Dugaan Mafia Program Makan Bergizi Gratis, FAM Demo dan Desak Kejati Sulsel Usut Tuntas

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, allnatsar.id — Puluhan massa yang tergabung dalam Front Advokasi Anti Mafia MBG (FAM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) pada Selasa (9/6/2026).

Aksi ini merupakan bentuk protes keras dan desakan agar aparat penegak hukum segera membongkar dugaan praktik mafia terstruktur dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sulawesi Selatan. Dalam dinamika di lapangan, massa sempat melakukan blokade jalan sebagai simbol tuntutan keadilan.

Massa aksi mendesak penegakan hukum yang objektif terhadap tata kelola Program MBG yang dinilai menyimpang dari prinsip transparansi dan akuntabilitas. Melaporkan dugaan keterlibatan oknum Korwil BGN Gowa dan Koordinator SPPI Sulawesi Selatan yang dinilai berkaitan dengan praktik non-prosedural tersebut. Selain itu massa aksi juga meminta Kejati Sulsel bertindak independen tanpa melihat jabatan atau kedudukan pihak yang diduga terlibat.

Baca Juga :  Sinergi Pemkot–Kemenkum: Pos Bantuan Hukum Akan Menjaga Hak Warga di Setiap Kelurahan

Aksi unjuk rasa tersebut diterima langsung oleh Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi. Di hadapan perwakilan massa, pihak Kejati Sulsel menegaskan komitmennya untuk mengatensi penuh aspirasi masyarakat ini.

“Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan ini. Kami meminta agar seluruh bukti dan dokumen pendukung segera dilampirkan secara resmi sebagai bahan telaah mendalam untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Soetarmi dalam pertemuan tersebut.

Pihak Kejati Sulsel juga menegaskan bahwa penanganan perkara ini akan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah hingga terbukti secara sah di pengadilan.

Baca Juga :  Pemkot Makassar Gandeng Kejari, Appi: Masih Ada Usaha Tak Bayar Pajak Bertahun-tahun

Jenderal Lapangan FAM, Syarif, mengapresiasi respons cepat dari Kejati Sulsel. Namun, ia menegaskan bahwa FAM tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kami mengapresiasi komitmen Kejati Sulsel. Namun, jika dugaan ini terbukti, tidak boleh ada toleransi sedikit pun bagi mereka yang mencederai integritas program negara dan merugikan kepentingan publik,” tegas Syarif.

Syarif menambahkan bahwa dalam waktu dekat, FAM akan menyerahkan dokumen dan bukti pendukung tambahan yang lebih komprehensif ke Kejati Sulsel.

Aksi ditutup dengan penyerahan dokumen awal secara simbolis, dengan ancaman massa akan kembali turun ke jalan jika penanganan laporan berjalan di tempat.

Berita Terkait

Wakapolres Instruksikan Tindak Tegas APMS Nakal
Gelar Sweeping Rutin, UPTP Samsat Jeneponto Catat Peningkatan Signifikan Pajak Kendaraan
Putusan MA Inkracht: SK Pencopotan Batal Demi Hukum, Prof Ichsan Ali Wajib Dipulihkan Kedudukannya
Jemput Bola di Car Free Day, UPT Samsat Jeneponto Panen Apresiasi Warga
SPMP Resmi Laporkan Tambang Galian C Ilegal ke Mapolres Takalar, Desak Penutupan dan Penyitaan Alat Berat
PT Roda Mas Baja Inti , Dugaan Peredaran Besi Tak Sesuai SNI 2052:2024.
Lumpuhnya Penegakan Hukum Polresta Gowa: SPMP Desak Kapolda Sulsel Copot Kanit Tipidter dan Bentuk Tim Khusus Brantas Tambang Ilegal
Dugaan Penganiayaan Terduga Pelaku di Kantor Polisi, Calu: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:02 WIB

Wakapolres Instruksikan Tindak Tegas APMS Nakal

Rabu, 2 September 2026 - 10:00 WIB

Gelar Sweeping Rutin, UPTP Samsat Jeneponto Catat Peningkatan Signifikan Pajak Kendaraan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Putusan MA Inkracht: SK Pencopotan Batal Demi Hukum, Prof Ichsan Ali Wajib Dipulihkan Kedudukannya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:20 WIB

Jemput Bola di Car Free Day, UPT Samsat Jeneponto Panen Apresiasi Warga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:46 WIB

SPMP Resmi Laporkan Tambang Galian C Ilegal ke Mapolres Takalar, Desak Penutupan dan Penyitaan Alat Berat

Berita Terbaru