Jeneponto, allnatsar.id — Suasana takziah hari ketiga almarhum H. Achmadin Rahman di Jalan Karya, BTN Griya Mappatunru, Rabu malam (9/9/2026) pukul 20.00 WITA, dipadati keluarga, kerabat, sahabat, serta masyarakat yang datang untuk menyampaikan belasungkawa.
Ratusan pelayat memadati kediaman keluarga almarhum. Bahkan, sebagian tamu terpaksa berdiri karena jumlah kursi yang disiapkan keluarga sebanyak 500 unit tidak mencukupi menampung jumlah jamaah yang hadir.
Ceramah ta’ziah disampaikan oleh Ustaz Zainuddin, S.Pd., M.Pd., Lc. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memimpin doa bersama untuk almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
H. Achmadin Rahman meninggal dunia dalam usia 62 tahun. Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum disalatkan di Masjid Agung Jeneponto setelah salat Ashar.
Antusiasme masyarakat untuk menyalatkan jenazah almarhum juga menjadi perhatian tersendiri. Menurut pengurus Masjid Agung Jeneponto, dari sejumlah jenazah yang pernah disalatkan di masjid tersebut, baru kali ini jumlah jamaah yang ikut menyalatkan jenazah begitu banyak.
Jamaah laki-laki memenuhi seluruh saf yang tersedia, sementara jamaah perempuan tercatat memenuhi sekitar dua saf. Hal tersebut menjadi salah satu gambaran besarnya penghormatan dan kepedulian masyarakat kepada almarhum.
Di tengah suasana duka, istri almarhum, Hj. Noni, mengenang pesan terakhir suaminya sebelum berpulang.

Menurut Hj. Noni, sebelum meninggal dunia, almarhum sempat berpamitan kepada karyawan catering. Saat itu, H. Achmadin Rahman mengatakan ingin terlebih dahulu membersihkan rumah karena keesokan harinya diperkirakan akan banyak tamu yang datang.
“Saya mau bersihkan dulu ini semua rumah karena besok banyak tamu mau datang. Saya mau pergi,” kenang Hj. Noni menirukan ucapan almarhum.
Hj. Noni mengaku saat itu dirinya tidak ikut bersama almarhum. Ketika ditanya mengapa istrinya tidak ikut, almarhum disebut hanya menjawab, “Biarmi saya pergi.”
Ucapan tersebut kemudian menjadi kenangan yang sangat membekas bagi keluarga. Sebab, pada keesokan harinya sekitar pukul 04.00 WITA, almarhum mengalami sesak napas dan langsung dibawa ke RSU Lanto Daeng Pasewang.
Namun, setelah sekitar tiga jam menjalani perawatan di rumah sakit, H. Achmadin Rahman menghembuskan napas terakhir.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, karyawan, sahabat, dan masyarakat yang mengenalnya.
Hj. Noni pun menyampaikan doa dan harapan terakhir untuk suaminya.
“Semoga almarhum suami saya, H. Achmadin Rahman, ditempatkan di surga-Nya Allah SWT. Amin,” tuturnya.
Rangkaian takziah yang dipadati ratusan orang tersebut menjadi bukti besarnya rasa kehilangan sekaligus penghormatan masyarakat kepada sosok H. Achmadin Rahman semasa hidupnya.
(Penulis: Maryullah Sahran, S.E / Biro Jeneponto)







