Gejolak di Sapiria Mulai Mereda, Pemkot Makassar Turunkan Tim Gabungan Siang Malam

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tim gabungan TNI-POLRI dalam mengatasi konflik di sapiria

Foto: Tim gabungan TNI-POLRI dalam mengatasi konflik di sapiria

Makassar, allnatsar.id — Pemerintah Kota Makassar terus bergerak menangani konflik antar warga di wilayah utara kota, khususnya kawasan Kecamatan Tallo, yang sebelumnya sempat dilanda bentrokan antar kelompok pemuda hingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memantau situasi. Lewat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, juga memperkuat koordinasi dengan jajaran TNI dan Polri.

Sejak Selasa hingga Rabu dini hari, langkah-langkah pengamanan dan pemantauan intensif terus dilakukan di lokasi rawan bentrokan tersebut. Dan kini, situasi mulai berangsur mereda.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Makassar, Fatur Rahim, mengatakan bahwa seluruh unsur keamanan dan perwakilan pemerintah Kota, bergerak cepat melakukan penyisiran di titik-titik yang dicurigai menjadi tempat penyimpanan alat perang, sejak malam hingga pagi dini hari.

“Dengan berbagai kegiatan di lapangan, termasuk pembersihan, tadi malam juga dari Polrestabes dan TNI turun semua membersihkan. Dan kami hadir mewakili Pemerintah Kota di lokasi,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

“Beberapa tempat terindikasi ditemukan alat-alat perang atau tawuran. Ada samurai, parang, bom molotov, hingga alat pembuat busur. Ini sangat mereduksi potensi perkelahian yang bisa terjadi di lapangan,” lanjutanya.

Pemkot Makassar menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan serta memastikan warga dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Baca Juga :  Wali Kota Munafri Siapkan Langkah Konkret, Hidupkan Kembali Terminal Kota

Sembari melanjutkan upaya penyelesaian jangka panjang melalui pendekatan keamanan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.

Fatur menegaskan bahwa langkah ini merupakan perintah langsung dari Wali Kota Munafri Arifuddin, yang meminta seluruh pihak bekerja dalam satu barisan.

“Kita bersama tim semua bergerak kolaboratif, pemerintah kota, kepolisian, TNI, termasuk Polda Sulsel. Semua menjalankan perannya masing-masing untuk meredam situasi,” jelasnya.

Setelah keamanan stabil, Pemkot Makassar akan masuk dengan program pembinaan sosial, edukasi, dan pemberdayaan warga.

“Tahap pertama tentu keamanan, itu prioritas Polda dan aparat keamanan. Setelah itu pemerintah masuk dengan edukasi bahaya narkoba, pemberdayaan pekerjaan sesuai karakter warga,” katanya.

“Hingga pemanfaatan Makassar kreatif Hub dan berbagai program ketenagakerjaan. Semua akan berjalan kolaboratif,” tambah Fatur.

Terkait pemicu utama konflik, Fatur menyebut pihak kepolisian masih mendalami berbagai informasi dari lapangan dan merilis hasil resmi.

“Indikasi-indikasi sudah terbaca, tetapi kami tidak bisa mengklaim. Kita menunggu rilis resmi dari kepolisian karena ini menyangkut tindak kriminal,” terangnya.

Baca Juga :  Kado Hari Santri 2025, Pemkot Makassar dan DPRD Rancang Ranperda Fasilitas Pesantren

Ketika disinggung apakah kawasan Sapiria yang sejak lama disebut rawan narkoba memiliki kaitan dengan konflik kelompok, Fatur menyebut kemungkinan itu terbuka.

“Bisa jadi, baik perang kelompok, narkoba, semua kejahatan bisa terkait. Makanya sinergi kita dilakukan untuk penyelesaian secara menyeluruh,” tambahnya.

Fatur juga memastikan bahwa seluruh SKPD dilibatkan sesuai fungsi masing-masing. Dinas Kesehatan, Satpol PP, disiagakan di sekitar lokasi, armada pemadam kebakaran ditempatkan untuk respons cepat, dan berbagai OPD lain siap bergerak bila diperlukan.

“Kemarin ketika terjadi bentrokan susulan, pemadam dan polisi sudah berada dekat lokasi sehingga bisa bergerak cepat. Kesehatan pun standby. Semua bekerja sesuai fungsi dalam sinergi bersama,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai rencana mempertemukan dua kelompok yang terlibat bentrok, Fatur menyebut hal itu akan dibahas sebagai bagian dari penanganan konflik.

Ia menegaskan, pasti ada solusi, salah satu langkah penanganan itu mempertemukan kedua pihak. Tapi saat ini fokus dulu adalah mengurangi risiko, khususnya alat-alat perang di lokasi.

Serta memeriksa rumah-rumah yang berpotensi menyimpan barang berbahaya.

“Karena dari hasil penyisiran, ditemukan bom molotov, parang, busur, hingga badik,” tutupnya.

Berita Terkait

Munafri Teken MoU Terapkan KUHP Baru, Pidana Kerja Sosial Siap Dijalankan di Makassar
Selain Penegakan Hukum, Pemkot Makassar Dorong Pendekatan Seni Atasi Kejahatan Jalanan
Pemkot Makassar Matangkan Transisi Pengelolaan Pasar Butung, Gandeng APH Berjalan Tertib
Dirjen Kemendagri, Kupas Regulasi Penggunaan Anggaran BTT di Hadapan SKPD Pemkot Makassar
Setahun MULIA: Lahan Bersertifikat, Stadion Untia Masuk Fase Kepastian Hukum
Kecam Dugaan Premanisme: SAPMA PP Gowa Siap Gelar Aksi Besar-besaran Di Kantor Regional Pertamina
Munafri: Advokat Harus Jaga Martabat Profesi dan Hadir untuk Masyarakat
Ibu Rumah Tangga Nekat Lempar Bom Molotov ke Toko Emas di Jalan Somba Opu
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 13:15 WIB

Munafri Teken MoU Terapkan KUHP Baru, Pidana Kerja Sosial Siap Dijalankan di Makassar

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:08 WIB

Selain Penegakan Hukum, Pemkot Makassar Dorong Pendekatan Seni Atasi Kejahatan Jalanan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 03:32 WIB

Pemkot Makassar Matangkan Transisi Pengelolaan Pasar Butung, Gandeng APH Berjalan Tertib

Rabu, 25 Februari 2026 - 03:16 WIB

Dirjen Kemendagri, Kupas Regulasi Penggunaan Anggaran BTT di Hadapan SKPD Pemkot Makassar

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:31 WIB

Setahun MULIA: Lahan Bersertifikat, Stadion Untia Masuk Fase Kepastian Hukum

Berita Terbaru