memberikan keterangan pers kepada awak media di kompleks parlemen usai menanggapi pembatalan mutasi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo oleh Panglima TNI, Jumat (3/5/2025).

Jakarta, allnatsar.id – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto akhirnya membatalkan mutasi Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, yang sebelumnya dicopot dari jabatannya sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I). Pembatalan ini tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/554.a/IV/2025 tertanggal 30 April 2025, hanya dua minggu setelah Kunto dimutasi melalui SK Panglima TNI Nomor Kep/216/III/2024.

Letjen Kunto sebelumnya digeser ke jabatan sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III KSAD bidang Hubungan Internasional, posisi yang umumnya dianggap sebagai jabatan non-strategis atau menjelang masa purnabakti. Keputusan tersebut menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan, terutama karena Kunto adalah salah satu jenderal bintang tiga dengan rekam jejak kuat dan dianggap memiliki prospek untuk menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di masa mendatang.

Menanggapi polemik ini, Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan bahwa mutasi dan rotasi perwira tinggi adalah otoritas penuh Mabes TNI. “Itu adalah kewenangan internal Panglima TNI. Tidak ada kewajiban bagi Mabes TNI untuk meminta pertimbangan DPR terkait rotasi atau promosi di tubuh TNI,” ujar Dave dalam pernyataan persnya, Jumat (3/5).

Baca Juga :  Perkuat Sinergitas, Asisten Pidana Militer Kejati Sulsel Audiensi dengan Wali Kota Makassar

Dave juga mengingatkan pentingnya menjaga netralitas dan profesionalitas institusi militer, terutama menjelang masa transisi kekuasaan nasional. Ia menyebut bahwa keputusan Panglima TNI untuk membatalkan mutasi Letjen Kunto adalah bentuk evaluasi internal yang sehat dan bagian dari upaya menjaga stabilitas serta soliditas di tubuh TNI.

Sebelumnya, politisi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, yang juga merupakan purnawirawan TNI, sempat menyampaikan kritik tajam atas mutasi Letjen Kunto. Ia menyebut mutasi itu mencerminkan adanya tekanan atau intervensi dalam pengambilan keputusan Panglima TNI. TB Hasanuddin bahkan menilai rotasi yang dilakukan terkesan dipaksakan dan tidak mencerminkan penilaian berbasis kinerja.

Letjen Kunto sendiri dikenal sebagai jenderal yang berprestasi. Ia merupakan putra dari mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno, serta dikenal luas di kalangan internal TNI sebagai perwira yang cakap dalam bidang komando dan teritorial. Dalam perjalanannya, Kunto pernah menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi dan memiliki pengalaman panjang di bidang operasi.

Pembatalan mutasi ini dipandang sejumlah pihak sebagai bentuk koreksi yang menunjukkan adanya dinamika di internal Mabes TNI. Tak sedikit yang menilai langkah ini sebagai bentuk ketegasan Panglima TNI dalam menjaga independensi institusi, sekaligus menjawab kecurigaan publik atas kemungkinan adanya pengaruh politik menjelang pergantian pemerintahan.

Baca Juga :  Demonstrasi, Nalar Massa dan Api. Tinjauan kritis Muhamad Arsat

Dave Laksono menambahkan bahwa DPR berharap Mabes TNI tetap konsisten dalam menjaga soliditas dan profesionalisme. “Kami mendukung sepenuhnya agar TNI tetap kuat, netral, dan fokus pada tugas pokok menjaga keutuhan NKRI. Jangan sampai ada kesan institusi pertahanan ini ditarik ke dalam kepentingan politik,” tegasnya.

Ke depan, keputusan ini diharapkan menjadi preseden penting dalam membangun kembali kepercayaan publik terhadap objektivitas dan netralitas TNI sebagai pilar utama pertahanan negara. Pembatalan mutasi Letjen Kunto juga sekaligus menjadi sinyal bahwa dinamika di tubuh TNI tidak boleh lepas dari semangat reformasi dan profesionalitas yang telah lama diperjuangkan sejak era pasca-Orde Baru..
Sementara itu, Ketua OKP Forum Ketahanan Nasional Fortanas Sulawesi-Selatan, Mengapresiasi Positif langkah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto tersebut..”Ini bukti bahwa TNI senantiasa bertindak untuk atas nama rakyat Indonesia, tidak terpengaruh oleh kepentingan politik manapun termasuk kepentingan golongan tertentu. “Ujar Dr. Ir. Aloq Natsar Desi, yang juga merupakan mantan ketua Umum HMI Cabang Makassar. (Sie/all).

Berita Terkait

Komisi V DPR RI, BBWS, dan Pemkot Makassar Tata Kota Sesuai Arahan Presiden Prabowo
Hadiri Sosialisasi Kemendagri, Wali Kota Munafri Tekankan Transformasi Digital di Sektor Bantuan Sosial
Munafri: Rakornas 2026 Momentum Selaraskan Program Nasional dan Kebutuhan Daerah
Prabowo dan Abraham Samad Bahas Reformasi Penegakan Hukum dalam Pertemuan di Kertanegara
Wali Kota Makassar dan Wamendukbangga Tinjau Langsung SPPG dan Ibu Penerima MBG
Wali Kota Munafri & Ketua TP PKK, Dampingi Wamendukbangga Tinjau Kampung KB dan Program Gizi di Makassar
Perkuat Sinergi Pusat–Daerah, Wali Kota Munafri Temui Dirjen Bina Keuangan Kemendagri
Wali Kota Munafri Temui Ditjen Otda Kemendagri, Perkuat Sinergi Pemerintahan Pusat dan Daerah
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:09 WIB

Komisi V DPR RI, BBWS, dan Pemkot Makassar Tata Kota Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:55 WIB

Hadiri Sosialisasi Kemendagri, Wali Kota Munafri Tekankan Transformasi Digital di Sektor Bantuan Sosial

Selasa, 3 Februari 2026 - 02:27 WIB

Munafri: Rakornas 2026 Momentum Selaraskan Program Nasional dan Kebutuhan Daerah

Senin, 2 Februari 2026 - 13:07 WIB

Prabowo dan Abraham Samad Bahas Reformasi Penegakan Hukum dalam Pertemuan di Kertanegara

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:33 WIB

Wali Kota Makassar dan Wamendukbangga Tinjau Langsung SPPG dan Ibu Penerima MBG

Berita Terbaru